jurnalistik.co.id – Timnas Portugal memastikan langkah di Piala Dunia 2026 tetap terbuka setelah menghajar Uzbekistan 5-0 pada laga kedua Grup K.
Pertandingan tersebut berlangsung di Houston Stadium, Rabu (24/6/2026) dini hari WIB, dengan Portugal tampil dominan sejak menit-menit awal hingga menutup laga lewat pesta gol.
Hasil Portugal vs Uzbekistan berakhir telak 5-0. Cristiano Ronaldo menjadi sorotan utama karena mencetak brace pada menit ke-6 dan menit ke-39.
Ronaldo membuka keunggulan Portugal ketika laga baru berjalan enam menit. Gol itu berawal dari aksi Joao Cancelo di sektor kanan yang mengirim umpan mendatar ke dalam kotak penalti, lalu disambut Ronaldo dengan tendangan keras menggunakan kaki kanan.
Keunggulan Portugal tidak bertahan lama tanpa tekanan lagi. Pada fase awal, Portugal terus mencari celah di area pertahanan lawan, termasuk lewat berbagai upaya ke arah gawang Uzbekistan.
Upaya pertama yang sempat mengarah ke gawang datang dari Bruno Fernandes. Pada saat laga memasuki menit ketiga, Fernandes melepaskan tembakan, namun bola melayang di atas mistar.
Cristiano Ronaldo kemudian juga memperoleh kesempatan di area penalti, tetapi gagal menjangkau umpan yang datang.
Portugal kembali mendapatkan momentum ketika memasuki menit ke-17. Pada momen tersebut, tim asuhan Roberto Martinez memperoleh tendangan bebas di depan kotak penalti Uzbekistan.
Banyak yang mengira Ronaldo akan menjadi eksekutor. Namun, ketika peluit dibunyikan, sang megabintang justru tidak mengambil tendangan tersebut.
Meski sempat ada momen menahan ritme serangan, Portugal tetap menemukan cara untuk memperlebar keunggulan. Ronaldo akhirnya menambah perolehan golnya pada menit ke-39, sekaligus melengkapi catatan brace dalam laga ini.
Kemenangan Portugal makin menjauh setelah gol bunuh diri Uzbekistan. Pada menit ke-60, Abduvohid Nematov mencatatkan gol bunuh diri yang membuat skor bertambah menjadi 4-0 bagi Portugal.
Setelah itu, Uzbekistan semakin sulit mengimbangi tempo permainan. Portugal tetap sabar dalam menyerang, memanfaatkan ruang yang tercipta, dan terus menekan dengan variasi serangan.
Pesta gol Portugal ditutup oleh Rafael Leao pada menit ke-87. Dengan gol terakhir ini, Portugal memastikan kemenangan terbesar mereka di laga tersebut dengan skor akhir 5-0.
Dua gol Ronaldo pada pertandingan ini juga menandai kebangkitannya setelah sebelumnya ia minim kontribusi dan tidak mencetak gol ketika Portugal ditahan Kongo pada laga pertama Grup K.
Bagi Portugal, kemenangan 5-0 ini memberi dampak langsung pada klasemen. Portugal kini menjadi pemuncak klasemen Grup K dengan 4 poin, unggul satu poin dari Kolombia.
Dengan posisi tersebut, Portugal menjaga peluang lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026. Skenario kelanjutan turnamen masih terbuka, dan hasil di Grup K menjadi penentu langkah berikutnya.
Sementara itu, nasib Uzbekistan semakin tertutup. Uzbekistan dipastikan tersingkir usai menelan dua kekalahan beruntun pada fase grup, sehingga mereka tidak lagi memiliki ruang untuk mengejar ketertinggalan di klasemen.
Kemenangan Portugal atas Uzbekistan juga memperlihatkan kemampuan mereka mengontrol jalannya pertandingan. Dari peluang-peluang awal hingga gol-gol yang mengalir di momen-momen krusial, Portugal menunjukkan efisiensi dan ketajaman di depan gawang.
Hasil ini membuat Portugal datang ke pertandingan-pertandingan selanjutnya dengan modal kepercayaan diri yang lebih kuat, sekaligus menjaga asa untuk melangkah lebih jauh di turnamen empat tahunan tersebut.
Sejak gol pembuka tercipta, tempo permainan langsung berubah. Portugal bermain lebih tenang untuk memecah konsentrasi Uzbekistan, sementara serangan yang dibangun dari berbagai sisi membuat pertahanan lawan terus terpaksa mundur dan bereaksi di saat yang sama.
Puncak efektivitas Portugal terlihat ketika upaya-upaya yang sempat terhenti akhirnya berujung pada gol berikutnya. Setelah ritme serangan sempat melambat karena momen saling berebut ruang, permainan kembali mengalir dan skor makin sulit dikejar oleh Uzbekistan.
Kelegaan Portugal makin terasa setelah keunggulan bertambah lewat gol bunuh diri, karena sejak saat itu Uzbekistan kehilangan pijakan untuk mengatur tempo. Portugal lalu dapat menjaga ritme serangan sesuai kebutuhan, hingga pada akhirnya Leao mengunci pesta gol dan menegaskan dominasi mereka sepanjang laga.












