Internasional

PBB akan evakuasi lebih dari 11.000 pelaut yang terjebak di Selat Hormuz, Rubio ingatkan soal tarif

×

PBB akan evakuasi lebih dari 11.000 pelaut yang terjebak di Selat Hormuz, Rubio ingatkan soal tarif

Sebarkan artikel ini
UN says it will evacuate sailors stranded in Strait of Hormuz, as Rubio warns against tolls
Ilustrasi: UN says it will evacuate sailors stranded in Strait of Hormuz, as Rubio warns against tolls

jurnalistik.co.id – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Organisasi Maritim Internasional (IMO) menyatakan akan mengevakuasi lebih dari 11.000 pelaut yang terjebak di kawasan Teluk karena dampak konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

IMO menyebut operasi berskala besar itu akan dilakukan melalui kerja sama dengan Iran, Oman, AS, negara-negara pesisir lain di kawasan, serta industri maritim.

Arsenio Dominguez, Sekretaris Jenderal IMO, mengatakan rencana tersebut akan berlangsung sebagai “large-scale operation” dan pihaknya telah menyiapkan jaminan keselamatan yang diperlukan.

“We have secured the necessary safety guarantees and have thoroughly verified the conditions for safe navigation to support these operations,” kata Dominguez.

Menurut pemberitaan, kesepakatan sementara untuk mengakhiri konflik telah ditandatangani pekan lalu, namun kedua pihak masih saling berselisih mengenai rincian Memorandum of Understanding (MoU).

Dari pihak AS, MoU dinyatakan memuat jaminan bahwa program senjata nuklir Iran akan berada di bawah pemeriksaan oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

Presiden AS Donald Trump juga mengunggah pernyataan pada hari Selasa yang menyinggung pemeriksaan nuklir dalam jangka panjang: “Iran has fully and completely agreed to highest level Nuclear inspections long into the future (Infinity!!!). This will insure ‘Nuclear Honesty.’”

Tak lama sebelum unggahan itu, Iran menyatakan bahwa pengawas nuklir PBB tidak akan mampu memeriksa lokasi nuklir yang menjadi sasaran serangan AS dan Israel pada tahun lalu.

Seorang pejabat AS merespons dengan mengatakan: “the Iranians have agreed to robust IAEA inspections of the remains of their nuclear weapons programme. The Iranian regime will say what they have to say for their domestic audience.”

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan saat berkunjung ke Pakistan pada hari Selasa bahwa Iran “will never negotiate with anyone, under any circumstances, ever, about our defensive capabilities”.

Pada saat yang sama, Menlu AS Marco Rubio memulai tur kawasan Teluk pada hari Selasa dari Uni Emirat Arab (UEA). Ia juga dijadwalkan mengunjungi Kuwait dan Bahrain.

Kedua negara tersebut menjadi tuan rumah pangkalan militer AS, dan pertemuan ditujukan untuk membahas kesepakatan dengan Teheran.

Rubio kemudian menekankan posisi AS terkait biaya pelayaran di Selat Hormuz. Ia menyatakan tak ada negara yang boleh memungut tol atau biaya untuk kapal yang melintasi jalur tersebut.

“It’s an international waterway. No country is allowed to charge tolls or fees on an international waterway. That’s existing international law,” ucap Rubio saat tiba di UEA.

Ia juga menambahkan bahwa tidak ada negara yang perlu diyakinkan soal prinsip tersebut, dengan mengatakan: “I don’t think we have anybody to convince around here in that regard. I think all the countries in this region would agree with us.”

Pernyataan itu muncul ketika Iran sebelumnya mendorong agar kapal yang melintasi Selat Hormuz dikenai biaya.

IMO juga menegaskan bahwa keberhasilan evakuasi bergantung pada Selat Hormuz tetap terbuka. Dominguez menyebut bantuan untuk para pelaut terjebak sebagai langkah penting untuk memulihkan keamanan maritim.

“a decisive step towards restoring maritime security and bringing to an end the unacceptable attacks against civilian shipping,” kata Dominguez mengenai kesepakatan tersebut.

Dalam kesempatan lain, ia menyampaikan bahwa setelah berbulan-bulan kesulitan dialami ribuan pelaut yang tidak bersalah, ia menyambut dengan kepuasan perjanjian damai yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran.

“After months of hardship and distress for thousands of innocent seafarers, and negative impact on the whole world, I welcome with deep satisfaction the peace agreement concluded between the United States and Iran,” ujarnya.

Sebagai bagian dari rencana evakuasi, IMO menyebut ada dua rute sementara yang dapat digunakan melalui selat tersebut.

Oman’s notice to mariners yang disampaikan kepada IMO menyebut bahwa kapal akan dihubungi satu per satu untuk menerima instruksi lanjutan.

IMO juga menyatakan akan menerbitkan laporan harian mengenai jumlah kapal yang meninggalkan kawasan dengan aman.

Konflik sebelumnya menyebabkan perubahan signifikan pada kondisi Selat Hormuz. Setelah serangan terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, selat itu pada praktiknya dinyatakan tertutup.

Penutupan tersebut berdampak langsung pada harga minyak global, membuat harga melampaui angka 100 dolar AS per barel untuk Brent.

Selain memukul sektor energi, penutupan juga mengganggu pengiriman barang-barang penting, termasuk pupuk, yang dipakai untuk rantai pasokan bahan pangan dan pertanian.

Dalam perkembangan terbaru, IMO menyebut telah ada pergerakan kapal melalui selat yang kembali dibuka. Hingga kini, setidaknya 172 kapal telah melintasi Selat Hormuz, termasuk 42 kapal pada Sabtu saja.

Data tersebut dikutip berasal dari perusahaan intelijen maritim Kpler.

Meskipun demikian, jumlah kapal yang melintasi sejak 18 Juni masih dinilai jauh di bawah rata-rata sebelum konflik, yang mencapai sekitar 138 penyeberangan setiap hari.

Adapun berdasarkan analisis data pelacakan kapal yang diperiksa BBC Verify, pada hari Selasa terlihat lebih dari 200 kapal tanker berada dalam antrian menunggu di dalam kawasan Selat Hormuz.

Dengan adanya rute sementara dan mekanisme instruksi individual dari otoritas terkait, operasi evakuasi diharapkan dapat menolong pelaut yang terdampak agar dapat kembali ke keselamatan.

Sementara itu, pembahasan mengenai detail MoU tetap menjadi sorotan, terutama menyangkut jaminan pemeriksaan nuklir dan penjelasan masing-masing pihak terhadap ruang lingkup inspeksi IAEA.

Di tengah dinamika tersebut, peringatan Rubio soal larangan tol di jalur internasional juga menjadi pesan yang menegaskan pentingnya memastikan kelancaran pelayaran di Selat Hormuz.