jurnalistik.co.id – Pelatih kepala Prancis Didier Deschamps dipastikan akan melewatkan laga grup terakhir Piala Dunia 2026 menyusul wafatnya ibunya. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengonfirmasi bahwa Deschamps telah diberi izin untuk kembali ke Prancis guna menghadiri pemakaman.
Deschamps, yang berusia 57 tahun, mengetahui kabar duka pada Selasa pagi waktu setempat. FFF menyatakan Presiden FFF Philippe Diallo memberi persetujuan agar pelatih dapat terbang kembali ke Prancis untuk urusan keluarga tersebut.
Dalam pernyataannya, FFF menyebut bahwa Deschamps tidak akan memimpin secara langsung skuad pada pertandingan grup terakhir. Pada posisi itu, pelatih yang akan mengambil alih sementara adalah Guy Stephan, yang menjabat sebagai asisten pelatih.
Guy Stephan akan memimpin sesi dan manajemen pertandingan sampai Deschamps kembali. Langkah ini diambil agar persiapan tim tetap berjalan dan transisi penanganan di laga tetap terjaga.
Di sisi klasemen, Prancis sebenarnya sudah mengamankan tempat untuk fase gugur. Kepastian itu datang setelah mereka meraih kemenangan pada dua pertandingan pembuka, yaitu saat melawan Senegal dan Iraq.
Pada laga awal, Prancis mengalahkan Senegal dengan skor 3-1 di New Jersey. Pekan berikutnya, tim kembali tampil dominan ketika menundukkan Iraq 3-0 pada pertandingan yang digelar pada Senin.
Dalam duel kontra Iraq, pertandingan tersebut sempat mengalami penundaan cuaca selama dua jam di Philadelphia. Meski terhambat oleh kondisi lingkungan, Prancis tetap mampu mempertahankan ritme permainan dan menutup laga dengan kemenangan tanpa kebobolan.
Laga grup terakhir Prancis dijadwalkan berlangsung pada Jumat. Lawan yang akan mereka hadapi adalah Norwegia, dan pertandingan digelar di Boston untuk menentukan siapa yang berhak keluar sebagai pemenang Grup I.
Untuk Prancis, absennya Deschamps di pertandingan penentuan grup tentu menjadi momen yang tidak sepenuhnya biasa. Namun, FFF telah menyiapkan pengalihan tugas melalui Guy Stephan agar tim tetap fokus pada target olahraga sekaligus menghormati kebutuhan Deschamps di momen duka.
Deschamps sendiri memiliki jejak panjang bersama sepak bola Prancis, baik sebagai pemain maupun pelatih. Sebagai pemain, ia meraih trofi Piala Dunia 1998 dan menjuarai Kejuaraan Eropa 2000 bersama tim nasional Prancis.
Setelah masa bermainnya berakhir, Deschamps kemudian memulai kiprah kepelatihan di level nasional. Ia resmi menangani tim sejak 2012, dan dalam periode itu Prancis mencapai partai puncak Piala Dunia 2018 di Rusia sebelum akhirnya meraih kemenangan.
Di turnamen edisi berikutnya, Deschamps juga membawa Prancis hingga final Piala Dunia 2022. Pada final tersebut, Prancis mengalami kekalahan dari Argentina, yang menjadi satu catatan penting perjalanan tim dalam era kepemimpinannya.
Dengan keputusan FFF memberi izin bagi Deschamps untuk kembali ke Prancis, pertandingan melawan Norwegia akan menjadi ujian dalam dua lapis: menjaga kesinambungan performa tim sekaligus memastikan aspek organisasi tetap rapi tanpa kehadiran pelatih kepala. Sementara itu, penggemar Prancis menantikan kembalinya Deschamps setelah urusan pemakaman selesai.
Guy Stephan akan menjadi figur pengambil keputusan di pinggir lapangan pada pertandingan grup terakhir tersebut. Setelah itu, fokus tim akan bergeser pada rangkaian fase gugur, di mana pengalaman Deschamps sebagai arsitek jangka panjang tetap menjadi sandaran utama.
Menurut konfirmasi FFF, izin yang diberikan membuat Didier Deschamps dapat kembali ke Prancis untuk menyelesaikan urusan keluarga, tanpa mengganggu jalannya persiapan tim. Pelimpahan tanggung jawab ini menempatkan Guy Stephan sebagai figur utama di pinggir lapangan, sekaligus memastikan latihan serta pengelolaan strategi tetap mengikuti kebutuhan laga sampai pelatih kepala kembali.
Pertandingan grup terakhir yang dijadwalkan pada Jumat melawan Norwegia di Boston juga memiliki bobot tersendiri karena hasilnya menentukan siapa yang berhak keluar sebagai pemenang Grup I. Prancis sendiri telah mengamankan fase berikutnya setelah meraih kemenangan pada dua pertandingan awal, termasuk duel kontra Iraq yang berakhir 3-0 meski sempat tertunda akibat kondisi cuaca di Philadelphia.
Di luar urusan jadwal, pengalaman Deschamps bersama tim nasional Prancis turut menjadi landasan saat pelatih kepala tidak memimpin langsung. Ia pernah meraih trofi Piala Dunia 1998 sebagai pemain, lalu sebagai pelatih mengantar Prancis ke partai final Piala Dunia 2018 di Rusia dan final Piala Dunia 2022, sebelum kemenangan Argentina menjadi catatan penting perjalanan era kepemimpinannya.












