jurnalistik.co.id – Cristiano Ronaldo mengaku sangat puas setelah membantu Portugal meraih kemenangan perdana di Piala Dunia 2026. Pada laga Grup K melawan Uzbekistan di Stadion Houston, Houston, Amerika Serikat, Portugal menang dengan skor 5-0 pada 23 Juni 2026.
Kemenangan tersebut memastikan Portugal langsung memberi respons kuat setelah pertandingan sebelumnya. Ronaldo menjadi salah satu tokoh kunci lewat dua golnya yang tercipta pada menit ke-6 dan ke-39.
Catatan dua gol itu membuat Ronaldo memborong sepasang angka dalam satu pertandingan, menyamai pola yang juga pernah ditunjukkan rivalnya di panggung internasional. Di konteks turnamen, Ronaldo berada pada momen yang sejalan dengan Lionel Messi yang juga menorehkan dua gol pada laga Argentina terakhir.
Meski meraih hasil besar dan merasakan kebanggaan pribadi, Ronaldo menegaskan bahwa fokus utamanya tetap pada tim nasional. Ia memilih untuk mengarahkan pujian kepada kerja kolektif dan kepercayaan yang dipertontonkan skuad Portugal sepanjang pertandingan.
“Saya sangat senang. Tetapi bagi saya, yang terpenting adalah kerja keras kami dan kepercayaan diri yang kami tunjukkan,” kata Ronaldo, seperti dilansir dari laman FIFA.
Ronaldo menilai permainan Portugal tampil jauh lebih baik dari sebelumnya. Ia juga menyoroti adanya peningkatan yang dialami tim pada berbagai aspek selama proses pertandingan.
“Tim tampil sangat baik dan banyak mengalami peningkatan. Seperti kata pepatah, setiap kesulitan pasti ada hikmahnya,” lanjut Ronaldo.
Menurutnya, kemenangan perdana ini bukan hanya soal angka di papan skor. Bagi Ronaldo, pencapaian individu yang menyenangkan tetap perlu ditempatkan sebagai bagian dari tujuan yang lebih besar, yaitu membantu tim nasional mencapai targetnya di turnamen.
“Tentu saja, secara pribadi, rekor selalu menyenangkan, tetapi tujuan saya selalu untuk membantu tim nasional mencapai tujuannya,” tutup Ronaldo.
Di balik dua golnya, Ronaldo juga memperpanjang rentetan rekor yang menegaskan konsistensi. Ia tercatat sebagai pemain pertama yang mencetak gol di enam edisi Piala Dunia.
Ronaldo memulai pencapaian itu pada Piala Dunia 2006, ketika ia membobol gawang Iran. Sejak saat itu, ia terus mencetak gol secara beruntun pada lima edisi Piala Dunia berikutnya.
Brace yang ia buat saat Portugal menghadapi Uzbekistan turut mengukuhkan posisinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa bagi Portugal dalam ajang Piala Dunia. Kini, total gol Ronaldo di Piala Dunia mencapai 10 gol.
Ronaldo juga menambah catatan usia dalam daftar pemain yang mampu mencetak gol di turnamen sekelas Piala Dunia. Ia menjadi pemain tertua kedua yang mencatatkan namanya di papan skor.
Usia Ronaldo saat membobol gawang Uzbekistan adalah 41 tahun 138 hari. Rekor sebagai pemain paling senior yang mencetak gol di Piala Dunia sebelumnya masih dipegang Roger Milla pada edisi 1994, ketika usianya tercatat 42 tahun dan 39 hari.
Bagi Portugal, kemenangan 5-0 atas Uzbekistan tidak hanya menghadirkan tiga poin. Laga ini juga memperlihatkan bagaimana Ronaldo memadukan kontribusi langsung di lapangan dengan penekanan pada kualitas kolektif tim.
Dengan dua gol pada menit awal dan pertengahan babak pertama, Ronaldo memberi arah permainan sejak fase-fase penting. Namun, penekanan akhirnya tetap kembali pada kerja keras, kepercayaan diri, dan peningkatan yang dipertahankan oleh skuad Portugal selama laga.
Kemenangan itu juga menjadi penanda bahwa Portugal mampu merespons tekanan setelah laga sebelumnya dan langsung mengubah momentum menjadi sesuatu yang lebih meyakinkan. Dua gol Ronaldo pada menit-menit awal memberi sinyal permainan, sementara tim menjaga ritme hingga hasil akhir 5-0 benar-benar mencerminkan kendali Portugal.
Bagi Ronaldo, rangkaian prestasi tersebut bukan sekadar statistik, melainkan cerminan konsistensi yang ia bangun sejak Piala Dunia 2006. Catatan sebagai pemain yang mencetak gol di enam edisi, total 10 gol, hingga statusnya sebagai pencetak gol tertua kedua di turnamen sekelas Piala Dunia, dipandangnya selaras dengan satu arah besar: membantu tim nasional mencapai target yang diharapkan.












