jurnalistik.co.id – Timnas Argentina akan memulai perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan status juara bertahan saat menghadapi Aljazair. Laga Grup J Argentina vs Aljazair dijadwalkan di Stadion Kansas City pada Rabu, 17 Juni 2026, pukul 08.00 WIB.
“Tim Tango” datang dengan label unggulan setelah memastikan diri sebagai juara bertahan. Tim asuhan Lionel Scaloni disebut tampil dominan pada babak kualifikasi zona Amerika Selatan, sekaligus tetap menjaga konsistensi melalui sejumlah laga uji coba menjelang turnamen.
Menjelang laga perdana itu, Alfredo Vera—yang saat ini berkarier di Liga Indonesia—menilai Argentina menunjukkan performa yang menjanjikan. Menurutnya, konsistensi yang diperlihatkan sejak fase kualifikasi dan rangkaian uji coba terakhir menjadi modal penting menghadapi Piala Dunia.
“Kalau lihat dari kualifikasi dan uji coba-uji coba terakhir masih konsisten. Tapi saya pikir di Piala Dunia tidak ada pertandingan gampang,” ujar mantan pelatih Persebaya Surabaya itu kepada KOMPAS.com. Pernyataan itu menegaskan bahwa meski Argentina lebih diunggulkan, laga tetap tak bisa dipandang enteng di level turnamen.
Vera juga menyoroti contoh dari pertandingan yang lebih dulu berlangsung. “Kita bisa lihat Spanyol kemarin bisa tahan imbang, dan selalu, debut tidak gampang, walaupun Argentina pasti jadi favorit,” imbuhnya.
Tantangan debut dan modal konsistensi Argentina
Di atas kertas, Argentina memang dinilai lebih diunggulkan karena rekam performanya sepanjang fase menuju turnamen. Ia juga mengaitkan kualitas tersebut dengan kemampuan tim menjaga ritme sebelum kompetisi utama bergulir.
Dalam konteks persiapan, Vera menilai Argentina masih bisa mengandalkan fondasi yang sama: konsistensi. Namun, ia menegaskan bahwa dinamika Piala Dunia membuat debut tetap menghadirkan risiko tersendiri, termasuk bagi tim yang berstatus favorit.
Kepercayaan itu juga didukung oleh kondisi skuad yang disebut makin lengkap. Emiliano Martinez telah pulih dari cedera jari, sementara Leandro Paredes dan Nico Gonzalez kembali siap dimainkan.
Dengan hadirnya beberapa pemain yang disebut sudah kembali pulih dan siap, Vera memproyeksikan pertandingan ini dapat berjalan sesuai harapan Argentina. Proyeksi tersebut juga tercermin dari cara ia membaca peluang hasil laga perdana.
“Prediksi skor di laga ini 2-0 atau 3-0,” ucapnya. Pernyataan itu menjadi gambaran target yang menurutnya realistis, sekaligus menunjukkan keyakinan bahwa Argentina tetap mampu menguasai jalannya pertandingan.
Aljazair datang dengan kekuatan serang dan pencetak gol
Sementara itu, Aljazair tidak datang sebagai lawan yang bisa dianggap sepele. Tim asuhan Vladimir Petkovic disebut lolos sebagai juara Grup G kualifikasi zona Afrika, serta membawa lini serang yang “cukup berbahaya.”
Salah satu nama yang ditekankan adalah Mohamed Amoura, yang menjadi top skor kualifikasi Afrika dengan 10 gol. Ia disebut dipastikan menjadi andalan dalam upaya Aljazair memberi tekanan sejak awal laga.
Selain Amoura, ada pula talenta muda yang juga disebut siap menjadi faktor kejutan. Ibrahim Maza—yang bermain untuk Bayer Leverkusen—disebut telah masuk daftar pemain yang berpotensi menghadirkan ancaman tambahan bagi pertahanan lawan.
Vera memang mengakui bahwa Aljazair punya modal yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan kombinasi status juara grup pada fase kualifikasi serta keberadaan pemain berbahaya di lini serang, Aljazair memiliki alasan untuk datang dengan ambisi meraih hasil.
Meski demikian, optimismenya tetap mengarah kepada Argentina. Ia melihat rangkaian persiapan tim “Tango” yang tetap konsisten, ditambah kondisi skuad yang makin siap, sebagai landasan untuk meraih hasil positif di laga awal.
Peran Messi dan momen khusus di Piala Dunia 2026
Selain faktor tim dan kesiapan pemain, perhatian juga tertuju pada Lionel Messi. Dalam rilis ini, Messi disebut menjadi pembeda untuk edisi 2026, sekaligus diyakini sebagai penampilan terakhirnya bersama Timnas Argentina di Piala Dunia.
Usia Messi yang akan menginjak 39 tahun pada 24 Juni mendatang membuat kesempatan di turnamen ini dinilai sangat spesial bagi sang kapten. Dengan begitu, pertandingan pembuka menjadi bagian dari rangkaian momen penting yang akan dihadapi tim selama kompetisi berlangsung.
Bagi Alfredo Vera, peran Messi tetap dinilai tidak tergantikan. Ia menegaskan bahwa meski kemungkinan pemain Inter Miami itu tidak lagi bermain penuh dalam setiap pertandingan, perannya tetap dianggap krusial bagi Argentina.
Gabungan antara status juara bertahan, konsistensi yang dijaga sejak fase kualifikasi, kesiapan beberapa pemain yang disebut sudah pulih, serta faktor Messi membuat Vera memandang Argentina memiliki peluang besar membuka turnamen dengan hasil positif.
Dengan prediksi skor 2-0 atau 3-0 yang ia sampaikan, arah pertandingan yang ia bayangkan adalah Argentina tetap mampu menjadi favorit, sekaligus memanfaatkan momen laga perdana yang, menurutnya, tidak mudah bagi tim mana pun.












