jurnalistik.co.id – Harga Ethereum pada perdagangan Rabu, 15 Juli 2026, bergerak menguat. Berdasarkan data yang dikutip dari CoinMarketCap, pada pukul 07.42 WIB ETH naik 5,52 persen dibandingkan 24 jam sebelumnya.
Dalam periode satu jam terakhir, pergerakan ETH justru tercatat melemah sebesar 0,47 persen. Meski begitu, jika dilihat dari posisi sepekan terakhir, harga tetap mencatat kenaikan yang sama, yakni 5,52 persen.
Pada saat yang sama, Ethereum berada di level 1.879,42 dollar AS, atau setara dengan sekitar Rp 34 juta menggunakan kurs Rp 18.091 per dollar AS. Nilai kapitalisasi Ethereum hari ini tercatat mencapai 226,8 miliar dollar AS, setara dengan Rp 4.102 triliun.
Dari sisi rata-rata pergerakan dalam 24 jam, harga ETH mengalami kenaikan sebesar 5,62 persen. Angka ini menunjukkan dorongan tetap terlihat sepanjang satu hari penuh.
Perbandingan dengan posisi hari sebelumnya
Kenaikan ETH juga tampak bila dibandingkan dengan pembacaan pada hari sebelumnya. Pada Selasa, 14 Juli 2026 pukul 17.35 WIB, Ethereum masih berada di 1.785,6 dollar AS atau sekitar Rp 32,2 juta.
Beberapa jam kemudian, tepatnya pada pukul 20.25 WIB, harga ETH melonjak ke 1.879,59 dollar AS atau sekitar Rp 34,0 juta. Lonjakan itu menggambarkan adanya percepatan pergerakan menjelang penghujung hari.
Memasuki Rabu, 15 Juli 2026, ETH masih melanjutkan penguatan dalam rentang 24 jam. Dalam informasi yang sama, Ethereum disebut naik 6,10 persen menjadi 1.886,08 dollar AS selama 24 jam terakhir.
Faktor yang disebut mendorong kenaikan
Berita Terkait
Penguatan Ethereum disebut juga mengungguli reli pasar yang lebih luas. Salah satu penjelasan yang dimuat adalah kembalinya permintaan institusional melalui ETF spot.
Selain itu, pergerakan harga juga disebut diperkuat oleh pembelian obligasi pemerintah dalam jumlah besar. Sentimen makro yang positif turut disebut muncul setelah data inflasi AS dinilai lebih rendah dari perkiraan.
Dengan kombinasi faktor tersebut, arah pergerakan ETH tampak terbentuk dari arus permintaan yang kembali serta respons pasar terhadap kondisi ekonomi makro. Sementara itu, perubahan dalam skala yang lebih pendek tetap menunjukkan volatilitas, terlihat dari penurunan 0,47 persen pada satu jam terakhir.
Secara keseluruhan, data yang sama menempatkan Ethereum sebagai aset kripto yang masih mencatat penguatan baik dalam 24 jam maupun posisi sepekan. Pada Rabu pagi, level 1.879,42 dollar AS menjadi acuan utama dengan kapitalisasi yang mencapai 226,8 miliar dollar AS.
Secara ringkas, penguatan ETH terlihat konsisten ketika dibandingkan dengan rentang waktu yang lebih panjang. Kenaikan 5,52 persen terhadap periode 24 jam sebelumnya menjadi patokan utama, sementara pelemahan 0,47 persen dalam satu jam terakhir lebih menggambarkan dinamika jangka pendek yang masih terjadi di tengah tren naik.
Perubahan harga juga dapat dibaca dari titik-titik waktu yang berbeda sepanjang hari sebelumnya. Pada Selasa, Ethereum berada di 1.785,6 dollar AS pada pukul 17.35 WIB, lalu bergerak naik hingga sekitar 1.879,59 dollar AS pada pukul 20.25 WIB. Setelah memasuki Rabu, ETH tetap melanjutkan penguatan dengan level yang disebut berada di 1.886,08 dollar AS selama 24 jam terakhir.
Dari sisi nilai dalam rupiah, pergerakan itu terpantau pada kisaran yang sama mengikuti kurs yang digunakan. Ketika ETH berada di 1.879,42 dollar AS pada Rabu pagi, nilai ekuivalennya disebut sekitar Rp 34 juta. Pada saat yang sama, kapitalisasi ETH juga dicatat mencapai 226,8 miliar dollar AS, setara dengan sekitar Rp 4.102 triliun, sehingga menggambarkan besarnya skala aset yang ikut terimbas kenaikan harga.
Penguatan ETH juga dihubungkan dengan beberapa katalis yang disebut muncul bersamaan. Salah satunya adalah arus permintaan institusional yang kembali terlihat melalui ETF spot. Di sisi lain, pergerakan harga disebut turut didukung pembelian obligasi pemerintah dalam jumlah besar, sementara sentimen makro menguat setelah data inflasi AS dinilai lebih rendah dari perkiraan.
Dengan kombinasi faktor-faktor tersebut, arah pergerakan ETH pada dasarnya mencerminkan pertemuan antara arus pembelian dari sisi institusional dan respons pasar terhadap kondisi ekonomi makro. Walaupun demikian, pergeseran pada skala yang lebih pendek tetap menunjukkan volatilitas, sebagaimana tercermin dari penurunan 0,47 persen pada satu jam terakhir.












