Bisnis & Ekonomi

Ethereum Hari Ini 14 Juli 2026 Turun, Menyusul Anjlok Bitcoin

×

Ethereum Hari Ini 14 Juli 2026 Turun, Menyusul Anjlok Bitcoin

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Harga Ethereum Hari Ini 14 Juli 2026 Turun Ikuti Anjloknya Bitcoin

jurnalistik.co.id – Selasa, 14 Juli 2026, pergerakan harga Ethereum cenderung melemah seiring sentimen yang tertahan oleh pelemahan Bitcoin. Pada pukul 07.49 WIB, Ether turun 3,09% dalam 24 jam terakhir.

Dalam 1 jam terakhir, Ethereum justru tercatat menguat 0,48%. Namun, pada ukuran sepekan, harga masih turun 1,80% menuju angka 1.779,42 dollar AS.

Nilai setara rupiah yang dilaporkan mencapai sekitar Rp 32,2 juta dengan kurs Rp 18.109 per dollar AS. Adapun kapitalisasi pasar Ethereum pada periode yang sama tercatat 214,86 miliar dollar AS atau setara Rp 3,887 triliun.

Di sisi lain, pergerakan rata-rata dalam 24 jam menunjukkan penurunan 2,28%. Dengan demikian, meski ada lonjakan jangka pendek, tekanan jual tampak lebih dominan pada rentang waktu harian.

Perbandingan dengan harga malam sebelumnya Pada 13 Juli 2026 pukul 20.50 WIB, harga Ethereum berada di 1.766,6 dollar AS atau sekitar Rp 31,9 juta. Menjelang pagi ini, harga terus tertekan tetapi berusaha kembali menuju kisaran 1.786,0 dollar AS.

Dalam pembacaan 24 jam berikutnya, Ethereum juga disebut terkoreksi 3,26% hingga 1.777,95 dollar AS. Performa itu dinilai lebih lemah dibanding pasar kripto secara umum yang ikut melemah.

Penurunan Ethereum dikaitkan dengan turunnya Bitcoin. Aksi jual yang berkorelasi dengan pergerakan Bitcoin disebut menjadi salah satu pendorong utama pelemahan.

Selain faktor korelasi tersebut, teks sumber juga menyoroti tekanan yang lebih luas di pasar kripto. Pelepasan aset dengan leverage, lonjakan likuidasi, serta sentimen ketakutan disebut turut menekan pergerakan, karena Ethereum bergerak seiring penurunan Bitcoin sebesar 2,87%.

Dengan kondisi tersebut, pergerakan Ethereum pada 14 Juli 2026 terlihat berjalan dalam pola guncangan: ada pemantulan singkat, tetapi kecenderungan harian tetap menunjukkan melemahnya posisi harga. Fokus pasar pun tampak tertuju pada kelanjutan arah Bitcoin yang menjadi acuan utama pergerakan.

Jika dilihat lebih rinci dari pergerakan beberapa periode, pertemuan antara kenaikan jangka pendek dan pelemahan pada horizon yang lebih panjang terlihat cukup kontras. Meski dalam satu jam terakhir Ether sempat menguat tipis, gambaran sepekan tetap menunjukkan penurunan yang lebih jelas menuju 1.779,42 dollar AS. Kondisi semacam ini biasanya membuat pelaku pasar mempertanyakan apakah pemantulan yang muncul benar-benar berlanjut atau hanya jeda sebelum tekanan lanjutan.

Di sesi yang sama, angka-angka yang disampaikan juga mengindikasikan bahwa penyesuaian harga tidak berdampak kecil. Penurunan rata-rata 24 jam sebesar 2,28% mempertegas bahwa pergerakan harian cenderung berada di bawah tekanan, bahkan ketika ada lonjakan kecil sesaat. Pada sisi nilai tukar, harga Ether yang dilaporkan setara sekitar Rp 32,2 juta dengan kurs Rp 18.109 per dollar AS turut menggambarkan bagaimana perubahan harga kripto tetap terasa dalam ukuran rupiah, sehingga selisih harian menjadi lebih mudah diamati oleh pasar domestik.

Selain itu, besaran kapitalisasi pasar yang disebutkan—214,86 miliar dollar AS atau setara Rp 3,887 triliun—memberi konteks bahwa pergeseran harga terjadi pada skala yang besar. Dengan kapitalisasi sebesar itu, setiap koreksi yang berkaitan dengan pergerakan Bitcoin berpotensi memengaruhi sentimen secara lebih cepat. Dalam uraian yang disampaikan, pelemahan juga tidak hanya bersumber dari satu faktor korelasi, tetapi disebut turut dipicu oleh pelepasan aset berleverage, lonjakan likuidasi, serta sentimen ketakutan yang menambah daya tekan pada pergerakan Ethereum seiring Bitcoin turun.

Melengkapi gambaran tersebut, jarak pergerakan dari titik acuan malam sebelumnya hingga pagi ini menunjukkan adanya upaya penyesuaian namun belum mengubah kecenderungan. Ethereum pada 13 Juli 2026 pukul 20.50 WIB berada di 1.766,6 dollar AS, lalu mendekati kisaran 1.786,0 dollar AS menjelang pagi. Namun, dalam rentang 24 jam berikutnya harga tercatat terkoreksi 3,26% hingga 1.777,95 dollar AS, sehingga reli yang diharapkan belum cukup kuat untuk menghapus pelemahan. Karena itu, perhatian pasar disebut mengarah pada kelanjutan arah Bitcoin sebagai acuan utama pergerakan.