jurnalistik.co.id – Kesunyian di area semak belukar di samping RSUD Tengku Rafian Siak, Riau, mendadak pecah pada Selasa (14/7/2026) ketika seorang perempuan datang ke lokasi tempat jenazah suaminya ditemukan. Tangisnya terdengar histeris, seiring panggilan yang berulang-ulang kepada sang korban.
Perempuan itu adalah dr. YM (31), istri dari dokter residen PPDS Anestesi bernama Alex Cristo Loris. Di hadapan jasad suami, YM menyampaikan kalimat yang terdengar sangat memukul: “Sayang… ayo kita pulang,” yang diucapkannya berkali-kali.
Upaya penenangan dilakukan oleh petugas maupun warga yang berada di sekitar. Namun, kehilangan yang mendadak membuat tangis YM sulit mereda. Lokasi penemuan juga berada tidak jauh dari lingkungan rumah sakit, tepatnya sekitar lima meter dari pagar RSUD Tengku Rafian Siak.
Dokter PPDS ditemukan di luar pagar RSUD
Alex Cristo Loris merupakan dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Residen Anestesi. Ia ditemukan tidak bernyawa di semak-semak di samping RSUD tersebut, dalam kondisi yang membuat proses penanganan berlangsung dengan pengamanan di sekitar lokasi.
Informasi di lapangan menyebutkan Alex baru sekitar satu pekan menjalani penugasan di rumah sakit itu. Penemuan yang terjadi di area semak belukar membuat sejumlah pihak berusaha memastikan seluruh rangkaian peristiwa sejak korban terakhir kali terlihat.
Polisi kemudian melakukan langkah lanjutan untuk memastikan penyebab kematian. Hingga berita ini dimuat, hasil autopsi masih menjadi bagian penting yang ditunggu guna memperjelas temuan di lapangan.
Keluarga melaporkan Alex tak bisa dihubungi
Berita Terkait
Sebelum jenazah ditemukan, Alex dilaporkan tidak dapat dihubungi sejak Senin (13/7/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. YM, yang tinggal bersama Alex di asrama RSUD Tengku Rafian Siak, berulang kali mencoba menghubungi suaminya melalui telepon genggam.
Upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena ponsel Alex tidak aktif. Ketika kondisi itu berlanjut dan tidak ada kepastian mengenai keberadaan suami, YM mulai bergerak mencari di lingkungan rumah sakit. Ia mendatangi sejumlah ruangan dan menanyakan keberadaan Alex kepada rekan-rekan sejawat.
Namun, tidak ada pihak yang mengetahui ke mana dokter tersebut pergi. Kekhawatiran pun semakin meningkat sampai akhirnya ditemukan kabar yang berujung pada penemuan jenazah di lokasi dekat rumah sakit.
CCTV mencatat Alex terakhir berjalan sendiri
Untuk menelusuri kronologi, pencarian juga dilakukan dengan memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di lingkungan rumah sakit. Dari rekaman tersebut, Alex terakhir kali terlihat berjalan seorang diri.
Dalam rekaman yang menjadi bagian penelusuran, Alex disebut keluar dari area rumah sakit melalui pintu depan Pos Security II. Setelah keluar dari kompleks, Alex bergerak menuju area di luar RSUD sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di semak belukar sekitar lima meter dari pagar.
Temuan ini kemudian menjadi dasar penyidik untuk menyusun gambaran waktu dan arah pergerakan korban sebelum jenazah ditemukan. Dengan adanya petunjuk dari CCTV, polisi berupaya memastikan apakah ada keterlibatan pihak lain atau hal tertentu yang terjadi di luar pengamatan CCTV.
Di tengah penelusuran tersebut, YM tetap berada dalam duka yang mendalam. Kalimat “Sayang… ayo kita pulang” terus muncul berulang kali, menggambarkan keterkejutan saat mengetahui suaminya tidak dapat dihubungi sejak sore hari sebelumnya.
Hingga kini, proses penyelidikan masih menunggu hasil autopsi sebagai rujukan lanjutan untuk memastikan penyebab kematian Alex Cristo Loris. Sementara itu, polisi terus mengumpulkan keterangan dan menelusuri catatan pergerakan korban berdasarkan bukti-bukti yang tersedia.












