jurnalistik.co.id – Bursa saham AS menguat pada perdagangan Selasa (14/7/2026) setelah data inflasi periode Juni menunjukkan kenaikan harga yang lebih rendah dari perkiraan pasar.
Penguatan Wall Street dipimpin oleh saham-saham sektor semikonduktor yang bangkit setelah sesi sebelumnya mengalami aksi jual.
Indeks S&P 500 ditutup naik 0,38 persen ke level 7.543,59. Pergerakan ini mencerminkan respons pasar terhadap perubahan ekspektasi inflasi dan prospek kebijakan moneter.
Di saat yang sama, Nasdaq Composite menguat 0,9 persen dan berakhir pada 26.107,01. Kenaikan ini terjadi ketika pelaku pasar menilai data inflasi Juni memberikan sinyal yang lebih mereda dibandingkan proyeksi sebelumnya.
Sementara itu, Dow Jones Industrial Average hanya bertambah tipis, naik 9,63 poin atau 0,02 persen ke level 52.508,27.
Dow Jones tertahan oleh penurunan saham International Business Machines (IBM) yang merosot 25 persen. Pelemahan IBM terjadi setelah perusahaan memperingatkan laba kuartal II-2026 akan lebih rendah dari perkiraan, dipicu lemahnya permintaan pada bisnis perangkat lunak dan infrastruktur.
Di sisi lain, sektor semikonduktor menjadi penopang utama setelah tekanan jual pada sesi sebelumnya mereda. ETF VanEck Semiconductor (SMH) menguat 2,5 persen pada penutupan perdagangan.
Sejumlah saham besar di industri tersebut juga bergerak positif. Applied Materials dan Teradyne masing-masing naik lebih dari 3 persen, sedangkan Lam Research serta Micron Technology melonjak sekitar 5 persen.
Berita Terkait
STMicroelectronics ikut menguat dengan pertambahan lebih dari 2 persen. Pergerakan mayoritas saham semikonduktor ini sejalan dengan membaiknya sentimen pasar menyusul rilis data inflasi.
Faktor pendorong utama datang dari rilis Consumer Price Index (CPI) AS untuk Juni. CPI tercatat turun 0,4 persen secara bulanan (month to month/mtm), sehingga inflasi tahunan melandai menjadi 3,5 persen.
Angka tersebut dinilai lebih baik dibandingkan ekspektasi ekonom yang disurvei Dow Jones. Sebelumnya, pasar memperkirakan CPI hanya turun 0,2 persen secara bulanan, dengan inflasi tahunan tetap berada di level 3,8 persen.
Meredanya tekanan inflasi membuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed) pada tahun ini ikut menurun. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan Juli turun menjadi 17 persen dari sebelumnya 42 persen sehari sebelumnya.
Dengan kombinasi data inflasi yang lebih rendah dari dugaan dan rebound saham semikonduktor, indeks-indeks utama akhirnya ditutup menguat. Meski Dow Jones tertahan oleh pelemahan IBM, pasar tetap menunjukkan respons positif pada mayoritas sektor yang menjadi fokus perdagangan saat data CPI dirilis.
Setelah rilis CPI Juni tersebut, perdagangan bergerak dengan pola “penyesuaian ulang” terhadap prospek kebijakan. Perubahan ekspektasi ini ikut mengubah cara investor menilai daya tahan permintaan ke depan, sehingga ruang untuk reli pada saham pertumbuhan menjadi lebih terbuka dibandingkan sesi sebelumnya.
Revisi pandangan mengenai kenaikan suku bunga juga menjadi salah satu penentu arah. Ketika peluang The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan Juli turun menjadi 17 persen—dari 42 persen sehari sebelumnya—reaksi pasar cenderung mengarah pada aset yang sensitif terhadap sentimen suku bunga, termasuk saham-saham semikonduktor.
Meski begitu, dinamika pergerakan tidak sepenuhnya merata. Dow Jones tetap lebih lambat karena penurunan IBM yang mencapai 25 persen, yang membuat indeks tersebut tertahan, bahkan ketika banyak saham lain di sektor yang lebih luas menunjukkan pemulihan setelah tekanan jual.
Di sektor semikonduktor, pergerakan menguat secara lebih menyeluruh. ETF VanEck Semiconductor (SMH) naik 2,5 persen, sementara sejumlah emiten besar ikut terkerek: Applied Materials dan Teradyne masing-masing menguat lebih dari 3 persen, dan Lam Research serta Micron Technology bergerak naik sekitar 5 persen. STMicroelectronics juga ikut menambah kenaikan lebih dari 2 persen, memperkuat kesan bahwa sentimen yang membaik berawal dari respons terhadap data inflasi.












