Olahraga

Rooney: Penampilan Jude Bellingham vs Meksiko Mengingatkan pada Keane dan Gerrard

×

Rooney: Penampilan Jude Bellingham vs Meksiko Mengingatkan pada Keane dan Gerrard

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: World Cup 2026: Shades of Keane and Gerrard by Bellingham - Rooney

jurnalistik.co.id – Wayne Rooney memandang penampilan Jude Bellingham saat Inggris menghadapi Meksiko sebagai momen yang terasa seperti “jejak besar” para legenda. Menurutnya, kualitas itu mengingatkan pada Steven Gerrard dan Roy Keane di panggung-panggung paling menentukan.

Dalam laga babak 16 besar di Stadion Azteca, Bellingham—yang berusia 23 tahun—mencetak dua gol dalam rentang 98 detik. Inggris akhirnya menang 3-2 atas Meksiko meski berakhir dengan 10 pemain, sebuah situasi yang menurut Rooney membuat performa Bellingham semakin bernilai.

Kemenangan tersebut membawa Inggris masuk ke perempat final, dan mereka akan menghadapi Norwegia. Rooney menilai langkah itu penting bagi skuad yang sedang mengejar trofi mayor pertama sejak menjuarai turnamen pada 1966.

Rooney kemudian membandingkan dampak Bellingham dengan momen Gerrard ketika membantu Liverpool bangkit dari ketertinggalan 3-0 di final Liga Champions 2005 melawan AC Milan. Dalam partai tersebut, Liverpool mengejar sampai skor kembali imbang, lalu memastikan gelar melalui adu penalti.

Ia juga menyebut Keane, sosok yang menurut Rooney melahirkan pertunjukan yang menginspirasi Manchester United menembus partai final Piala Eropa 1999. Keane ikut mencetak gol saat United membalikkan defisit 3-1 secara agregat atas Juventus, meski saat itu ia diketahui tidak bisa tampil di final karena kartu kuning.

“Saya bilang Jude Bellingham akan punya permainan ketika kami butuh dia untuk mengangkat kami melewati semuanya,” kata Rooney dalam podcast BBC. Dalam kutipan itu, ia menegaskan pola yang sama antara Bellingham dengan Gerrard dan Keane—yakni pemain yang mampu menarik tim melewati momen sulit di laga besar.

Rooney melanjutkan, “Anda lihat Steven Gerrard melawan AC Milan di final Liga Champions 2005. Anda lihat Roy Keane melawan Juventus untuk Manchester United. Mereka membuat tim tetap hidup di laga-laga itu.”

Selanjutnya, ia menilai ada kesamaan pada cara Bellingham menghadirkan ancaman, mulai dari waktu gol, hingga cara ia mempengaruhi ritme permainan. “Saya merasa itu adalah tipe permainan Bellingham dengan dua golnya—ketepatan waktunya, keinginannya, kerja kerasnya, dan kelaparannya,” tambah Rooney.

Di pertandingan melawan Meksiko, Rooney menilai Bellingham layak mendapat angka sempurna “10 dari 10”. Ia menyebut penilaian itu mempertimbangkan “jebakan” yang mengelilingi jalannya laga, termasuk tantangan ketika Inggris harus menghadapi situasi yang tidak ideal di lapangan.

Salah satu momen yang membuat penilaiannya menguat adalah upaya Bellingham di saat-saat akhir sebelum jeda. Rooney menyoroti tackling terakhir yang ia lakukan untuk mencegah Cesar Montes, bek Meksiko, mencetak gol yang bila terjadi akan membuat skor menjadi 2-2 tepat menjelang turun minum.

Rooney juga menilai aspek defensif Bellingham memiliki bagian yang belum selalu sempurna, namun energi dan kemauannya untuk kembali jadi faktor penentu. “Kadang-kadang secara bertahan ia tidak selalu berada di posisi yang tepat, tetapi dorongannya untuk kembali, lalu melakukan tekel terlambat itu dan membantu rekan-rekannya ketika mungkin tidak berada di performa terbaik, itulah semuanya,” ucapnya.

Ia menutup dengan refleksi tentang standar “10 dari 10” yang sebenarnya menuntut banyak pertimbangan. “Saya merasa, saat Anda diminta menandai ‘10 dari 10’, Anda akan berpikir—apakah ia bisa melakukan sedikit lebih banyak agar tanda itu makin layak. Tapi saya merasa ini adalah pertandingan yang tepat untuk memberinya ‘10 dari 10’. ”

Dari sudut pandang Rooney, yang membuat Bellingham menonjol bukan hanya golnya, melainkan kombinasi antara timing, intensitas, dan kontribusi ketika tim sedang menghadapi tekanan. Itulah alasan ia melihat performa melawan Meksiko sebagai kemiripan karakter—dan dampak—yang pernah ditunjukkan Gerrard serta Keane pada masa keemasan mereka.