Hukum & Kriminal

Steve Rosenberg di luar restoran Moskow setelah ledakan menewaskan tiga orang

×

Steve Rosenberg di luar restoran Moskow setelah ledakan menewaskan tiga orang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Steve Rosenberg: Outside Moscow restaurant after bomb kills three

jurnalistik.co.id – Di Kudrinskaya Square, polisi kemudian menurunkan pembatas di luar restoran Italia Balzi Rossi setelah ledakan mematikan beberapa jam sebelumnya.

Para penyelidik juga telah meninggalkan lokasi, namun bekas serangan masih terlihat jelas di area sekitar.

Lokasi setelah ledakan

Di depan restoran, reporter BBC Russia Steve Rosenberg melihat jendela yang hancur dan dinding yang dipenuhi lubang kecil, tanda bahwa perangkat peledak meledak dengan dampak serius.

Pada malam Sabtu, kawasan itu sempat dikelilingi aparat bersenjata lengkap, sementara ambulans dan sejumlah kendaraan layanan darurat diparkir di luar.

Rosenberg berdiri dekat teras musim panas restoran saat suasana mulai mereda, setelah sebelumnya seluruh area berada dalam pengawasan ketat.

Korban dan dugaan prosedur serangan

Media pemerintah Rusia melaporkan sedikitnya tiga orang tewas dan 21 orang lainnya mengalami cedera.

Komite Nasional Anti-Terorisme Rusia menilai seorang perempuan dengan perangkat peledak rakitan sempat mencoba masuk ke restoran.

Dalam laporan-laporan media Rusia, perempuan itu disebut mungkin merupakan kurir yang berupaya mengantar paket untuk tamu pada sebuah fungsi pribadi, meski tidak menutup kemungkinan ia tidak mengetahui isi sesungguhnya kiriman tersebut.

Seorang penjaga keamanan dikabarkan mencegah perempuan itu untuk masuk.

Namun, beberapa saat setelah upaya tersebut, perangkat itu meledak.

Spekulasi daftar tamu dan respons otoritas

Setelah serangan, muncul laporan yang belum dapat dipastikan bahwa seorang perwira militer Rusia tingkat senior berada di restoran pada malam itu.

Meski demikian, hingga waktu yang disebut dalam laporan tersebut, belum ada konfirmasi resmi mengenai daftar tamu dan siapa yang sebenarnya menghadiri jamuan makan pribadi.

Pihak Kremlin juga belum memberikan komentar.

Berita yang sama juga menyebut adanya pernyataan dari Kedutaan Besar Rusia di Italia yang dipublikasikan pada hari Minggu.

Tuduhan ke Ukraina dari kedutaan Rusia

Dalam pernyataan itu, kedutaan menyalahkan serangan di restoran pada Ukraina.

Namun, pernyataan tersebut tidak menyertakan identifikasi siapa dari pihak militer Rusia yang diduga menjadi target.

“It is clear that when planning a terrorist attack on one of the best Italian restaurants in Moscow, the Kyiv terrorists wanted to scare Italians working in Russia…”, tulis kedutaan tersebut.

Percakapan dengan warga di Kudrinskaya Square

Di sekitar Kudrinskaya Square, Rosenberg menggambarkan percakapan dengan sejumlah warga yang cenderung mengaitkan ledakan di restoran dengan perang di Ukraina.

Ludmila mengatakan, “The explosions, the deaths, they frighten me,” lalu menambahkan bahwa ia menilai kejadian ini kemungkinan berhubungan dengan situasi perang.

“It’s probably linked to the war that’s going on,” kata Ludmila dalam penuturannya kepada reporter.

Galina menyampaikan kemarahan yang lebih langsung kepada pihak lain, termasuk ketika ia menyinggung dukungan Inggris untuk Ukraina.

Galina menyebut, “This is the work of Britain, this is your work,” sambil melanjutkan percakapan yang kemudian menjadi personal.

“I’ve seen you asking our president nasty questions,” kata Galina, sebelum menambahkan, “It makes me want to come up and punch you.”

Kesaksian Alexandra

Alexandra diceritakan tengah berjalan bersama anjingnya di dekat restoran ketika ledakan terjadi.

Ia mengatakan bahwa ia mendengar bunyi keras dan segera menyadari itu adalah ledakan, karena ia tinggal di gedung yang sama.

Menurutnya, “I heard a loud bang. I realised immediately that it was an explosion. I live here in the building. It’s terrible.”

Baginya, dampak yang ia rasakan bersifat langsung karena kejadian tersebut berlangsung di depan matanya.

Alexandra juga mengungkapkan bahwa ia kesulitan menerima kenyataan itu, dengan mengatakan, “I can’t get over this, I can’t,” serta menambahkan, “Because it basically happened right in front of me. It was terrible. I just don’t know how I’m going to get over this.”

Minimnya pemberitaan di televisi Rusia

Selain detail kejadian, laporan tersebut juga menyoroti bahwa ledakan di restoran tidak banyak mendapat sorotan di televisi Rusia selama akhir pekan.

Rosenberg menyebut, pada buletin berita pagi hari Minggu di Russia-1, siaran menampilkan liputan mengenai serangan terhadap Ukraina, perayaan Russian Paratroopers’ Day, serta Russian Railway Workers’ Day.

Pada saat yang sama, program itu juga membahas perkembangan terbaru terkait Donald Trump dan Iran.

Dalam konteks itu, tidak ada penyebutan mengenai ledakan di restoran Moskow.

Persepsi soal tujuan pengendalian informasi

Penulis laporan menilai bahwa kondisi tersebut dapat mencerminkan keinginan otoritas Rusia untuk menghindari munculnya rasa cemas di masyarakat.

Bagi Alexandra, kesimpulan itu justru terasa tidak menolong, karena baginya kejadian tersebut terlalu dekat dan terlalu nyata untuk dilupakan.

Ia menegaskan bahwa ia masih berjuang memulihkan diri setelah ledakan berlangsung di depan lokasi kesehariannya.