jurnalistik.co.id – Ledakan keras disertai kepulan asap pekat terjadi di salah satu kawasan pabrik di Mangkajang, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 09.00 Wita. Dentuman dari lokasi kejadian bahkan turut menggetarkan suasana di sekitar kawasan tersebut.
Sejumlah warga di sekitar Berau mengaku mendengar suara ledakan dengan jarak yang jauh. Mereka menyebut dentumannya terdengar hingga wilayah Gunung Tabur, bahkan sampai Sukan.
Tak lama setelah suara ledakan terdengar, asap tebal membumbung tinggi. Kepulan tersebut terlihat dari berbagai titik di sekitar area pabrik, sebelum akhirnya respons penanganan dilakukan.
Kendati sempat memicu kepanikan, proses pemadaman berjalan cepat. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka akibat peristiwa itu.
Gudang lama yang tidak lagi beroperasi
Salah seorang warga yang berada di dekat lokasi, Sabi (39), mengatakan bahwa gudang yang meledak merupakan bangunan lama yang sudah tidak lagi beroperasi. Menurutnya, bangunan itu sebelumnya dimanfaatkan untuk menyimpan sisa bahan produksi pembuatan kertas.
“Setahu saya memang sudah tidak dioperasikan lagi. Infonya cuma mau dipindahkan. Di dalamnya itu sisa-sisa bahan produksi lama, seperti bahan kimia yang dipakai untuk produksi kertas,” kata Sabi saat dihubungi, Rabu.
Ia menyampaikan lokasi gudang cukup jauh dari permukiman warga, sehingga dampak langsung terhadap masyarakat tidak terjadi. “Kalau ke kampung cukup jauh, puluhan kilometer. Jadi untuk masyarakat aman,” ujarnya.
Walau demikian, Sabi mengakui ada informasi beredar di masyarakat terkait jangkauan suara ledakan. “Informasinya begitu, ada yang bilang sampai Gunung Tabur, sampai Sukan juga terdengar. Tapi saya sendiri kurang tahu pastinya. Yang jelas memang suara ledakannya cukup besar,” katanya.
Berita Terkait
Ledakan satu kali, api kemudian padam
Sabi menyebut ledakan terjadi satu kali. Setelah momen ledakan itu, muncul kobaran api yang disertai asap pekat yang kemudian membumbung ke udara.
Ia menilai rangkaian kejadian berlangsung singkat. “Ledakannya cuma sekali saja, habis itu tinggal kepulan asap. Tidak sampai 15 atau 20 menit sudah padam. Gerak cepat dipadamkan,” ucapnya.
Dari penjelasan tersebut, proses peralihan dari ledakan menuju munculnya api sampai kepadaman terjadi dalam waktu yang relatif cepat. Respons pemadaman yang dilakukan membuat kobaran tidak sempat meluas dalam durasi panjang.
Peristiwa ini pun kemudian menjadi perhatian warga sekitar karena dentuman yang terdengar hingga area yang disebut jauh dari lokasi pabrik. Meski demikian, berdasarkan keterangan warga, jarak permukiman yang cukup jauh ikut menjadi faktor yang menahan risiko langsung terhadap masyarakat.
Sampai laporan disusun, pihak terkait juga belum menyampaikan adanya korban jiwa maupun luka akibat kejadian tersebut. Fokus penanganan tetap pada proses pemadaman dan memastikan situasi di kawasan pabrik kembali terkendali.
Warga juga menyebut peristiwa bermula pada pagi hari ketika aktivitas di sekitar kawasan pabrik relatif masih sepi. Setelah dentuman besar terdengar, sejumlah orang langsung mengamati arah kepulan asap dari lokasi kejadian yang tampak meningkat.
Dalam penuturan warga, gudang tersebut telah lama tidak dipakai untuk proses produksi. Bangunan tua itu disebut hanya menyimpan sisa material produksi kertas terdahulu, termasuk bahan-bahan yang sifatnya kimia dari aktivitas lama, yang kemudian menjadi sumber kejadian saat insiden berlangsung.
Walau suara ledakan sempat memunculkan kekhawatiran, informasi yang berkembang di masyarakat tetap mengarah pada situasi yang cepat dikendalikan. Api disebut tidak berlarut-larut, sementara pemadaman yang responsif membuat asap pekat berangsur mereda, dan sampai saat ini belum ada kabar korban jiwa maupun korban luka.












