jurnalistik.co.id – Shin Tae-yong meresmikan debutnya bersama Persija Jakarta ketika tim berjuluk Macan Kemayoran bertemu Persebaya Surabaya pada match Piala Presiden 2026. Laga tersebut berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo pada Minggu (26/7/2026) malam WIB, untuk fase Grup B.
Dalam kesempatan ini, Shin melakukan perombakan yang terlihat jelas pada komposisi awal. Ia menurunkan 11 pemain pertamanya dengan komposisi yang memadukan wajah lama dan rekrutan baru, sekaligus memberi ruang bagi beberapa pemain yang sebelumnya belum menjadi pilihan utama.
Dari daftar tersebut, Shin memakai empat pemain anyar sebagai bagian dari starting XI. Mereka adalah Aqil Savik, Denis Kolinger, Radovan Pankov, serta Victor Dethan yang langsung dipercaya mengisi skema 4-3-3 Persija sejak menit awal.
Selain pemain baru, Shin juga menghadirkan jejak kebijakan lamanya dengan menyertakan sejumlah mantan anak asuh ketika menangani Timnas Indonesia U23. Rio Fahmi, Fajar Fathurrahman, dan Witan Sulaeman sama-sama diturunkan, menambah nuansa akrab dalam formasi yang dijalankan Persija.
Satu nama yang menonjol pada lini depan adalah Agi Firmansyah. Ia mendapat tempat dalam susunan awal Persija, sementara empat pemain asing Persija lainnya memilih menunggu giliran di bangku cadangan, yakni Kyohei Yoshino, Kwon Chang Hoon, Stjepan Loncar, dan Kerim Memija.
Susunan pemain Persija dalam formasi 4-3-3 dipimpin Aqil Savik sebagai penjaga gawang. Di barisan belakang terdapat Rio Fahmi, Denis Kolinger, Radovan Pankov, dan Fajar Fathurrahman. Sementara itu, Fabio Calonego, Figo Dennis, serta Agi Firmansyah bergerak dalam pola yang mendukung permainan dari tengah dan sayap, dengan Eksel Runtukahu, Victor Dethan, serta Witan Sulaeman menjadi ujung serangan.
Berita Terkait
Di kubu Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares tidak banyak melakukan perubahan dibanding laga uji coba terakhir kontra PSIS Semarang. Yuran Fernandes dan Risto Mitrevski menjadi duet yang diandalkan di lini belakang, dibantu Arief Catur serta Jefferson Silva di sisi sayap.
Di tengah, Francisco Rivera dipercaya menjadi pengatur tempo bersama Toni Firmansyah dan Ricky Pratama. Untuk lini depan, Alex Martins menjadi tumpuan serangan dengan dukungan Miguel Pereira serta Malik Risaldi, sementara sebagian pemain baru Persebaya masih disimpan di cadangan dan berpeluang dimasukkan pada babak kedua.
Secara rinci, Persebaya memulai laga dengan Ernando Ari. Empat pemain belakang adalah Arief Catur Pamungkas, Jefferson Silva, Yuran Fernandes, dan Risto Mitrevski. Lini tengah diisi Francisco Rivera, Ricky Pratama, dan Toni Firmansyah, sedangkan trio depan adalah Alex Martins, Malik Risaldi, dan Miguel Pereira, dengan Bernardo Tavares sebagai pelatih.
Partai ini sekaligus menjadi penanda awal kiprah Shin Tae-yong bersama Persija pada edisi Piala Presiden 2026, tepat ketika kompetisi Grup B berjalan di Stadion Gelora Bung Tomo. Tempo laga malam itu menjadi ukuran pertama untuk melihat respons publik terhadap pembaruan skuad.
Dalam skema 4-3-3 yang dipilih, Aqil Savik berdiri paling depan menjaga gawang, sementara duet bek yang kokoh datang dari Rio Fahmi, Denis Kolinger, Radovan Pankov, dan Fajar Fathurrahman. Dari belakang, pengaliran bola kemudian ditopang Fabio Calonego, Figo Dennis, serta Agi Firmansyah yang mengikat sisi tengah dan sayap sebelum umpan mengarah ke Eksel Runtukahu, Victor Dethan, dan Witan Sulaeman.
Sementara itu, pilihan Shin tetap menyisakan beberapa nama yang bukan starter untuk menambah variasi pada fase berikutnya. Kyohei Yoshino, Kwon Chang Hoon, Stjepan Loncar, dan Kerim Memija ditahan di bangku cadangan, sedangkan Rio Fahmi, Fajar Fathurrahman, dan Witan Sulaeman menjadi jembatan kebiasaan Shin saat membesut Timnas Indonesia U23.
Di pihak lawan, Bernardo Tavares cenderung mempertahankan pola yang sama seperti saat menghadapi PSIS Semarang, dengan Yuran Fernandes dan Risto Mitrevski sebagai pondasi lini belakang. Francisco Rivera bertugas mengatur alur bersama Toni Firmansyah dan Ricky Pratama, lalu serangan dilekatkan pada Alex Martins bersama Miguel Pereira dan Malik Risaldi, sedangkan sejumlah pemain baru Persebaya berpotensi dimasukkan pada babak kedua.












