Olahraga

Anthony Joshua vs Kristian Prenga: Pilihan foto terbaik dari kemenangan Jeddah yang mempersiapkan duel Tyson Fury

×

Anthony Joshua vs Kristian Prenga: Pilihan foto terbaik dari kemenangan Jeddah yang mempersiapkan duel Tyson Fury

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Anthony Joshua v Kristian Prenga: Best pictures from Joshua's Jeddah win that sets up Tyson Fury fight

jurnalistik.co.id – Malam di Jeddah membawa Anthony Joshua melewati rintangan besar menuju pertarungan yang ia tunggu-tunggu melawan Tyson Fury, yang dijadwalkan berlangsung di tahun ini.

Pada usia 36 tahun, petinju Inggris itu memastikan kemenangan setelah sempat terpuruk di momen awal laga. Kristian Prenga, petinju asal Albania yang sebelumnya tidak terlalu dikenal, sempat membuat Joshua nyaris tersingkir dalam salah satu kejutan paling mencolok di tinju.

Rekor Joshua kini menjadi 30-4. Namun hasil itu tidak datang tanpa tanda bahaya, karena di ronde pembuka ia justru menjadi target serangan yang membuatnya terjatuh dua kali.

Ronde pertama: tekanan Prenga benar-benar terasa

Memasuki 20 detik pertama, Prenga berhasil menjatuhkan Joshua dengan pukulan yang mengubah ritme pertandingan. Tidak lama setelah itu, Joshua kembali harus menghadapi hitungan wasit menyusul serangan berikutnya.

Dalam fase itu, Prenga tercatat menjadi lawan ke-27 yang mampu menjatuhkan Joshua sebelum laga benar-benar bergeser. Lebih dari sekadar knockdown, situasinya menunjukkan Joshua belum menemukan cara paling tepat untuk merespons tempo serangan lawan.

Setelah terhempas dan kembali mengumpulkan tenaga, Joshua tidak tampak kehilangan arah sepenuhnya. Ia menunggu celah yang muncul dari perubahan dinamika pertandingan.

Ronde kedua: tangan kanan mengunci arah laga

Perubahan besar datang saat ronde kedua dimulai. Joshua bangkit dengan tempo yang lebih rapi dan mulai meladeni Prenga menggunakan serangkaian pukulan keras dari tangan kanan.

Rangkaian itu membuat Prenga akhirnya jatuh ke kanvas dan tidak mampu melanjutkan pertarungan. Dengan hasil tersebut, kemenangan Joshua juga memenuhi tujuan yang dibawanya ke Jeddah: memastikan duel besar melawan Tyson Fury tetap menjadi agenda utama.

Sesudah memastikan kemenangan lewat knockout di ronde kedua, Joshua juga menyampaikan pesan agar semua pihak tetap tenang. Pernyataan itu menegaskan bahwa ia ingin meredakan suasana setelah melewati momen yang sempat membuat pertandingan berbalik.

Latar emosional: tujuh bulan setelah kecelakaan di Nigeria

Laga ini terasa sarat emosi karena konteks perjalanan Joshua tidak ringan. Pertandingan di Jeddah hadir setelah kecelakaan di Nigeria tujuh bulan sebelumnya, saat Joshua mengalami cedera dan dua sahabat terdekat meninggal dunia.

Dalam persiapan sebelum bertanding, Joshua menyampaikan penghormatan kepada Sina Ghami dan Latif β€œLatz” Ayodele melalui perlengkapan yang ia kenakan. Bukan hanya soal hasil olahraga, kemenangan itu juga menjadi penegasan bahwa ia mampu kembali berdiri setelah masa yang berat.

Momen-momen setelah bel: pelan tapi bermakna

Gambar-gambar dari laga memperlihatkan bagaimana Joshua mengelola sorotan setelah badai ronde pertama. Ia menatap wasit ketika menjalani hitungan kedua di ronde pembuka, lalu mengekspresikan senyum ketika ia berhasil menemukan kembali jalannya.

Ketika momentum akhirnya berpihak padanya, Joshua terlihat menikmati respons penonton di Jeddah. Ada pula momen ketika ia menengadah seperti menumpahkan rasa lega setelah tugasnya selesai.

Setelah bel kemenangan, Joshua dan Oleksandr Usyk saling merangkul. Pelukan itu menjadi penutup yang menunjukkan betapa berat perjalanan menuju malam tersebutβ€”sekaligus betapa berarti kemenangan yang baru saja diraih.

Bagi Joshua, duel melawan Tyson Fury kini berada dalam genggaman rencana. Sementara itu, bagi Prenga, kekalahan ini menjadi pelajaran mahal, tetapi ia juga sudah membuktikan bahwa ia bisa memberi ancaman nyata saat laga memasuki bagian paling menentukan.

Karena itulah malam di Jeddah dapat dibaca sebagai titik tumpu: dari bahaya yang nyaris mengakhiri harapan, menuju keputusan yang menegaskan Fury tetap menjadi langkah berikutnya bagi petinju kelas berat Inggris itu.