jurnalistik.co.id – Kantor Staf Presiden (KSP) turun tangan untuk membantu perbaikan SD Negeri Tanggirejo di Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Langkah itu dilakukan menyusul kondisi atap sekolah yang mengalami ambrol pada bangunan kelas. Pada Sabtu (25/7/2026), proses perbaikan terlihat sedang berlangsung di area terdampak.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tampak tiga orang pekerja berjibaku membongkar bagian atap bangunan kelas yang rusak. Saat itu, ketiganya terlihat baru memusatkan pekerjaan pada bangunan ruang guru.
Di sekitar ruang yang terdampak, serpihan atap yang terlepas dikumpulkan perlahan. Sementara itu, puing-puing yang berada di dalam ruang belum tersentuh sepenuhnya pada jam tersebut.
Salah seorang pekerja yang masih melakukan pembongkaran menyampaikan bahwa pekerjaan membutuhkan waktu. Ia mengatakan, “Untuk pembongkaran dan pembersihan butuh waktu beberapa hari,” kata seorang pekerja yang masih berkutat hingga Sabtu sekitar pukul 15.00 WIB.
Di sisi lain, Kepala SDN Tanggirejo, Juwariyah, menceritakan bahwa sejumlah orang yang mengaku dari KSP mendatangi sekolahnya setelah ibadah salat Jumat. Kedatangan mereka terjadi di luar dugaan pihak sekolah.
Juwariyah mengaku terkejut saat rombongan tersebut datang secara mendadak. “Kami lagi di kantor, tiba-tiba didatangi 5 orang lebih yang naik mobil dan katanya dari Staf Kepresidenan. Mereka bertanya soal kerusakan SDN Tanggirejo,” kata Juwariyah, Sabtu.
Menurut Juwariyah, tim KSP kemudian meminta izin untuk melakukan pengecekan kondisi bangunan sekolah yang rusak. Setelah proses pengecekan berlangsung beberapa waktu, rombongan itu kembali meninggalkan lokasi.
Berita Terkait
Ia menuturkan bahwa pihak KSP menyampaikan rencana perbaikan ke depan kepada sekolah. “Mereka bilang, minggu ini bangunan yang rusak akan diperbaiki,” katanya lagi.
Juwariyah juga menegaskan bahwa pihak sekolah belum mengetahui secara rinci jumlah anggaran yang akan digelontorkan KSP untuk revitalisasi SDN Tanggirejo. Ia menyebut fokus utama adalah agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
“Prinsip saya, siapapun yang mau memperbaiki ya alhamdulillah silakan. Saya tidak tahu berapa biayanya, karena tim KSP sendiri yang mengerjakan,” kata Juwariyah.
Dengan adanya penanganan tersebut, harapan sekolah adalah perbaikan segera selesai. Juwariyah menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo yang disebutnya berkaitan dengan dukungan penanganan kondisi sekolah.
“Semoga segera rampung sehingga murid serta guru bisa nyaman dan aman dalam kegiatan belajar mengajar. Terimakasih Bapak Presiden Prabowo,” pungkas Juwariyah.
Sejumlah aktivitas perbaikan tampak masih berlangsung di titik yang mengalami kerusakan. Di lokasi, para pekerja terlihat membagi fokus kerja agar bagian yang harus dibongkar bisa ditangani secara bertahap, mulai dari penanganan elemen atap yang sudah tidak layak hingga penataan material yang terlepas di sekitar area terdampak.
Jelang proses pemeriksaan lanjutan, pihak sekolah juga terus mengikuti perkembangan di lapangan. Kepala SDN Tanggirejo menuturkan bahwa kedatangan tim dari Staf Kepresidenan tidak direncanakan sejak awal, sehingga sekolah sempat menyesuaikan informasi yang diminta rombongan. Setelah berdiskusi seperlunya, rombongan kemudian diberi akses untuk melihat langsung kondisi bangunan yang bermasalah.
Di sela pengecekan, komunikasi antara tim KSP dan sekolah berlangsung dalam suasana singkat namun terarah. Tim KSP disebut menyampaikan rencana penanganan ke depan, termasuk perkiraan waktu perbaikan pada pekan berjalan. Pihak sekolah menangkap bahwa tujuan utama dari langkah tersebut adalah memastikan proses belajar mengajar kembali dapat berjalan tanpa gangguan berarti.
Meski begitu, sekolah masih belum memiliki rincian angka anggaran yang akan digunakan untuk revitalisasi. Juwariyah menegaskan bahwa keputusan dan pelaksanaan perbaikan dilakukan oleh tim yang menangani pekerjaan, sementara sekolah lebih mengutamakan kelancaran aktivitas harian murid dan guru serta rasa aman saat kegiatan berlangsung. “Prinsip saya” yang disampaikan Juwariyah menunjukkan sikap terbuka terhadap bantuan, dengan harapan perbaikan segera tuntas.












