jurnalistik.co.id – Inggris memulai Commonwealth Games 2026 dengan harapan tinggi, namun langsung mendapat ujian berat saat ditumbangkan Australia 66-47 pada Pool A di The Hydro, Glasgow. Kapten Fran Williams menilai penampilan timnya belum sejalan dengan kemampuan terbaik mereka.
Williams menyebut permainan Inggris jauh dari standar yang mereka incar, “far from our best,” setelah The Roses tak mampu meredam permainan juara bertahan Commonwealth tersebut. Ia juga menegaskan, “That’s not the result we came for and not the performance,” sekaligus menyebut masalah utama ada pada respons terhadap intensitas fisik Australia.
“We didn’t cope well with their physicality. It’s really tough when a game blows out like that,” kata Williams kepada BBC Radio 5 Live. Menurutnya, ketika laga mulai melebar, tantangan untuk kembali masuk ritme permainan menjadi semakin sulit.
Australia tampil dominan sejak awal. Mereka langsung memimpin 18-11 pada kuarter pertama, sebelum memperlebar jarak menjadi 56-35 menjelang akhir kuarter ketiga. Pada fase-fase berikutnya, keunggulan tersebut semakin kokoh sehingga Inggris akhirnya harus menerima kekalahan dengan margin yang cukup lebar.
Di pihak Australia, Sophie Garbin menjadi mesin serangan dengan 41 gol dari 42 percobaan. Sementara itu, Olivia Tchine menjadi pencetak gol tertinggi Inggris dengan catatan 23 gol dari 25 percobaan—namun kontribusinya tidak cukup untuk menahan laju skuad Australia.
Kekalahan ini datang setelah Inggris sebelumnya menjalani laga pembuka yang cemerlang. Pada Sabtu, The Roses mengalahkan Irlandia Utara 83-34, tetapi pada hari Minggu mereka justru kalah oleh Australia 66-47. Perbedaan tempo dan gaya permainan kedua tim terlihat jelas, terutama dalam cara Australia mengendalikan jalannya pertandingan dari depan.
Berita Terkait
Dengan hasil tersebut, Inggris kini harus memikirkan laga berikutnya melawan Malawi pada Senin pukul 14:00 BST. Pertandingan selanjutnya akan menjadi kesempatan bagi tim untuk memperbaiki catatan Pool A dan menata ulang strategi setelah pertahanan mereka kesulitan menghadapi tekanan lawan.
Di belahan Pool B, Skotlandia juga mencatat kemenangan pertama mereka. Skotlandia meraih kemenangan 56-47 atas Wales, menambah dinamika persaingan di grup yang sama. Sementara itu, Inggris—yang pernah meraih emas pada 2018—ternyata gagal mencapai podium pada Birmingham 2022.
Rangkaian hasil dan kondisi skuad Inggris juga dipengaruhi perubahan personel karena cedera. Dari 12 pemain yang tergabung, hanya Eleanor Cardwell dan Imogen Allison yang memiliki pengalaman berlaga di Commonwealth Games. Cedera juga menyertai perjalanan tim, setelah dua peraih medali emas, Helen Housby dan Natalie Metcalf, mengundurkan diri akibat masalah betis pada Senin.
Saat aspek tim berjalan, perubahan di kursi kepelatihan turut menjadi bagian dari konteks kompetisi. Jess Thirlby mengundurkan diri sebagai kepala pelatih pada bulan Maret karena alasan keluarga, sehingga Anna Stembridge menangani tugas sebagai pelatih sementara. Stembridge pernah memimpin tim pada periode 2011 hingga 2015, dan kini kembali mengambil alih peran untuk menjaga arah pembinaan di Commonwealth Games 2026.
Uji nyata setelah kekalahan besar
Bagi Inggris, kekalahan 47-66 bukan sekadar angka di papan skor, tetapi juga sinyal perbaikan yang harus dilakukan secara cepat. Williams menekankan bahwa tim belum mampu menyesuaikan diri dengan karakter permainan Australia, dan ketika perbedaan semakin melebar, pemulihan tak lagi mudah dilakukan dalam satu pertandingan.
Meski demikian, laga-laga berikutnya akan menentukan apakah Inggris bisa kembali menampilkan konsistensi seperti yang mereka tunjukkan saat mengalahkan Irlandia Utara. Dengan tantangan berikutnya melawan Malawi, fokus tim diperkirakan akan kembali pada penyelarasan tempo, penguatan respon terhadap fisik lawan, serta upaya menjaga efektivitas penyerangan agar margin kekalahan tidak berulang.












