Internasional

Tajuk koran Rabu: ‘Profits of war’ dan ‘super-rain’

×

Tajuk koran Rabu: ‘Profits of war’ dan ‘super-rain’

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Newspaper headlines: 'Profits of war' and 'super-rain'

jurnalistik.co.id – Tajuk Rabu dari sejumlah surat kabar Inggris menyoroti dua tema yang kontras: keuntungan industri minyak di tengah perang Iran, serta “super-rain” yang menyusul bulan Juli terkering yang pernah tercatat. Di saat yang sama, pers juga membahas berbagai kontroversi lain, mulai dari pemantauan elektronik tahanan hingga kebijakan penjara dan perdebatan biaya perawatan.

Di halaman opini dan berita utama, Guardian menyoroti klaim bahwa perusahaan-perusahaan minyak telah meraup sekitar $90bn akibat lonjakan harga yang terjadi selama perang Iran. Laporan itu juga mengutip sebuah LSM lingkungan yang menuduh perusahaan “cashing in on human misery”, seraya menyatakan “climate crisis engulfs Europe.”

Masih dari kajian yang lebih luas, Guardian juga menekankan persoalan pemantauan dini pembebasan bersyarat. Menurut laporan, pelabelan elektronik yang akan dipakai untuk memantau pelaku saat masa pelepasan awal diduga “failing to alert the authorities of potential breaches”, sebagaimana disebut sebuah lembaga pengawas.

Sementara itu, Daily Star membuka dengan kisah yang terdengar dramatis: “Is it a bird? Is it a plane? No it’s.. super-rain”. Rubrik tersebut mengaitkan fenomena hujan lebat itu dengan catatan bahwa Juli di Inggris dan Wales merupakan yang terkering sepanjang sejarah versi Met Office.

Harian tersebut menggambarkan turunnya hujan sebagai peristiwa yang menandai kontras cuaca ekstrem. Gambar yang menyertai laporan menampilkan orang-orang di bawah payung.

Di sisi lain, i Paper mengangkat isu biaya layanan perawatan dan kemungkinan pembatasan bagi pihak swasta. Kertas itu melaporkan bahwa perusahaan-perusahaan swasta bisa menghadapi larangan atas praktik “profiteering to make care homes cheaper”.

Daily Express menempatkan perhatian pada situasi migran di Kanal Inggris. Judul yang diangkat adalah “migrants face new Channel peril” setelah 173 orang diselamatkan dari kebakaran yang terjadi di atas “mega dinghy”.

Masih dalam nada seruan, Daily Express menanyakan “how many more lives will you risk by doing nothing?” setelah insiden tersebut.

Perkembangan yang sama-sama menyentuh keselamatan juga muncul dalam liputan terkait pembebasan narapidana lebih cepat. Beberapa surat kabar melanjutkan pembahasan soal tersangka yang mendapat pelepasan lebih awal.

Metro menyoroti pengalaman seorang ibu, Jodian Taylor. Dalam laporannya, Metro mengutip bahwa “son’s killer” “is already set for freedom” setelah pelaku dijatuhi penahanan hanya setahun sebelumnya.

The Sun juga menampilkan nada yang tajam melalui headline “see you in court, PM”. Pada bagian yang lebih rinci, surat kabar itu menyebut para pembunuh “hero” PC Andrew Harper dijadwalkan dilepaskan, dan melaporkan bahwa Perdana Menteri Andy Burnham dapat menghadapi gugatan dari “furious cops”.

The Sun menyatakan bahwa keluarga PC Harper dipahami mendukung langkah hukum tersebut. Laporan itu juga mengutip Menteri Kehakiman Alex Norris yang mengatakan: “Were we not to make these changes, then we would run out of prison places in October or November.”

Telegraph turut memimpin dengan tema yang sama, yaitu para pelaku PC Harper yang “being set free”. Koran itu mengutip ketua Thames Valley Police Federation yang menyatakan ini “not justice”.

Telegraph juga menyinggung tuduhan lain dari Reform UK. Robert Jenrick dilaporkan menuduh pejabat Bank of England “work from beach”, setelah terungkap lebih dari 1.000 staf bekerja di luar negeri tahun lalu.

Daily Mail mengangkat persoalan kapasitas penjara lewat angka yang disebut berdasarkan data Kementerian Kehakiman (MoJ). Surat kabar itu menyebut “9,300 domestic abusers are set to be released” dalam skema untuk mengatasi penumpukan tahanan, dengan mengutip data MoJ yang dihimpun oleh Konservatif.

Daily Mail melaporkan bahwa pimpinan lembaga amal dan kubu Konservatif menuduh Burnham “putting vulnerable women at new risk”. Namun, seorang juru bicara MoJ kepada koran itu menyatakan angka tersebut “speculative”.

Financial Times membalik fokus ke isu industri teknologi dan pembiayaan infrastruktur. Dalam ruang utama, koran ekonomi tersebut menyebut Google telah menyusun program pendanaan infrastruktur senilai $200bn untuk memasok microchips bagi Anthropic.

Masih di halaman bisnis, Financial Times juga melaporkan gugatan terhadap pendiri Revolut. Gugatan sebesar €17.5m datang dari broker kapal pesiar, yang disebut “going behind its back”, dan dikaitkan dengan dugaan kegagalan membayar komisi atas kapal senilai €350m.

Menurut laporan, juru bicara family office pihak Storonsky menyatakan klaim tersebut “without merit and will be defended”.

Daily Mirror memilih sorotan yang bernuansa kampanye keselamatan jalanan. Koran itu merayakan bahwa kebijakan “knife amnesties” berarti ada “40 knives a day off our streets”, dengan pernyataan dari orang tua bahwa setiap pisau yang diserahkan adalah “is a life saved”.

The Times menekankan arah kebijakan fiskal dan narasi politik. Koran tersebut melaporkan bahwa pemerintah akan melakukan “borrowing splurge in bid to boost economy”.

Di bagian lain, The Times mengutip cerita mengenai pencalonan Burnham. Laporan itu menyebut bahwa ketika Burnham mengatakan ia akan mencoba menjadi perdana menteri, istrinya, Marie-France van Heel, mengatakan “not again”, dan Burnham membagikan cerita itu saat tampil di podcast “How to Fail”.

Secara keseluruhan, rangkaian tajuk Rabu memperlihatkan bagaimana pers Inggris meramu isu ekonomi, cuaca ekstrem, kebijakan pemasyarakatan, hingga perselisihan politik dalam satu agenda yang saling bersilangan. Dari lonjakan keuntungan hingga pertanyaan tentang keadilan penjara, masing-masing koran mengemasnya dengan fokus dan nada yang berbeda.