Hukum & Kriminal

Lynda La Plante Dilarang Mengemudi Enam Bulan, Meski Mengaku Bisa Mengakhiri Karier Menulis

×

Lynda La Plante Dilarang Mengemudi Enam Bulan, Meski Mengaku Bisa Mengakhiri Karier Menulis

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Author Lynda La Plante banned from driving for six months

jurnalistik.co.id – Lynda La Plante dijatuhi larangan mengemudi selama enam bulan oleh pengadilan, meski ia menyampaikan di persidangan bahwa sanksi itu akan membuatnya berhenti menulis.

Penulis dan penulis skenario asal Inggris berusia 83 tahun tersebut muncul di Lavender Hill Magistrates’ Court pada Senin untuk menghadapi perkara pelanggaran batas kecepatan, setelah mengaku bersalah atas pelanggaran yang dilakukannya.

Dalam keterangannya kepada majelis, La Plante mengatakan ia membutuhkan mobil untuk bertemu dengan para pelaku kejahatan serta sumber-sumber yang akan ia gunakan sebagai bahan riset karya fiksi berikutnya. Ia juga menyoroti bahwa larangan mengemudi akan mengganggu rutinitasnya membawa anjing penjaga, Theo, untuk berjalan di Roehampton Playing Fields.

La Plante menggambarkan beban emosional yang ia yakini akan muncul jika ia tidak bisa mengantar Theo setiap hari. Ia menyatakan, “I think the emotional turmoil of that would truly damn my career as a writer.” Ia menambahkan, “It’s very, very solitary and I work exceptionally hard and I would just stop.”

Majelis mendengar bahwa tuduhan yang ia hadapi berawal dari pengakuan bersalah yang ia sampaikan pada Senin terkait pelanggaran batas kecepatan 20 mph di dekat rumahnya. Pengadilan menyebut bahwa pelanggaran terjadi sebanyak lima kali antara November 2025 dan April tahun ini.

La Plante juga menjelaskan kemungkinan langkah yang harus ia ambil jika larangan mengemudi benar-benar berlaku. Ia mengatakan ia percaya Theo harus dialihkan ke pihak lain (rehoming) apabila ia tidak dapat membawa anjing itu berjalan setiap hari.

Di persidangan, disebutkan bahwa ia sudah memiliki sembilan poin pada SIM sebelum perkara ini diputuskan. Poin tersebut berasal dari tiga pelanggaran kecepatan sebelumnya, yaitu satu kasus pada Juni 2023, lalu pada Juni dan Juli 2025.

Dalam rangkaian pelanggaran yang terakhir, La Plante dikatakan mengemudi dengan kecepatan 24 mph sebanyak dua kali, 25 mph sekali, 26 mph sekali, dan 27 mph sekali. Seluruh kejadian itu, menurut keterangan perkara, terjadi saat ia sedang dalam perjalanan untuk membawa Theo berjalan setiap hari.

La Plante memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi yang melatarbelakangi kedekatannya dengan Theo. Ia menyatakan bahwa ia memperoleh Theo setelah kematian anjing lain, Hugo, yang menurutnya terjadi secara tidak terduga. Saat Hugo meninggal, ia mengatakan ia “lost it” dan “didn’t know what to do with [her] life”. Ia menambahkan bahwa kehadiran anjing barunya membantu proses berduka.

Pengadilan kemudian menyampaikan pertimbangan mengenai permohonannya. Hakim majelis, Mandy Lamplough, menyatakan bahwa La Plante belum memberikan bukti yang cukup untuk menunjukkan bahwa disqualifikasi mengemudi akan menimbulkan “exceptional hardship” atau kesulitan yang luar biasa baginya.

Atas putusan tersebut, La Plante didenda sebesar ÂŁ3.330 dan dijatuhi larangan mengemudi selama enam bulan. Putusan itu didasarkan pada akumulasi poin yang ia miliki, yang meningkat menjadi 24 setelah pelanggaran-pelanggaran terbaru.

Selain larangan mengemudi dan denda, pengadilan juga memerintahkan pembayaran biaya perkara sebesar ÂŁ130 serta victim surcharge atau pungutan untuk korban sebesar ÂŁ1.332.

Perkara ini menempatkan La Plante dalam sorotan publik, mengingat ia dikenal luas sebagai penulis kriminal terlaris. Ia paling terkenal karena menciptakan karakter Det Ch Insp Jane Tennison dalam serial Prime Suspect yang bernuansa keras dan lugas.

Sebelum sidang, La Plante juga menyampaikan keluhan terkait kondisi di jalan. Ia mengutarakan adanya rambu yang ia nilai “very confusing” di ruas A308 di Kingston-upon-Thames.

Dalam persidangan, inti argumen La Plante berkisar pada bagaimana aktivitas menulis dan riset fiksi bergantung pada kemampuan bergerak, termasuk untuk mencari informasi, bertemu narasumber, dan menjaga rutinitas dengan Theo. Namun, majelis tetap memutuskan sanksi sesuai akumulasi poin pada SIM.