jurnalistik.co.id – Walt Disney Co. kembali menaikkan harga layanan streamingnya untuk pasar Amerika Serikat. Ini menjadi kali keenam dalam enam tahun terakhir, langkah yang ditujukan untuk memperkuat kinerja divisi streaming yang dinilai penting bagi prospek perusahaan.
Khusus Disney+, perusahaan menetapkan kenaikan pada paket tanpa iklan. Biaya berlangganan naik 13% atau setara dengan US$2,50, sehingga menjadi US$21,49 per bulan.
Perubahan harga itu, menurut konfirmasi perusahaan, menyasar produk utama Disney+ untuk penonton yang memilih pengalaman tanpa iklan. Dengan penyesuaian ini, harga layanan premium Disney+ diposisikan lebih dekat dengan tarif paket serupa yang tersedia di pasar.
Hulu juga mengikuti pola penyesuaian yang sama untuk segmen tanpa iklan. Harga Hulu tanpa iklan meningkat sebesar jumlah yang identik, sehingga biayanya menjadi US$21,49 per bulan.
Selain itu, Disney+ dan Hulu dalam skema bundel ikut mengalami penyesuaian. Untuk paket keduanya yang sama-sama tanpa iklan, harga naik US$2 menjadi US$21,99 per bulan.
Perusahaan juga mengatur tarif untuk pelanggan yang memilih berlangganan dengan iklan. Disney+ dan Hulu dengan iklan, jika dipesan secara terpisah, dibanderol US$12,49 per bulan, dengan kenaikan sebesar 50 sen.
Untuk paket bundel Disney+ dan Hulu yang didukung iklan, harga bulanan tidak ikut berubah. Nilainya tetap berada di kisaran US$12,99 per bulan, sehingga pelanggan yang memilih opsi iklan tetap mendapatkan tarif yang sama seperti periode sebelumnya.
Berita Terkait
Penetapan ini membuat harga Disney+ tanpa iklan berada pada level yang lebih kompetitif di tengah persaingan layanan streaming. Sebagai pembanding, Netflix Inc. mengenakan biaya US$26,99 per bulan untuk layanannya tanpa iklan dengan resolusi 4K serta akses di berbagai perangkat.
Dalam strategi penetapan harga, Disney—seperti operator lain—memanfaatkan kecenderungan konsumen untuk tidak mudah membatalkan langganan ketika mereka memperoleh akses ke beberapa layanan sekaligus. Pendekatan bundling tersebut dirancang agar pengguna tetap bertahan karena layanan yang didapat lebih beragam dalam satu paket.
Dengan rangkaian penyesuaian ini, Disney menempatkan produk streamingnya dalam konfigurasi harga yang lebih seragam di lini Disney+ dan Hulu. Baik untuk segmen tanpa iklan maupun opsi berbasis iklan, perusahaan menyelaraskan tarif per bulan agar mencerminkan tujuan peningkatan laba dari bisnis streaming.
Secara keseluruhan, kenaikan yang berlaku mencakup beberapa skema berlangganan: paket tanpa iklan untuk Disney+ menjadi US$21,49 per bulan, Hulu tanpa iklan juga US$21,49, sedangkan bundel keduanya tanpa iklan naik menjadi US$21,99. Sementara itu, Disney+ dan Hulu dengan iklan secara terpisah naik ke US$12,49, dan bundel dengan iklan tetap di US$12,99 per bulan.
Dari seluruh skema yang diumumkan, pola penyesuaian terlihat mengikuti dua kategori besar: langganan tanpa iklan dan langganan dengan iklan. Pada opsi tanpa iklan, baik Disney+ maupun Hulu menerima penyesuaian yang membuat biaya bulanan menjadi US$21,49, sementara untuk paket gabungan keduanya tarif naik menjadi US$21,99.
Bagi pelanggan yang memilih model beriklan, tarif yang dikenakan untuk Disney+ dan Hulu bila berlangganan terpisah bergerak naik sebesar 50 sen hingga mencapai US$12,49 per bulan. Namun, untuk bundel Disney+ dan Hulu yang sama-sama berbasis iklan, perusahaan mempertahankan angka yang sama seperti periode sebelumnya, yakni US$12,99 per bulan.
Langkah penyamaan struktur harga ini juga menempatkan Disney+ dan Hulu dalam kerangka yang lebih seragam untuk berbagai pilihan penonton. Dengan demikian, perbedaan antara segmen tanpa iklan dan segmen beriklan tetap jelas, sekaligus memberi pelanggan gambaran biaya yang konsisten di lini layanan yang saling terhubung.
Secara kompetitif, kenaikan tersebut membuat Disney+ tanpa iklan berdiri pada level yang lebih mendekati standar tarif yang berlaku di pasar, terlebih jika dibandingkan dengan Netflix yang tercatat menetapkan US$26,99 per bulan untuk layanan tanpa iklan dengan resolusi 4K. Di sisi lain, pendekatan bundling dinilai dapat membantu menahan pelanggan agar tidak mudah membatalkan langganan ketika mereka memperoleh lebih dari satu layanan dalam satu paket.











