Teknologi

Laporan Sebut Server Telegram Asia (DC5) di Singapura Jadi Penyebab Gangguan

×

Laporan Sebut Server Telegram Asia (DC5) di Singapura Jadi Penyebab Gangguan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Dugaan Penyebab Telegram Alami Down atau Gangguan - Teknologi

jurnalistik.co.id – Platform pesan instan Telegram mengalami gangguan pada Selasa (8/9/2026). Sejumlah pengguna di kawasan Asia melaporkan kesulitan saat mencoba mengakses layanan.

Gangguan tersebut diduga terkait dengan server Telegram Asia, yang dikenal sebagai DC5. Pusat data itu berlokasi di Singapura dan menangani koneksi pengguna untuk wilayah tertentu.

Menurut penjelasan yang beredar, masalah pada pusat data dapat berdampak pada pengguna yang tersambung ke DC5, meskipun layanan Telegram tetap berjalan. Artinya, aplikasi bisa terlihat aktif, tetapi akses pengguna tetap bisa terganggu.

Informasi awal mengenai situasi ini disampaikan melalui akun media sosial X milik Defraud. Dalam unggahannya, Defraud menyebut server Telegram Asia (DC5) sedang down.

Defraud juga menuliskan bahwa akun dari wilayah tertentu, termasuk India, tidak dapat mengakses Telegram pada saat gangguan terjadi. Pernyataan tersebut kemudian direspons dengan laporan serupa dari sejumlah negara lain di Asia.

Laporan gangguan menyebutkan kasus muncul dari India, Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Thailand. Di beberapa lokasi itu, pengguna melaporkan pengalaman yang mengarah pada akses yang tidak stabil atau sulit dijangkau.

Selain negara-negara yang disebut secara spesifik, pengguna di belahan Asia lain juga dikabarkan mengalami masalah serupa. Penyebaran laporan ini menunjukkan bahwa dampak gangguan tidak hanya terbatas pada satu wilayah saja.

DC5 sendiri diposisikan sebagai salah satu pusat data Telegram yang melayani koneksi pengguna pada area tertentu. Dalam konteks ini, adanya gangguan pada DC5 membuat pengguna yang bergantung pada koneksi dari pusat data tersebut dapat ikut terdampak.

Dengan demikian, gangguan tidak selalu berarti seluruh sistem Telegram berhenti total. Lebih tepatnya, gangguan pada pusat data dapat menimbulkan hambatan akses, sehingga sebagian pengguna merasakan layanan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Pada hari yang sama, kabar mengenai DC5 yang bermasalah terus menjadi sorotan karena munculnya pernyataan dari akun yang menyampaikan pembaruan status gangguan. Melalui unggahannya, Defraud menegaskan adanya kondisi “down” pada server yang menampung koneksi di kawasan Asia.

Sejumlah laporan yang masuk menggambarkan bahwa pengguna dari berbagai negara mencoba mengakses Telegram tetapi menemui kendala. Pola laporan lintas negara ini kemudian memperkuat dugaan bahwa sumber masalah berada pada infrastruktur regional yang melayani banyak pengguna.

Dalam penjelasan yang beredar, DC5 juga disebut melayani pengguna di kawasan Asia, Oseania, serta Australia. Dengan cakupan tersebut, gangguan pada pusat data berpotensi memengaruhi akses di wilayah yang terhubung melalui jalur DC5.

Walau begitu, detail teknis mengenai apa yang menyebabkan gangguan tidak disebut secara rinci dalam informasi yang dipublikasikan. Yang dinyatakan secara eksplisit adalah status server DC5 yang sedang bermasalah dan dampak yang dirasakan pengguna.

Sejauh laporan yang ada, fokus pemberitaan berada pada keterkaitan antara gangguan akses Telegram dan server Telegram Asia (DC5) di Singapura. Pernyataan tersebut muncul bersamaan dengan kabar dari beberapa negara yang mengalami kendala saat mencoba menggunakan layanan.

Hingga laporan beredar, pengguna di sejumlah titik masih melaporkan kesulitan akses. Rentang negara yang terdampak—mulai dari India hingga beberapa negara Asia Tenggara—menjadi bagian dari gambaran bahwa gangguan bersifat regional.

Gangguan pada infrastruktur pusat data semacam ini biasanya membuat pengalaman pengguna berbeda-beda. Pada situasi yang sedang dilaporkan, kendala yang muncul paling terasa pada pengguna yang terhubung ke DC5, sebagaimana dihubungkan oleh pernyataan Defraud dan rangkaian laporan lintas negara.

Dengan adanya laporan dari beberapa wilayah, Telegram terus berada dalam sorotan hingga status akses pengguna kembali normal. Sementara itu, pembaruan yang mengaitkan DC5 di Singapura sebagai pusat masalah tetap menjadi rujukan utama dalam informasi yang beredar.