jurnalistik.co.id – Sebuah gangguan sistem kendali lalu lintas udara di Inggris pekan lalu memicu kekacauan perjalanan yang luas, hingga menyebabkan ribuan penerbangan batal dan ratusan ribu penumpang terdampak.
Pihak layanan navigasi udara nasional Inggris, Nats, menyatakan insiden tersebut berakar pada “software defect” atau cacat perangkat lunak.
Menurut Nats, dampaknya mencakup lebih dari 2.000 penerbangan yang dibatalkan. Ratusan ribu penumpang pun mengalami keterlambatan dan gangguan perjalanan panjang, bahkan sebagian harus tidur di lantai bandara atau terjebak di luar negeri.
Gangguan ini tidak hanya dirasakan di satu titik, melainkan merembet pada penerbangan yang masuk maupun keluar dari bandara-bandara utama. Di antaranya, Heathrow, Gatwick, Luton, dan Glasgow disebut ikut terdampak.
Insiden tersebut langsung memunculkan pertanyaan mengenai ketahanan dan kesiapan sistem Nats. Sejumlah maskapai juga mempertanyakan sikap dan posisi CEO Nats, Martin Rolfe, menyusul gangguan layanan yang meluas.
Di sisi lain, penumpang menyampaikan keluhan terkait dukungan yang mereka terima dari maskapai selama masa gangguan. Kekecewaan itu menguat karena banyak penumpang menghadapi kepastian keberangkatan yang berubah-ubah.
Pemerintah sebelumnya menyatakan serangan siber bukan penyebab yang dicurigai. Pernyataan itu muncul setelah adanya pembahasan publik mengenai kemungkinan peretasan atau gangguan digital yang lebih luas.
Langkah klarifikasi juga datang dari Kementerian Pertahanan (Ministry of Defence). Pihak MoD menolak laporan yang menyebut ada pesawat militer sebagai sumber masalah.
Dalam laporan awalnya, Nats menyebut cacat perangkat lunak terjadi pada sistem yang menjadi “underpins the management of UK airspace” atau penopang pengelolaan ruang udara Inggris.
Nats menambahkan bahwa masalah tersebut terjadi “in the space of a millisecond”, yaitu dalam rentang waktu sangat singkat. Hasilnya, sistem menghasilkan data yang terkorupsi, yang kemudian berdampak pada operasional penerbangan.
Permintaan maaf dan penegasan soal keselamatan
Berita Terkait
Martin Rolfe menyampaikan permohonan maaf kepada mereka yang terdampak. Ia menekankan bahwa Nats memiliki tugas untuk memastikan perjalanan berlangsung cepat tanpa keterlambatan yang tidak perlu, sembari tetap menjaga keselamatan penerbangan.
Dalam pernyataannya, Martin Rolfe berkata: “I would like to apologise again, very sincerely, to everyone who was affected last week.”
Ia melanjutkan: “It’s our job to get people where they want to go, quickly and without delay and we are devastated when that goes wrong.”
Rolfe juga menegaskan batas utama peran Nats terhadap keamanan operasional: “However, our primary role is to keep our skies safe, and everyone who flies through them.”
Ia menegaskan kembali bahwa tidak ada indikasi keselamatan dipertanyakan selama kejadian: “At no point last week was safety in question.”
Respons maskapai dan tantangan pemulihan layanan
Di lapangan, kekacauan yang dipicu kegagalan sistem menyebabkan proses penataan ulang jadwal berlangsung rumit. Banyak penumpang harus menunggu lebih lama dari rencana awal keberangkatan.
Sejumlah pihak, termasuk maskapai yang mempertimbangkan aspek manajemen setelah insiden, memandang peristiwa ini sebagai ujian ketahanan sistem Nats. Sementara itu, penumpang mengaitkan gangguan dengan kualitas dukungan yang mereka terima selama krisis.
Dengan klaim penyebab yang berasal dari “software defect” dan penjelasan bahwa masalah muncul dalam “millisecond”, fokus publik kini bergeser pada cara Nats mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Selain itu, lembaga dan maskapai juga kemungkinan akan meninjau ulang mekanisme respons ketika data sistem terdistorsi dan operasional harus dipulihkan cepat.
Bagi ribuan penumpang yang terdampak, dampaknya tidak berhenti pada pembatalan penerbangan. Gangguan tersebut juga membawa konsekuensi lanjutan berupa keterlambatan berhari-hari, pengalaman langsung terkait ruang tunggu bandara, serta keterbatasan mobilitas bagi mereka yang berada jauh dari tujuan awal.
Di tengah pertanyaan publik tentang ketahanan sistem layanan, Nats melalui pernyataan resminya menegaskan bahwa peran utama mereka adalah menjaga keselamatan penerbangan. Sementara itu, penjelasan soal cacat perangkat lunak menjadi landasan awal untuk evaluasi teknis dan tata kelola setelah insiden berlangsung.












