jurnalistik.co.id – Gangguan pada sistem kendali lalu lintas udara Inggris yang dikelola Nats diperkirakan masih terus menimbulkan penundaan pada Rabu, setelah ratusan penerbangan dibatalkan di berbagai wilayah.
Pihak pelacak penerbangan FlightRadar24 menyebut hingga 1.000 penerbangan berpotensi batal akibat kendala yang mengacaukan layanan air traffic control. Dampaknya ikut menjalar ke puluhan ribu penumpang.
Martin Rolfe, pimpinan Nats, menyampaikan permintaan maaf kepada publik dan mengatakan ada penyelidikan menyeluruh terkait penyebab masalah. Nats juga mengakui proses pemulihan berlangsung “longer than hoped”, atau lebih lama dari yang diharapkan.
Gangguan pada sistem pemrosesan data penerbangan
Menurut keterangan Nats, problem berada pada sistem pemrosesan data penerbangan yang digunakan untuk mengelola pergerakan pesawat oleh petugas pengendali. Sistem ini memproses rencana penerbangan dan informasi operasional lain, lalu terus memperbarui data saat pesawat melintasi ruang udara Inggris agar alur lalu lintas tetap aman dan teratur.
Rolfe juga menegaskan gangguan yang terjadi kali ini berbeda dengan insiden pada masa akhir pekan libur Bank Holiday Agustus 2023. Meski demikian, keterbatasan kapasitas tetap berdampak pada keberangkatan maupun kedatangan karena ruang di darat menjadi semakin sempit.
Dengan sedikit pesawat yang bisa lepas landas, pihak terkait memahami bahwa pendaratan pun mengalami pembatasan. Situasi tersebut ikut membuat sejumlah penerbangan dari bandara tujuan luar negeri tidak dapat berangkat seperti rencana.
Dampak di seluruh Inggris hingga Skotlandia dan Irlandia
Gangguan dilaporkan menyebar di berbagai bandara di Inggris dan melampaui batas wilayah negara. Bandara di Skotlandia maupun Irlandia juga melaporkan adanya gangguan layanan.
Dari sisi maskapai, EasyJet mencatat 200 pembatalan, sementara British Airways membatalkan lebih dari 100 penerbangan. Ryanair, sebagai maskapai berpenumpang terbesar di Eropa, melaporkan lebih dari 65.000 penumpang mengalami keterlambatan hingga delapan jam pada Selasa.
Berita Terkait
Di Bandara Heathrow, salah satu hub tersibuk di Eropa, keberangkatan sempat dihentikan sekitar waktu makan siang. Setelah arus kembali berjalan, pada sore hari gangguan kembali muncul dengan indikasi bandara kehabisan ruang untuk pesawat yang akan masuk karena tidak adanya keberangkatan yang normal sebelumnya.
Akibat penumpukan, 13 penerbangan tujuan Heathrow dialihkan ke bandara lain di Inggris dan Eropa.
Sejumlah bandara menyampaikan agar penumpang memeriksa status perjalanan sebelum berangkat ke bandara. FlightRadar24 menyebut bandara yang paling parah terdampak antara lain Heathrow, Gatwick, Manchester, dan Birmingham.
Respons maskapai dan pesan pejabat pemerintah
British Airways menyampaikan dalam pernyataan bahwa mereka mengantisipasi dampak lanjutan. “We were forced to cancel or divert more than 100 flights on Tuesday afternoon,” ujar juru bicara maskapai, “We’re doing everything we can to keep our customers updated and make arrangements for them to continue their journeys. We ask customers whose flights have been cancelled not to travel to the airport and to bear with us if they’re trying to get in touch, as our call centres are incredibly busy at the moment.”
Sementara itu, Menteri Perhubungan Inggris, Heidi Alexander, menulis bahwa pemulihan penerbangan tidak akan berlangsung seketika. Ia menyatakan, “it will take time to fully resume flights, so continue to check with airlines”. Dalam unggahan lain, ia menambahkan, “I am seeking assurances that lessons will be learned and systems that support aviation are up to the job,”
Kondisi di lapangan: penundaan berjam-jam dan antrean pesawat
Di Gatwick, Phil White dari Bexhill menceritakan bahwa penerbangannya ke Lanzarote sempat berjalan sesuai jadwal sampai pesawat akhirnya harus menunggu di apron. “We’ve been told the radar is down and we can’t take off,” katanya. Ia menuturkan bahwa suasana di kabin berlangsung normal, namun informasi dari pengendali lalu lintas udara tidak juga kunjung tersedia.
Ia menambahkan, “It’s comfortable enough but the pilots been on every 20 minutes saying they are waiting for information from air traffic control and when he finds anything out he will let us know.”
Penundaan juga dialami penumpang lain di Heathrow. Chloe Davis, 18, dari Cambridgeshire, mengaku sedang menunggu untuk terbang ke Orlando dengan pesawat Virgin, setelah dijadwalkan berangkat pukul 13:40 BST. “I’m not concerned, I would just like to know what’s going on,” ujarnya. Ia juga menggambarkan kondisi di area permukaan bandara: “There [are] planes parked up on the taxi way because there’s no gates for them to go to.”
Bahkan jika gangguan pada pemrosesan penerbangan sudah terselesaikan, gangguan tetap diperkirakan berlanjut karena antrean yang menumpuk. Rolfe menjelaskan bahwa proses pemulihan memang menuntut waktu, sehingga keterlambatan berpotensi bertahan sampai arus penerbangan kembali stabil.







