Peristiwa

Tiga Orang Dirawat di RS setelah Kebakaran dan Insiden Desak-desakan di Festival Barnet

×

Tiga Orang Dirawat di RS setelah Kebakaran dan Insiden Desak-desakan di Festival Barnet

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Three in hospital after fire and crush at festival in Barnet

jurnalistik.co.id – Tiga orang dilarikan ke rumah sakit setelah kebakaran kecil dan insiden desak-desakan di pintu masuk festival “Ghana Party in the Park”, juga dikenal sebagai Shattafest UK, yang digelar di Copthall Playing Fields, Barnet, London.

Insiden terjadi pada Sabtu, sekitar pukul 18:00 waktu setempat, dan membuat penyelenggara menghentikan jalannya acara lebih awal. Kepolisian Metropolitan (Met) menyebut kejadian itu bermula dari kebakaran dekat gerbang yang kemudian berimbas pada kepadatan.

Menurut Met, gerbang sempat ditutup sementara setelah api muncul di area sekitar gerbang. Saat pintu dibuka kembali, kerumunan yang menumpuk di sekitar akses masuk mengalami lonjakan massa.

Penyelenggara menyatakan keputusan untuk mengakhiri festival diambil dengan alasan keselamatan dan kesehatan. Dalam pernyataan mereka, hari itu digambarkan sebagai “one of the most difficult” dalam sejarah penyelenggaraan, sekaligus “deeply upsetting”.

Kronologi di lokasi

Pada awalnya, festival “temporarily paused” sementara petugas pemadam dan tim keselamatan acara menangani kobaran api kecil di pintu masuk. Penyelenggara kemudian melaporkan operasi normal kembali berjalan setelah area yang terdampak dinyatakan aman.

Penyelenggara menyebut, “Once the incident had been addressed and the affected area declared safe, normal event operations resumed.” Meski demikian, pada bagian hari yang sama, muncul “crowd surge” di pintu masuk yang berujung pada cedera bagi beberapa peserta.

Mereka menjelaskan lonjakan massa terjadi setelah gerbang dibuka kembali, sehingga situasi di area masuk menjadi tidak terkendali. Dalam konteks itu, penyelenggara menilai penutupan festival merupakan langkah paling aman yang dapat diambil.

Tindakan petugas dan jumlah korban

Di lapangan, petugas pemadam kebakaran, layanan ambulans, hingga air ambulance turut merespons kejadian tersebut. Penanganan awal juga dilakukan oleh petugas di lokasi, sebelum korban dibawa ke layanan medis lanjutan.

Met menyatakan pihaknya menerima laporan terkait “crushing” di area masuk. Petugas kemudian segera membentuk penghalang untuk merintangi kerumunan yang melonjak dan memisahkan mereka dari orang-orang yang terjatuh di lantai.

Selain pengaturan arus kerumunan, Met juga menyebut petugas memberikan pertolongan medis awal, termasuk cardiopulmonary resuscitation (CPR). Upaya ini dilakukan dalam upaya memastikan pertolongan cepat bagi orang-orang yang membutuhkan bantuan segera.

Secara total, 23 orang menerima bentuk bantuan, baik dari layanan darurat maupun tim medis acara. Dari jumlah tersebut, sembilan orang dinilai oleh London Ambulance Service.

Met menambahkan bahwa tiga orang kemudian dibawa ke rumah sakit. Kondisi mereka dinyatakan non-life-threatening, atau tidak mengancam jiwa setelah pemeriksaan.

Penyelenggara turut melaporkan bahwa “The event was ended early, and crowds left without further incident.” Dengan demikian, setelah proses penanganan berlangsung, acara diputus lebih cepat dan kerumunan diarahkan untuk meninggalkan lokasi tanpa insiden lanjutan.

Klarifikasi terkait isu yang beredar

Di tengah pemberitaan yang beredar, penyelenggara memberikan klarifikasi untuk menepis spekulasi. Mereka menegaskan bahwa tidak ada kejadian penusukan maupun kematian sebagaimana disebut-sebut oleh pihak tertentu.

Pernyataan penyelenggara berbunyi, “We would like to clarify that there were no incidents of stabbing and deaths as [was] being speculated.” Klarifikasi ini disampaikan untuk memastikan informasi di publik tidak keliru.

Sementara itu, penyelenggara juga menyampaikan doa dan permohonan agar para korban segera pulih. Mereka mengatakan, “We wish all those who sustained injuries a speedy recovery, and safe journey back home to everyone,” sebagai ungkapan perhatian sekaligus dukungan kepada para yang terdampak.

Dalam pernyataan yang sama, penyelenggara menempatkan kejadian tersebut sebagai bagian dari rangkaian insiden keselamatan yang menuntut keputusan cepat. Bagi mereka, penutupan acara dinilai sebagai pilihan terbaik untuk mencegah risiko bertambah di tengah kondisi kerumunan.

Hingga saat ini, otoritas dan penyelenggara masih berfokus pada penanganan dampak medis serta evaluasi jalannya prosedur keamanan di area pintu masuk. Insiden kebakaran kecil dan lonjakan kepadatan massa di gerbang menjadi sorotan karena keduanya terjadi secara beruntun, lalu memicu situasi yang sulit dikendalikan.

Kasus ini menunjukkan bagaimana perubahan cepat pada akses masuk acara—meski dalam durasi singkat—dapat berdampak besar pada keselamatan peserta. Dengan adanya respons petugas yang melibatkan pemadaman, pengaturan massa, serta pertolongan medis, proses penanganan korban dapat berlangsung meski situasi di lokasi sempat memanas.