jurnalistik.co.id – Kebakaran besar melanda Pasar Sepinggan, Kota Balikpapan, pada Jumat (31/7/2026) pagi, dan menghanguskan ratusan kios.
Berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya 230 petak kios disebut terdampak kebakaran.
Setelah api berhasil dipadamkan, BPBD Kota Balikpapan memusatkan langkah pada proses pendataan dampak sekaligus penyelesaian tahap pendinginan di lokasi.
Di sisi lain, dalam laporan awal juga disebut Disdag Balikpapan mencatat 40 kios terbakar pada peristiwa tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, menjelaskan bahwa angka 230 petak kios masih bersifat sementara karena verifikasi dilakukan bersama pengelola pasar dan Dinas Pasar.
“Untuk jumlah petak atau lapak yang terbakar, kami belum bisa memastikan karena masih menunggu data dari Dinas Pasar,” kata Usman, dikutip dari Tribun Kaltim, Jumat (31/7/2026).
Usman menambahkan, petugas belum dapat mendata secara menyeluruh karena masih terdapat material yang mudah terbakar di area kejadian.
Ia menyebut, proses pemadaman yang berlangsung hampir tiga jam tidak berjalan mulus karena kondisi lapangan menyulitkan akses penanganan.
Menurutnya, hambatan yang dihadapi antara lain akses masuk yang sempit, banyaknya kabel yang melintang di sekitar lokasi, serta situasi ketika pedagang berusaha menyelamatkan barang dagangan mereka di tengah kobaran api.
Usman juga mengatakan ada titik yang masih menyala, sehingga pendataan belum bisa dilakukan secara tuntas. “Sementara kami belum bisa mendata jumlah kios yang terbakar karena masih proses pendinginan. Ada satu titik yang masih berkobar karena diduga terdapat bahan yang mudah terbakar,” ujarnya.
Berita Terkait
Dalam upaya penanganan tersebut, BPBD mengerahkan seluruh personel bersama unsur gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, Pertamina, relawan, serta sejumlah instansi terkait.
Armada pemadam turut diperkuat dengan bantuan water cannon milik Polda Kalimantan Timur dan Sabhara Polresta Balikpapan.
Usman menyampaikan proses pemadaman berlangsung hampir tiga jam sejak laporan kebakaran diterima pada pagi hari.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Sementara itu, kerugian materi diperkirakan mencapai miliaran rupiah karena ratusan kios beserta barang dagangan di dalamnya hangus terbakar.
Meski api sudah dipadamkan, BPBD masih menekankan pentingnya penyelesaian pendinginan dan kelengkapan inventarisasi agar hasil pendataan dampak dapat memuat jumlah yang lebih akurat.
Dengan kondisi masih adanya material yang berpotensi terbakar ulang, BPBD memilih melanjutkan verifikasi lapangan sebelum menetapkan angka final jumlah kios yang terdampak.
Proses pendataan dampak kebakaran itu berjalan bertahap mengikuti kondisi di lapangan yang masih dipenuhi material mudah terbakar. BPBD menyesuaikan langkah dengan hasil verifikasi bersama pengelola pasar serta Dinas Pasar, sehingga angka yang lebih rinci baru dapat diputuskan setelah pemeriksaan dianggap tuntas.
Pihak BPBD juga menegaskan bahwa perbedaan angka yang muncul pada laporan awal—yakni ratusan petak yang disebut terdampak serta puluhan kios yang disebut terbakar—masih perlu diselaraskan lewat pendataan langsung. Proses ini dilakukan agar informasi yang kelak dirilis tidak hanya berdasarkan estimasi saat kejadian, tetapi juga merujuk pada inventarisasi di lokasi.
Dalam penanganan darurat, BPBD menyebut pemadaman tidak sepenuhnya mulus karena faktor akses dan kondisi teknis area. Akses masuk yang sempit, kabel yang melintang di sekitar titik kebakaran, serta situasi ketika pedagang berupaya menyelamatkan barang membuat upaya penanganan memerlukan penyesuaian di setiap fase.
Meski api sudah berhasil dipadamkan, BPBD tetap melanjutkan pendinginan dan monitoring titik yang diduga masih menyala. Dengan adanya satu titik yang masih berkobar dan diduga mengandung bahan mudah terbakar, verifikasi jumlah kios perlu ditunda sampai area benar-benar aman dan tidak berpotensi muncul kobaran ulang.












