Internasional

Trump: AS Tunda Serangan Baru ke Iran Jika Kesepakatan Segera Rampung

×

Trump: AS Tunda Serangan Baru ke Iran Jika Kesepakatan Segera Rampung

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Trump: AS Tunda Serangan ke Iran Jika Kesepakatan Cepat Tercapai - Market

jurnalistik.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya akan menunda serangan baru terhadap Iran apabila upaya menuju kesepakatan dapat segera rampung. Pernyataan itu disampaikan Trump melalui unggahan di Truth Social.

Dalam unggahannya, Trump menyebut ia telah menyetujui pembatalan serangan tersebut “dengan syarat dapat segera mencapai KESEPAKATAN,” dan menambahkan, “Kerjakan semuanya, dan selesaikan.” Ia juga menegaskan bahwa penundaan terkait dengan kondisi tercapainya kesepakatan secara cepat.

Trump kemudian menyinggung bahwa penangguhan ini berlaku mengikuti permintaan untuk menjaga ruang negosiasi. Ia menyebut adanya perlunya “menahan diri dari serangan apa pun karena batasan kesepakatan telah disepakati,” seperti yang ia sampaikan pada hari Sabtu.

Ia mengaitkan penundaan itu dengan poin-poin spesifik yang menurutnya termasuk dalam batasan kesepakatan. Trump menyatakan hal tersebut mencakup “PEMBUKAAN SELAT HORMUZ SECARA SEGERA, LENGKAP, dan TOTAL,” serta “mengakhiri ancaman nuklir Iran.”

Ungkapan Trump datang setelah sejumlah pihak di wilayah Timur Tengah, menurut klaim Trump, menyampaikan bahwa mereka tengah berupaya mencapai kesepakatan. Ia menggambarkan bahwa pembahasan tersebut diarahkan untuk menyelesaikan kerangka yang ia maksud sebagai persyaratan penangguhan serangan.

Sebelumnya, Axios melaporkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mendorong Trump untuk menahan diri dari serangan baru. Laporan itu menyebut dorongan tersebut dikaitkan dengan informasi dari orang-orang yang mengetahui percakapan yang terjadi.

Lebih lanjut, kantor berita Saudi pada hari Minggu mengatakan para penguasa de facto kerajaan itu menekankan perlunya dialog. Keterangan tersebut disampaikan dalam konteks panggilan telepon dengan Trump dan ditujukan untuk meredakan ketegangan.

Dengan demikian, isu penundaan serangan yang disampaikan Trump tidak hanya hadir sebagai pernyataan sepihak. Pernyataan itu juga ditempatkan dalam rangkaian komunikasi, termasuk dorongan dari otoritas Arab Saudi dan pesan tentang perlunya dialog guna meredakan ketegangan.

Trump menegaskan bahwa instruksi untuk menahan serangan mencerminkan batasan yang dinilai telah disepakati dalam proses menuju kesepakatan. Ia mengaitkan keberlanjutan langkah penangguhan dengan kepastian bahwa kesepakatan dapat dicapai “segera,” sesuai penekanan dalam unggahan di Truth Social.

Pada saat yang sama, bahasa yang digunakan Trump memperlihatkan bahwa kesepakatan yang ia maksud mencakup dua komponen utama. Komponen pertama adalah terkait “pembukaan Selat Hormuz” secara segera dan menyeluruh, sedangkan komponen kedua berkaitan dengan upaya mengakhiri ancaman nuklir Iran.

Dalam konteks itu, penundaan serangan baru yang diumumkan Trump diposisikan sebagai konsekuensi dari kemajuan negosiasi. Jika kesepakatan segera terpenuhi, Trump menyatakan bahwa serangan yang ia maksud dapat dibatalkan.

Keseluruhan pernyataan Trump menggambarkan bahwa arah kebijakan AS terhadap Iran sedang dipautkan pada hasil negosiasi yang sedang berlangsung. Baik unggahan Trump maupun pemberitaan sebelumnya menempatkan Arab Saudi dan negara-negara Timur Tengah lain sebagai bagian dari dinamika komunikasi menuju kesepakatan.

Meski begitu, rincian operasional mengenai kapan persyaratan itu dianggap terpenuhi tidak dipaparkan secara lebih detail dalam pernyataan yang disampaikan Trump. Yang ditegaskan adalah kaitan langsung antara penundaan serangan baru dengan tercapainya kesepakatan secara cepat, termasuk elemen terkait Selat Hormuz dan isu nuklir Iran.

Dalam bahasa yang ia pilih, Trump memandang penundaan serangan baru sebagai bagian dari proses yang bisa berubah cepat, bukan keputusan permanen tanpa prasyarat. Ia menekankan bahwa penangguhan tersebut tetap terkait kelulusan syarat menuju kesepakatan secara cepat, sehingga instruksi untuk menahan diri diposisikan sebagai langkah yang menjaga momentum negosiasi sekaligus membuka kemungkinan pembatalan serangan apabila kondisi yang disebut terpenuhi.

Selain menyoroti unsur-unsur kesepakatan, Trump juga menempatkan keputusan AS dalam rangkaian komunikasi dengan aktor-aktor kawasan. Pemberitaan sebelumnya menggambarkan adanya dorongan agar AS menahan serangan, termasuk melalui kabar yang menyebut peran Putra Mahkota Arab Saudi dan pernyataan dari kantor berita Saudi tentang perlunya dialog. Dalam kerangka itu, upaya meredakan ketegangan dipahami berjalan seiring dengan penataan ulang batasan yang, menurut Trump, harus dihormati hingga kesepakatan dapat dicapai sesegera mungkin.