Internasional

Trump Batalkan Serangan ke Iran: Kesepakatan Harus Bisa Diraih “dengan Cepat”

×

Trump Batalkan Serangan ke Iran: Kesepakatan Harus Bisa Diraih “dengan Cepat”

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Trump says he is cancelling strikes on Iran subject to 'rapidly' making deal

jurnalistik.co.id – Donald Trump menyatakan telah membatalkan serangan terhadap Iran dengan syarat kesepakatan dapat dicapai “secara cepat”. Pernyataan itu ia tulis dalam unggahan di Truth Social, bersamaan dengan sinyal bahwa pembicaraan memiliki batas waktu dan fokus yang jelas.

Dalam unggahan tersebut, Trump mengatakan keputusan untuk membatalkan serangan bergantung pada kemampuannya “membuat kesepakatan” secara cepat. Ia menambahkan bahwa kesepakatan yang dimaksud mencakup pembukaan segera Selat Hormuz, serta penghentian “ancaman nuklir Iran”.

Trump menyebut keputusan itu diambil bersama Israel. Ia juga menegaskan bahwa AS sejatinya “siap tempur” terhadap Republik Islam Iran dengan level kekuatan militer yang, menurutnya, tidak terlihat sejak Perang Dunia II.

Namun, Trump mengklaim serangan tersebut tidak jadi dilakukan setelah ia “diminta” untuk menunda. Permintaan itu, menurut pernyataan Trump, datang dari Iran dan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah lain untuk “menahan diri” agar ruang negosiasi dapat terbuka.

Ia juga memberi isyarat bahwa upaya menuju perjanjian telah mengalami kemajuan. Trump menyatakan bahwa “batas-batas” sebuah kesepakatan telah disepakati, termasuk rincian “pembukaan yang Segera, Lengkap, dan Total” atas Selat Hormuz.

Meski demikian, Iran belum memberikan respons atas pengumuman Trump. Di saat yang sama, laporan media AS sebelumnya menyebut Washington mungkin tengah menyiapkan gelombang serangan baru yang lebih intens terhadap Iran pada akhir pekan.

Teheran, dalam sejumlah pernyataan sebelumnya, menuduh AS tengah meningkatkan tensi. Pemerintah Iran juga menyebut bahwa negara regional yang bekerja sama dengan Washington akan “terjerumus” dalam kobaran perang.

Selain penyesuaian terhadap rencana serangan, pemerintah AS sebelumnya mengeluarkan imbauan keselamatan bagi warga negaranya di kawasan. Peringatan keamanan tersebut meminta warga untuk lebih waspada dan menyiapkan diri menghadapi kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan berkala ruang udara, serta gangguan perjalanan bila situasi memburuk.

Rencana serangan dan konteks eskalasi

Beberapa laporan menyebut AS dan Israel sedang merancang salah satu kampanye pengeboman paling keras terhadap target infrastruktur energi di Iran. Rangkaian rencana itu dilaporkan muncul dalam rapat kabinet Trump pada Jumat, sebelum para wartawan meninggalkan ruang pertemuan.

Dalam laporan tersebut, Trump terdengar menyampaikan bahwa mereka akan “memukul mereka” dengan keras. Kalimat itu ia ucapkan ketika media masih berada di ruangan, mengindikasikan pendekatan yang sangat agresif bila rencana berlanjut.

Menurut laporan, Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman berbicara dengan Trump pada Sabtu dan menyampaikan kekhawatiran. Kantor berita yang mengutip informasi tersebut menyatakan bahwa perhatian utama berada pada kemungkinan serangan yang akan dilakukan terhadap Iran.

Reuters juga melaporkan adanya panggilan telepon tersebut. Sementara itu, Axios menyebut perbincangan berlangsung dengan nada yang menekankan risiko dari eskalasi yang mungkin terjadi.

Dalam dinamika yang lebih luas, AS dan Iran terus terlibat dalam serangan timbal balik sejak jeda permusuhan pada April runtuh pada Juni. Memasuki pekan ini, AS mengatakan telah menyelesaikan “gelombang serangan berat” sebagai balasan atas upaya serangan rudal balistik terhadap pasukan AS di kawasan.

AS menyatakan melakukan blokade terhadap pelabuhan Iran dan membombardir situs-situs milik Iran. Di sisi lain, Iran juga melancarkan rudal dan pesawat nirawak ke aset AS di sejumlah negara di Timur Tengah, serta menarget pengiriman di Selat Hormuz, yang merupakan jalur air vital bagi pelayaran minyak global.

Serangan yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari. Sejak pecahnya perang, fluktuasi harga minyak dilaporkan mengalami perubahan signifikan, mencerminkan dampak langsung terhadap persepsi pasar atas ketegangan di kawasan.

Dengan pengumuman bahwa serangan dibatalkan bila kesepakatan dicapai secara cepat, pertanyaan berikutnya kini bergeser pada apakah pihak-pihak yang terlibat benar-benar bisa mengamankan komitmen inti tersebut. Terutama menyangkut pembukaan Selat Hormuz dan penghentian ancaman nuklir yang disebut Trump sebagai syarat utama.