Bisnis & Ekonomi

Warga Scunthorpe bereaksi atas keputusan pemerintah Inggris nasionalisasi British Steel

×

Warga Scunthorpe bereaksi atas keputusan pemerintah Inggris nasionalisasi British Steel

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Scunthorpe reacts to decision to nationalise British Steel

jurnalistik.co.id – Warga Scunthorpe, Lincolnshire, menyampaikan beragam respons setelah pemerintah Inggris memutuskan menasionalisasi British Steel. Keputusan itu diposisikan untuk melindungi pekerjaan dan menjaga kemampuan industri baja nasional.

Di Jubilee Park, Phil Tennyson berdiri menghadap area pabrik dan menatap menara pendingin yang menjulang di kejauhan. Ia mengajak cucunya yang berusia dua tahun bermain sambil menyimak kabar bahwa perusahaan itu kini diambil alih menjadi milik publik.

Phil mengatakan langkah tersebut “akan membantu mendukung masa depan bagi anak-anak dan cucu-cucu kami”. Namun, ia juga menyatakan pandangannya: “Saya tetap merasa kebijakan itu seharusnya tidak pernah diprivatisasi sejak awal.”

Baginya, pabrik baja adalah bagian dari keseharian yang sudah lama membentuk mata pencaharian di kota tersebut. Ia menggambarkan lingkungan kerja sebagai tempat “yang kotor” dan menuntut ketekunan, tetapi “pabrik-pabrik itu memberi penghidupan yang baik bagi banyak orang di sini, selama bertahun-tahun.”

Tahun lalu, pemerintah Inggris sudah mengambil alih pengoperasian British Steel di Scunthorpe, meski kepemilikannya masih berada di tangan kelompok Jingye Group asal Tiongkok. Nasionalisasi memberi pemerintah keleluasaan untuk menentukan arah masa depan pabrik, sekaligus mempertahankan operasi tungku sembur (blast furnace).

Meski menyambut keputusan itu, Phil tetap berhati-hati terhadap tantangan ekonomi. Ia menilai skema ini harus menjawab masalah persaingan: “Saya tidak tahu bagaimana ini akan tetap menguntungkan ketika mereka bersaing dengan baja impor yang lebih murah dari luar negeri.”

Ia juga membandingkan perubahan skala tenaga kerja dari masa lalu hingga sekarang. “Industri ini tidak seperti dulu. Pada awal 1970-an, 22.000 orang bekerja di pabrik. Sekarang jumlahnya kurang dari 3.000, walaupun masih ada banyak pihak lain di rantai pasok, toko, dan seterusnya yang bergantung padanya.”

Robert Smith, 61 tahun, yang bekerja di pengelolaan lalu lintas, mengatakan nasionalisasi “harus dilakukan”. Baginya, British Steel dibutuhkan untuk kepentingan pertahanan: “Kita perlu British Steel untuk pertahanan.”

Pemerintah, menurut Robert, ingin memastikan dua blast furnace terakhir di Scunthorpe tetap beroperasi. Dua tungku itu menjadi satu-satunya sumber “baja virgin” di Inggris, yakni baja baru yang diproduksi langsung dari bijih besi; bila tungku ditutup, Inggris akan menjadi satu-satunya negara anggota G7 yang tidak memiliki kemampuan membuatnya.

Di sekitar Lincoln Gardens Primary School, Pat Stephenson (83) dan Brenda Ovenden (72) berjalan di depan sekolah. Pat pernah bekerja di kantor pabrik pada era 1950-an dan 60-an, dan menyampaikan keraguannya atas efektivitas kebijakan: “Saya tidak tahu apakah nasionalisasi British Steel akan berhasil. Baja masih penting bagi Scunthorpe, tetapi orang-orang sudah terbiasa ketika ukurannya tidak sebesar dulu.”

Ia merujuk pada laporan yang sebelumnya dirilis. Pada bulan Maret, National Audit Office menyatakan pabrik baja Scunthorpe menanggung biaya sekitar ÂŁ1,3 juta per hari bagi pemerintah.

Beberapa ratus meter dari taman, Bradley Woodley (31) duduk di bangku bersama putranya yang berusia 12 tahun. Ia mengatakan rekan-rekannya “cukup banyak” bekerja di pabrik tersebut, sehingga perubahan kepemilikan dianggap sebagai kabar baik.

Bradley menilai pengambilalihan oleh pemerintah adalah langkah untuk menjaga industri sekaligus kota. “Ini tentang melindungi industri, dan juga Scunthorpe, untuk generasi mendatang seperti anak saya.”

Putranya mengatakan ia bercita-cita menjadi pemain sepak bola, tetapi tidak menutup peluang bekerja di sektor baja. “Kerja kerasnya memang berat,” kata Bradley sambil tertawa.

Di area menuju pusat kota, Tym Wrona (20) terlihat berjalan. Ia merupakan mahasiswa fisika di Durham University yang sedang libur musim panas. Tym menyatakan baja “ada di mana-mana” di Scunthorpe, dan menyebut keputusan pemerintah sebagai hal yang baik karena “akan melindungi pekerjaan lokal.”

Lebih jauh, Shirley Armer (60) yang sedang mengajak anjingnya berjalan menyebut keputusan itu “fantastic news”. Ia menegaskan keunikan produksi: “Kami menghasilkan virgin steel—dan itu berkualitas tinggi.”

Shirley meyakini pemerintah “tidak punya pilihan lain” selain menasionalisasi. “Inggris tidak mampu kehilangan industri baja. Saya mendukung nasionalisasi industri dan layanan kunci, tetapi harus dilakukan dengan kecerdasan dan pemikiran yang nyata agar bisa berjalan untuk kepentingan masyarakat.”

Ia menutup dengan sikap menunggu perkembangan: “Kita lihat saja apa yang terjadi.”