Olahraga

Xavi dan Mascherano: Nuansa Barcelona Menguat pada Final Spanyol vs Argentina Piala Dunia 2026

×

Xavi dan Mascherano: Nuansa Barcelona Menguat pada Final Spanyol vs Argentina Piala Dunia 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Xavi dan Mascherano Melihat Jejak Barcelona di Final Piala Dunia 2026

jurnalistik.co.id – Final Piala Dunia 2026 mempertemukan Spanyol dan Argentina, namun bagi dua legenda Barcelona, pertandingan itu juga memperlihatkan betapa “jejak” klub Catalan masih terasa kuat di banyak sisi—baik di lapangan maupun dalam cara kedua tim membentuk pemain.

Xavi Hernandez dan Javier Mascherano membahas pengaruh Barcelona saat menghadiri sebuah acara di Rockefeller Center, New York, menjelang partai puncak. Mereka berada di depan replika trofi Piala Dunia berbahan LEGO, sebuah penanda bahwa momen besar tinggal beberapa langkah lagi.

Menurut Xavi, hubungan itu tampak dari komposisi Spanyol yang berisi sejumlah pemain jebolan akademi La Masia. Di kubu La Roja, nama seperti Lamine Yamal dan Pau Cubarsi disebut menjadi bagian dari kedalaman talenta yang mengalir dari tradisi akademi tersebut.

Di sisi lain, Argentina juga tidak lepas dari pola yang serupa. Lionel Messi—yang merupakan produk akademi Barcelona—masih menjadi poros permainan tim asuhan tersebut di Piala Dunia 2026, termasuk saat mereka menapaki babak-babak penting.

Ikatan Xavi dengan Timnas Spanyol, pada akhirnya, bukan sekadar pengetahuan sepak bola modern. Ia pernah menjadi bagian dari skuad juara Piala Dunia 2010, dengan gaya bermain yang kerap dikaitkan dengan tiki-taka. Bagi Xavi, memori itu membuatnya lebih mudah melihat pola-pola yang muncul saat Spanyol berusaha menjaga identitasnya di panggung turnamen terbesar.

Mascherano memiliki sudut pandang berbeda, tetapi sama-sama berangkat dari pengalaman bersama Messi. Ia pernah menjadi rekan setim Messi di Barcelona maupun Argentina, lalu kemudian melatihnya di Inter Miami hingga awal tahun ini. Perjalanan tersebut membuat penilaian Mascherano terhadap sang pemain tidak datang dari teori, melainkan dari kedekatan yang panjang dalam konteks kompetisi nyata.

Dalam pandangannya, usia tidak lantas menghapus nilai yang dibawa Messi bagi Argentina. Meski kini berumur 39 tahun, Mascherano menilai Messi tetap menjadi sosok yang sulit digantikan dalam struktur tim.

Mantan gelandang bertahan Barcelona itu bahkan memberi penegasan yang sangat tegas saat berbicara tentang Messi. “Dia istimewa, Anda tahu? Anda tidak bisa membandingkannya dengan siapa pun. Dia berbeda, benar-benar berbeda,” kata Mascherano, dilansir dari Reuters, Sabtu (18/7/2026).

Mascherano menambahkan bahwa setiap kali menyaksikan Messi, ia selalu merasakan adanya momen yang tidak bisa diprediksi dari pemain lain. “Selalu ketika kita melihatnya, selalu ada kejutan karena dia melakukan banyak hal yang tidak akan pernah kita lihat pada pemain lain. Jadi, saya pikir di masa depan, akan sulit untuk menemukan pemain seperti dia. Saya pikir itu mustahil.”

Pujian itu bukan berhenti pada karakteristik umum permainan, melainkan juga berhubungan langsung dengan cara Messi memimpin tim ketika tekanan meningkat. Xavi, yang juga mengaku dibuat kagum, menempatkan hal itu pada satu peristiwa spesifik menjelang final.

Ia menyinggung pertandingan semifinal ketika Argentina menyingkirkan Inggris dengan skor 2-1. Xavi mengatakan ia menonton laga tersebut bersama Mascherano, sehingga obrolan mereka tentang Messi berlangsung di waktu yang sama dengan momen-momen kunci di lapangan.

Xavi menceritakan kembali reaksi yang muncul saat melihat performa Messi. “Kami menonton pertandingan bersama, dan dia berkata kepada saya, ’39 tahun, dan apa yang dia lakukan?’ Sungguh menakjubkan,” ujar Xavi.

Bagi Xavi, kalimat itu merangkum bagaimana Messi masih mampu menciptakan pengaruh yang nyata meski tidak lagi berada di fase usia puncak. Dari sudut pandangnya sebagai mantan pelatih Barcelona, hal tersebut ikut mempertegas bahwa Barcelona meninggalkan warisan gaya dan cara berpikir sepak bola kepada pemain-pemain yang berkembang dari sistem mereka.

Lebih jauh, Xavi kembali menegaskan posisinya terhadap Messi dalam sejarah sepak bola. Ia menyebut pemain Argentina itu sebagai yang terbaik yang pernah ada, sekaligus menilai Messi masih mampu “membuat perbedaan” di lapangan ketika pertandingan membutuhkan jawaban cepat.

“Menurut saya, dia yang terbaik dalam sejarah. Dan dia masih membuat perbedaan di lapangan. Dan ambisinya, sikapnya, dia seorang pejuang. Dia benar-benar yang terbaik.”

Dengan dua penilaian yang sama-sama kuat—satu menyoroti identitas La Masia di Spanyol, dan satu lagi menekankan pengaruh Messi sebagai produk Barcelona—final Spanyol vs Argentina terasa seperti lebih dari sekadar duel taktik. Di mata Xavi dan Mascherano, pertandingan itu menjadi cermin tentang kesinambungan tradisi sepak bola Catalan yang terus hidup, lewat pemain-pemain yang lahir dari sistem yang sama dan melalui sosok yang tetap menentukan arah permainan.

Menjelang final Piala Dunia 2026, perhatian pun mengerucut pada bagaimana Spanyol menjaga ruh permainan para pemain akademi, sementara Argentina mengandalkan eksekusi dan insting Messi. Di situlah “nuansa Barcelona” yang disebut Xavi dan Mascherano bukan sekadar slogan, melainkan narasi besar yang terlihat dari nama, peran, dan dampak yang ditinggalkan para pemainnya di lapangan.

Final kali ini, pada akhirnya, mempertemukan dua tim dengan cerita yang saling bersilangan: Spanyol membawa karakter La Masia melalui figur-figur muda, Argentina memegang kendali melalui Messi. Dan di luar lapangan, dua legenda Barcelona berdiri di Rockefeller Center dengan satu pandangan yang sama—bahwa pengaruh klub Catalan tetap terasa ketika dunia menutup turnamen dengan pertandingan paling ditunggu.