Daerah

Bobby Nasution Komitmen Revitalisasi Situs Megalitik Tetegewo demi Warisan Leluhur Nias

×

Bobby Nasution Komitmen Revitalisasi Situs Megalitik Tetegewo demi Warisan Leluhur Nias

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Lestarikan Peradaban Leluhur, Gubernur Bobby Berkomitmen Revitalisasi Situs Tetegewo

jurnalistik.co.id – Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan komitmen untuk merevitalisasi Situs Megalitik Tetegewo di Kepulauan Nias. Langkah itu, menurutnya, perlu dilakukan agar warisan peradaban leluhur tetap terjaga dan tidak hilang ditelan waktu.

Situs Megalitik Tetegewo menyimpan ratusan artefak batu berusia ribuan tahun. Nilai sejarah dan budayanya dinilai sangat penting bagi masyarakat adat Nias, sehingga perawatannya tidak bisa ditunda.

Revitalisasi sebagai bentuk penjagaan

Bobby menegaskan bahwa penataan dan revitalisasi dilakukan karena situs tersebut merupakan peninggalan sejarah. Ia menyebut, inti dari upaya tersebut adalah memastikan batu-batu yang ada tetap terjaga keberadaannya.

“Jadi, karena ini peninggalan sejarah, penting bagi masyarakat adat Nias, maka harus dijaga. (Hal) yang terpenting bagaimana kami bisa merevitalisasi situs ini dan yang lainnya agar batu-batu yang ada ini tetap terjaga,” ujar Bobby dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (18/7/2026).

Bobby menyampaikan revitalisasi juga mencakup aspek fisik maupun pengelolaan kawasan. Dengan pendekatan menyeluruh, ia berharap situs dapat dirawat secara baik sekaligus dikelola agar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.

Menurutnya, upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat promosi Tetegewo sebagai salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Kepulauan Nias. Targetnya bukan hanya memperbaiki lokasi, tetapi memastikan keberadaan artefak dapat dikenali dan dipahami dengan lebih baik.

“Kami ingin membangun Nias. Untuk situs peninggalan sejarah ini bukan hanya (revitalisasi) tempatnya saja, tetapi bagaimana keberadaan artefak-artefak ini bisa menjadi masukan untuk masyarakat dari sisi wisatanya. Ini tugas kita bersama, dan kami Pemprov Sumut akan merevitalisasinya,” tegas Bobby.

Kunjungan bersama duta besar dan warga setempat

Pernyataan tersebut disampaikan Bobby saat mengunjungi Situs Megalitik Tetegewo bersama Duta Besar (Dubes) Perancis Fabien Penone. Kunjungan berlangsung pada Jumat (17/7/2026) di Desa Hilisao’ötö, Kecamatan Siduaori, Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Sumut.

Dalam kunjungan itu, Bobby dan rombongan berjalan kaki sekitar 200 meter dari titik pemberhentian kendaraan menuju lokasi situs. Sepanjang jalur menanjak, mereka mendengarkan penjelasan warga mengenai sejarah keberadaan Tetegewo sebagai peninggalan leluhur yang pernah bermukim di kawasan perbukitan.

Di lokasi, Bobby menyimak kisah mengenai susunan batu-batu megalitik beserta berbagai ukiran dan artefak yang menjadi jejak peradaban masyarakat adat Nias. Susunan batu tersebut diyakini memiliki kemiripan dengan pondasi rumah adat Nias yang hingga kini menjadi identitas budaya masyarakat setempat.

Kedatangan Bobby bersama rombongan juga disambut antusias oleh masyarakat. Ratusan warga memadati kawasan Situs Megalitik Tetegewo untuk menyapa dan mengabadikan momen melalui foto bersama.

Harapan agar akses dan penataan ditingkatkan

Salah seorang warga Nisel, Hulu, mengaku bangga atas perhatian yang diberikan Gubernur Bobby terhadap pembangunan di Kepulauan Nias. Ia menilai perhatian itu mencakup pelestarian situs sejarah yang berada jauh dari pusat kota.

“Kalau tempat ini bisa dibangun lebih bagus lagi, kami tentu sangat berterima kasih. Apalagi kami dengar, Pak Gubernur sudah berapa kali datang ke Nias. Ini menambah harapan kami supaya peninggalan sejarah ini bisa dikunjungi banyak wisatawan,” ungkap Hulu.

Masyarakat juga berharap keberadaan situs tetap terjaga, terutama karena lokasinya berada di puncak bukit dengan medan yang cukup curam. Perhatian pemerintah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan fisik, tetapi berlanjut melalui penataan kawasan serta peningkatan akses infrastruktur.

Dari kunjungan tersebut, Bobby dan rombongan tampak ingin memastikan bahwa revitalisasi Tetegewo berjalan selaras dengan kebutuhan pelestarian sekaligus penguatan pariwisata sejarah. Dengan begitu, artefak dan kisah yang melekat padanya dapat terus dikenang serta menjadi bagian dari pembelajaran generasi berikutnya.