jurnalistik.co.id – Mexico City pada Rabu (3/6/2026) dilanda gangguan serius akibat gelombang protes massal yang melibatkan para guru dan pensiunan hakim. Menjelang laga pembuka Piala Dunia 2026, rangkaian aksi itu berdampak langsung pada lalu lintas dan aktivitas warga di berbagai titik kota.
Kerusuhan dan demonstrasi yang berlangsung berbarengan memicu penutupan jalan serta proyek konstruksi yang dikebut hingga menit-menit terakhir. Kombinasi tersebut membuat kemacetan parah, sehingga banyak warga mengalami keterlambatan panjang dan rute perjalanan menjadi lebih rumit.
Situasi ini muncul tepat saat Stadion Azteca di Kota Meksiko tengah bersiap menggelar pertandingan perdana Piala Dunia 2026. Laga pembuka dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni, mempertemukan Meksiko melawan Afrika Selatan.
Protes tidak terkait turnamen sepak bola
Di tengah sorotan global yang menumpuk pada penyelenggaraan Piala Dunia, para guru dan kelompok lain memilih untuk tetap turun ke jalan dan memblokade sejumlah ruas protokol. Mereka menyatakan aksi demonstrasi tidak berkaitan dengan turnamen sepak bola, namun dapat mengancam pengintensifan gerakan apabila tuntutan tidak dipenuhi.
Aksi protes berpusat di Insurgentes dan Paseo de la Reforma, dua jalan raya paling sibuk dan dikenal luas sebagai koridor ikonik di ibu kota. Pada wilayah-wilayah ini, penutupan jalan ikut memperparah keterlambatan pergerakan warga, terutama pada jam-jam padat.
Blokade di titik lain juga ikut menambah tekanan terhadap mobilitas harian. Ketika penutupan menyebar, efeknya tidak hanya berhenti pada kemacetan, tetapi turut memaksa banyak orang mengubah rute dan menyesuaikan rencana perjalanan mereka.
Peristiwa di Paseo de la Reforma
Pada Selasa (2/6/2026), massa bahkan merobohkan patung-patung raksasa pemain sepak bola di Paseo de la Reforma. Peristiwa itu menjadi perhatian karena terjadi di koridor yang dipakai sebagai ruang publik penting di kota, dan lokasinya berdekatan dengan area yang berpengaruh terhadap arus aktivitas warga.
Imbas insiden tersebut kemudian mendorong perubahan di lapangan pada hari berikutnya. Pada Rabu, sejumlah toko di sepanjang jalan mulai memasang pagar besi dan kayu untuk melindungi tempat usaha mereka.
Tuntutan CNTE kepada pemerintah
Koordinator Pekerja Pendidikan Nasional (CNTE), sayap pembangkang dari serikat guru nasional, secara resmi telah menyatakan ancaman demonstrasi massal pada pembukaan Piala Dunia melalui media sosial. Pernyataan itu menegaskan bahwa aksi akan terus berlangsung dan dapat diperkuat jika tuntutan tidak ditanggapi.
CNTE menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Mereka menuntut pemerintah menepati janji kampanye untuk menaikkan gaji, sekaligus mencabut undang-undang tahun 2007 yang merombak sistem pensiun serta jaminan sosial pekerja sektor publik.
Respons dari pihak guru
Seorang guru bernama Rodrigo Arias menyampaikan pandangannya terkait komitmen pemerintah. Arias, yang telah mengajar selama 40 tahun, berbicara di luar Kementerian Dalam Negeri ketika para pemimpin CNTE bertemu dengan otoritas setempat.
Menurut Arias, pemerintah telah membuat komitmen kampanye yang tidak terlaksana. Ia mengatakan, “Pemerintah saat ini membuat komitmen kampanye, baik pemerintahan (mantan Presiden) Andres Manuel Lopez Obrador maupun Presiden Claudia Sheinbaum, mereka mengatakan memiliki komitmen kepada para guru untuk membatalkan reformasi tersebut. Tetapi itu tidak pernah terjadi.”
Dengan ketegangan yang terus dipantau, rangkaian aksi yang terjadi pada Rabu (3/6/2026) menjadi pengingat bahwa persiapan Piala Dunia tidak lepas dari dinamika sosial di dalam negeri. Di saat kota menjalani proses menjelang pertandingan awal, protes yang melibatkan guru dan kelompok lain tetap membentuk prioritas jalanan dan memengaruhi cara warga menjalani hari-hari mereka.
Jelang pertandingan perdana pada 11 Juni, arah perkembangan aksi demonstrasi akan ditentukan oleh respons pemerintah terhadap tuntutan yang disampaikan CNTE. Ancaman pengintensifan gerakan juga menambah keyakinan bahwa situasi dapat berubah cepat mengikuti keputusan dan langkah tindak lanjut atas tuntutan tersebut.












