jurnalistik.co.id – Sebuah fregat Rusia diketahui menggelar latihan tembak jarak dekat di perairan lepas dekat Plymouth, disaksikan dan dipantau otoritas Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Latihan tersebut berlangsung selama 30 menit di kawasan perairan internasional sekitar 46 mil laut (74 km) di selatan Plymouth pada Senin.
Menurut keterangan yang diterima BBC, fregat Rusia yang bayangi oleh kapal Angkatan Laut Kerajaan Inggris melakukan uji tembak langsung di wilayah yang berada di luar perairan teritorial. Pihak Royal Navy menyatakan mereka âtracking âthe vesselâs activity closelyââ dan memantau jalannya latihan tersebut melalui perangkat pemantauan dan pelacakan.
Fregat Rusia itu adalah Neustrashimy (dalam bahasa Inggris: Dauntless). Sebelum membuka tembakan, pihak fregat disebut telah memberi pemberitahuan terlebih dahulu kepada kapal patroli lepas pantai milik Inggris, HMS Tyne, terkait niat untuk melakukan aktivitas penembakan (gunnery activity).
Dipindahkan ke jarak lebih aman
Dalam rangka pengamanan, kapal Rusia kemudian meminta HMS Tyne untuk mengubah posisinya agar berada pada jarak yang lebih aman sebelum latihan dimulai. Permintaan tersebut dipenuhi, dan HMS Tyne bergerak menjauh sesuai arahan yang diberikan.
Latihan langsung tersebut dilangsungkan di perairan internasional. Selain kapal perang Inggris yang melakukan pengawasan, BBC juga menyebut ada pemantauan dari pihak penerbangan militer Prancis yang melakukan kontak radio untuk meminta klarifikasi terkait maksud dan tujuan aktivitas kapal tempur Rusia tersebut.
Belum jelas apakah pesawat yang melakukan kontak radio itu merupakan pesawat yang sama dengan yang terlihat terbang di wilayah tersebut. Namun, BBC menyatakan bahwa data pelacakan penerbangan dan kapal menunjukkan beberapa pesawat Angkatan Udara dan Angkatan Laut Inggris beroperasi di sekitar area Channel dekat Plymouth pada Senin.
Respons politik: Streeting mengecam
Di Inggris, latihan tembak tersebut mendapat reaksi politik tajam dari Wes Streeting. Ia menyebut latihan itu âperformative and irresponsibleâ.
Seiring bergulirnya pergantian pemerintahan di Inggris, pihak Kremlin juga memberi isyarat bahwa latihan militer tersebut tidak memiliki kaitan dengan pergantian jabatan Andy Burnham menjadi perdana menteri.
Menurut Kremlin, semua aktivitas militer dijalankan sesuai aturan hukum internasional. Pernyataan itu disampaikan Kremlin spokesman Dmitry Peskov dalam kutipan kepada BBC: âAll [military] exercises and all actions undertaken by our warships are carried out in strict compliance with international and maritime law,â kemudian ia menambahkan, âTherefore, there is no need to see any signals in this,â.
Namun, Peskov juga menyatakan bahwa Burnham justru mengirim âsignalsâ kepada Rusia melalui kebijakannya. Ia menyebut salah satu langkah pertama yang dilakukan Burnham setelah menjabat adalah âdeclare his unconditional support for Ukraine and, accordingly, declare the UK’s intention to continue doing everything it possibly can to continue the war.â
Streeting menanggapi dengan mengatakan Rusia âshould be in no doubt about the resolveâ dari pemerintah dan perdana menteri baru Inggris. Sementara itu, sumber pertahanan Inggris tidak memberikan komentar apakah latihan tersebut mungkin dijadwalkan untuk bertepatan dengan awal masa jabatan Burnham.
Jejak pelacakan pesawat dan kapal
Berita Terkait
BBC Verify menganalisis data pelacakan pesawat dan kapal, yang menunjukkan posisi HMS Tyne serta beberapa pesawat militer Inggris bekerja di dan sekitar Channel dekat Plymouth pada Senin. Berdasarkan data ADS-B Exchange, setidaknya terdapat empat pesawatâberasal dari Royal Air Force dan Royal Navyâyang terbang di lepas pantai Dorset dengan sebagian besar penerbangan terjadi di atas wilayah yang umumnya berada dalam ruang lingkup perairan teritorial Inggris.
Pencatatan tersebut mencakup dua Eurofighter Typhoons, sebuah pesawat tanker Voyager untuk pengisian bahan bakar, serta sebuah helikopter Super Lynx. Dari pihak Prancis, ada pula penerbangan helikopter H160M Guépard yang terpantau keluar dan melintasi Channel pada bagian sore hari.
Untuk kapal, data dari MarineTraffic menunjukkan HMS Tyne mulai menyiarkan lokasi sekitar 40 mil laut dari Plymouth pada pukul 13:57 BST pada Senin. Kapal tersebut bertahan di titik pemantauan itu selama kurang lebih dua jam, sebelum kemudian bergerak dan berangkat pada pukul 15:56 untuk kembali ke Plymouth.
Selain pemantauan pada hari latihan, BBC menyebut HMS Tyne telah mengawasi Neustrashimy sejak minimal 16 Juli. Saat itu, kedua kapal tercantum dalam tangkapan citra di Laut Utara sekitar 36 mil dari pelabuhan Felixstowe di Suffolk.
Konteks aktivitas angkatan laut Rusia di dekat Inggris
Insiden ini juga dipandang sebagai pengingat bagi perdana menteri baru mengenai meningkatnya aktivitas angkatan laut Rusia di sekitar perairan Inggris dalam beberapa bulan terakhir.
Sebelumnya, pada bulan lalu, Royal Marine Commandos melakukan operasi selama enam jam untuk naik ke kapal tanker minyak Rusia yang disebut sebagai bagian dari âshadow fleetâ di Channel. Operasi tersebut disebut sebagai yang pertama kali dilakukan oleh angkatan bersenjata Inggris dengan pola serupa.
Pada bulan Juni, BBC juga melaporkan pertemuan seorang pasangan warga Inggris dengan sebuah kapal perang Rusia, Admiral Grigorovich, yang berada sekitar 23 mil laut dari Isle of Wight. Dalam peristiwa itu, fregat melakukan tembakan peringatan ketika yacht mereka, Jane dan Alan Kelvey, berlayar. Pihak kementerian pertahanan Rusia menyatakan pendekatan tersebut sebagai âdangerous approachâ, sementara pasangan tersebut mengatakan mereka tidak berada dalam âcollision courseâ.
Penilaian komandan pensiunan
Tom Sharpe, seorang komandan pensiunan Royal Navy, menilai pelaksanaan latihan gunnery sejauh itu dari pantai selatan Inggris adalah sesuatu yang sangat tidak lazim. Ia mengatakan hal tersebut dalam program BBC Radio 4, World At One, dan menyebutnya âvery unusualâ untuk melakukan latihan tembak begitu dekat dengan wilayah selatan pantai.
Ia menegaskan bahwa latihan tersebut âIt is entirely allowable but in my mind it is a signal,â dan menambahkan bahwa, di samping pemberitahuan kepada HMS Tyne, kapal Rusia tidak menerapkan langkah keselamatan sebelum menembakkan meriam 100mm. Sharpe juga menyebut, âOne of the issues with firing a weapon of that calibre is that it can ricochet for miles, perhaps over ten miles beyond its intended landing point,â.
Ia melanjutkan dengan mempertanyakan dampaknya terhadap keselamatan di jalur pelayaran: âYou are in the busiest shipping lane in the world and who knows where it is going?â
Terkait pertanyaan bagaimana seharusnya Inggris merespons, Sharpe mengatakan, âYou could argue that this was them responding to us because we’ve upped the ante in the Channel, we boarded the [MV] Smyrtos, one of their dark fleet ships, which is now at anchor off the south coast.â
Ia menyimpulkan situasinya dalam pola balas-membalas yang disebut sebagai suasana âtit-for-tatâ yang kembali mengingatkan pada normalitas era Perang Dingin: âSo we are in this tit-for-tat, which is kind of Cold War normality. We’ve just forgotten that this sort of stuff used to happen all the time but we need to acknowledge that it is getting closer and closer to the UK.â












