jurnalistik.co.id – Arus modal investor asing di pasar saham Indonesia masih cenderung keluar, dengan akumulasi net sell yang sejak awal tahun mencapai Rp 94,09 triliun. Kondisi ini menjadi sinyal arus dana yang terus membayangi arah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip melalui RTI pada Selasa malam, posisi net foreign sell tersebut tercatat dalam periode year to date (YTD). Angka ini menggambarkan bahwa transaksi bersih investor asing lebih banyak bernilai jual dibanding beli selama 2026 berjalan.
Secara total di seluruh pasar, nilai jual bersih investor asing sepanjang YTD mencapai Rp 79,91 triliun. Namun, terdapat pula aktivitas di segmen lain yang menunjukkan pola berbeda, yakni pada pasar negosiasi dan tunai investor asing masih mencatat net foreign buy sebesar Rp 14,18 triliun.
Dari sisi nilai transaksi, sepanjang tahun ini pasar mencatat akumulasi transaksi sebesar Rp 2.976,9 triliun. Dalam komposisi tersebut, investor asing berkontribusi sebesar 35,96 persen dari total nilai transaksi.
Rincian pergerakan nilai juga memperlihatkan pembagian yang cukup tegas antara pelaku asing dan domestik. Investor asing tercatat melakukan aksi beli sebesar Rp 1.030,6 triliun atau 17,31 persen dari total, sedangkan nilai jualnya mencapai Rp 1.110,5 triliun atau 18,65 persen.
Di sisi lain, investor domestik tetap menjadi pelaku dengan dominasi lebih besar dalam aktivitas perdagangan. Porsi investor domestik terhadap total nilai transaksi tercatat 64,04 persen, dengan nilai beli Rp 1.946,3 triliun atau 32,69 persen.
Investor domestik juga membukukan nilai jual Rp 1.866,4 triliun atau 31,35 persen. Dengan komposisi itu, perbedaan selisih nilai beli dan jual domestik terlihat relatif lebih kecil dibandingkan tekanan bersih yang datang dari investor asing.
Jika dilihat dari volume saham yang berpindah tangan, total akumulasi volume transaksi sepanjang 2026 menyentuh 5,3 triliun lembar saham. Investor asing berkontribusi 21,45 persen terhadap total volume, yang terdiri dari volume beli sebanyak 1,1 triliun saham atau 10,56 persen.
Sementara itu, volume jual investor asing tercatat 1,2 triliun saham atau 10,89 persen. Adapun investor domestik menguasai 78,55 persen volume perdagangan, dengan volume beli 4,2 triliun saham atau 39,44 persen dan volume jual 4,1 triliun saham atau 39,11 persen.
Berita Terkait
Komposisi volume ini menunjukkan bahwa meski investor domestik memegang mayoritas aliran perputaran saham, arah bersih yang lebih menekan datang dari selisih transaksi investor asing. Pada saat net sell masih tinggi, pasar biasanya lebih sensitif terhadap perubahan preferensi investor global.
Rincian perdagangan pada Selasa pekan ini
Pada perdagangan Selasa pekan ini, investor asing kembali mencatatkan net foreign sell sebesar Rp 1,07 triliun di seluruh pasar. Angka harian tersebut terbentuk dari net sell di pasar reguler sebesar Rp 788,57 miliar dan net sell di pasar negosiasi dan tunai sebesar Rp 276,89 miliar.
Dalam satu hari itu, total nilai transaksi mencapai Rp 10,9 triliun. Investor asing menyumbang 35,01 persen dari nilai transaksi, dengan nilai pembelian Rp 3,3 triliun dan nilai penjualan Rp 4,4 triliun.
Selisih nilai pembelian dan penjualan inilah yang menghasilkan net sell harian bagi investor asing. Sementara itu, investor domestik mencatat nilai beli Rp 7,6 triliun dan nilai jual Rp 6,6 triliun pada periode yang sama.
Perbandingan hariannya memperjelas bahwa tekanan bersih pada pelaku asing masih lebih dominan daripada dukungan bersih yang bisa muncul dari segmen pembelian. Dengan pola seperti ini berulang, pasar cenderung menghadapi dorongan menurun yang lebih terasa ketika minat beli tidak mampu menutup selisih transaksi.
Secara keseluruhan, kombinasi net sell YTD sebesar Rp 94,09 triliun serta konsistensi net sell pada perdagangan Selasa menjadi faktor yang memperkuat sinyal arus keluar modal. Meski ada net foreign buy di pasar negosiasi dan tunai, akumulasi pada konteks keseluruhan tetap menunjukkan tekanan yang masih membayangi.
Data yang bersumber dari BEI melalui RTI juga menempatkan aktivitas asing dalam kerangka kontribusi nilai dan volume yang cukup besar. Dengan kontribusi nilai 35,96 persen di YTD dan 35,01 persen pada Selasa, pergerakan investor asing tetap menjadi variabel yang diperhatikan pelaku pasar dalam memantau arah IHSG.
Hingga saat ini, arah transaksi bersih investor asing tersebut masih menjadi penanda bahwa sentimen global terhadap aset domestik belum sepenuhnya berubah. Imbasnya, IHSG cenderung menghadapi tekanan ketika arus beli bersih tidak cukup kuat untuk menahan net sell yang terakumulasi.












