Bisnis & Ekonomi

IHSG Diperkirakan Konsolidasi Pekan Ini, Simak Patokan Waktu yang Pas untuk Masuk

×

IHSG Diperkirakan Konsolidasi Pekan Ini, Simak Patokan Waktu yang Pas untuk Masuk

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: IHSG Diproyeksi Bergerak Sideways Pekan Ini, Kapan Waktu Tepat Beli Saham?

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas dan cenderung sideways sepanjang pekan ini. Menurut analis, pasar belum menunjukkan arah yang tegas karena sentimen positif masih minim, sehingga pelaku pasar cenderung menunggu pemicu baru.

Hari Rachmansyah, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), menilai IHSG saat ini masih berada pada fase konsolidasi. Secara teknikal, indeks disebut sudah menembus level moving average 50 hari (MA50), yang dipandang memberi sinyal positif terhadap pergerakan berikutnya.

“Untuk pekan depan mungkin akan bergerak sideways dulu gitu ya, karena tadi ya, hari ini dia (IHSG) berhasil break dari MA50-nya gitu ya, dan kemungkinan ada MA20 sebagai dynamic support-nya,” ujar Hari dalam program Obrolan Newsroom, Jumat (24/7/2026). Pernyataan itu menekankan bahwa momentum yang terbentuk belum otomatis berubah menjadi tren penguatan yang berkelanjutan, melainkan membuka ruang bagi pergerakan yang lebih terarah dalam koridor tertentu.

Konsolidasi dan sinyal dari indikator teknikal

Keberhasilan IHSG melewati MA50 menjadi dasar keyakinan bahwa pasar tidak sedang berada dalam kondisi yang sepenuhnya melemah. Namun, dinamika jangka pendek tetap perlu dicermati karena MA20 diperkirakan menjadi area penopang atau dynamic support, yang dapat membatasi penurunan sekaligus membuat pergerakan cenderung berayun.

Dengan pola seperti ini, indeks berpotensi bergerak bolak-balik sebelum akhirnya menentukan apakah penguatan dapat dilanjutkan. Bagi investor, kondisi sideways seperti ini biasanya lebih menuntut disiplin terhadap rencana daripada sekadar mengejar pergerakan yang belum jelas arah besarnya.

Proyeksi kisaran pergerakan pekan ini

Dalam proyeksinya, Hari menyebut IHSG bergerak pada kisaran 6.100 hingga 6.250 sepanjang pekan ini. Rentang tersebut menggambarkan bahwa pergerakan masih berada dalam batas toleransi, tanpa dorongan kuat yang mendorong indeks keluar dari koridor.

Ia juga menggarisbawahi bahwa proyeksi tersebut bergantung pada ada atau tidaknya sentimen baru yang sanggup mengubah ekspektasi pelaku pasar. Artinya, walaupun indikator teknikal memberi sinyal, arah akhirnya tetap menunggu reaksi pasar terhadap perkembangan yang dianggap relevan.

Sentimen pemicu: perundingan AS–Iran dan harapan penguatan

Di antara sentimen yang berpotensi mendukung pasar, Hari menyoroti perkembangan terkait perundingan Amerika Serikat dan Iran. Ia menyebut potensi tercapainya kesepakatan menuju gencatan senjata atau adanya proses perundingan yang mengarah pada perdamaian.

“Contohnya kayak AS dan Iran mulai ada perundingan untuk mencatatkan senjata lagi atau untuk berdamai, nah itu akan direspon pasar juga pasti akan bagus gitu,” paparnya. Menurut logika yang ia sampaikan, jika berita bernada meredakan ketegangan itu muncul dan diterima positif, pasar dapat merespons melalui peningkatan sentimen risiko.

Meski demikian, Hari menegaskan bahwa harapan pelaku pasar tetap berpusat pada kemungkinan IHSG melanjutkan tren penguatan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa apa pun prediksinya, realisasi di pasar tidak bisa dipastikan sebelum sentimen benar-benar bekerja pada hari-hari perdagangan berikutnya.

“Jadi misalnya kita ngomongin prediksinya gitu ya, kita sebagai analis gitu ya, siapapun yang berkepentingan di pasar modal ini pasti pengennya IHSG ini kemungkinan akan bergerak positif, kita pengennya adalah positif. Tapi entah nanti gimana efeknya, apa sentimennya gitu kan, itu nanti kembali lagi ke market nanti di hari Senin,” katanya.

Strategi wait and see saat IHSG sideways

Dalam kondisi indeks yang cenderung sideways, Hari menganjurkan investor menahan diri untuk mengambil keputusan secara terburu-buru. Ia menyarankan pelaku pasar memperhatikan pergerakan harga dan membaca tanda-tanda awal perubahan arah sebelum menyusun langkah investasi.

“Jadi coba teman-teman kalau misalnya lagi sideways seperti ini, atau prediksinya IHSG sideways seperti ini, mungkin bisa wait and see dulu gitu,” ucap Hari. Dengan strategi ini, investor memberi ruang bagi pasar untuk membentuk konfirmasi arah, baik melalui kelanjutan penguatan maupun sinyal penolakan di level-level yang menjadi acuan teknikal.

Intinya, pekan ini diproyeksikan masih menjadi periode konsolidasi. Sinyal dari MA50 dan potensi penopang dari MA20 memberi kerangka teknikal, tetapi perubahan sentimen tetap menjadi faktor penentu apakah IHSG akhirnya mampu mengubah pergerakannya dari sideways menuju tren yang lebih jelas.