jurnalistik.co.id – Pada Rabu, 29 Juli 2026 pukul 07.23 WIB, harga Ethereum tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,90 persen dalam 24 jam terakhir. Pergerakan ini turut dibarengi menguatnya tekanan beli di pasar aset kripto.
Dari pantauan dalam rentang yang lebih pendek, Ethereum menguat 0,80 persen dalam 1 jam terakhir. Sementara itu, jika dilihat pada skala yang lebih panjang, harga dalam sepekan justru melemah 0,97 persen.
Dengan kenaikan tersebut, Ethereum berada di angka 1.919,19 dollar AS. Nilai itu setara dengan sekitar Rp 34,6 juta dengan kurs Rp 18.080.
Kondisi pasar juga tampak dari nilai kapitalisasi Ethereum yang mencapai 231 miliar dollar AS, atau setara Rp 4.173 triliun. Pada saat yang sama, rata-rata pergerakan dalam 24 jam dicatat mengalami penurunan sebesar 2,03 persen.
Secara historis intrahari, Ethereum sempat bergerak pada area lebih rendah pada Selasa, 28 Juli 2026 pukul 20.40 WIB. Saat itu, ETH tercatat berada di 1.861,11 dollar AS atau sekitar Rp 34,7 juta.
Pagi ini, harga kemudian melonjak dengan cepat hingga menembus dan bertahan di atas angka 1.900 dollar AS. Lonjakan dari area bawah tersebut membuat skenario jangka pendek cenderung terbaca lebih bullish.
Penguatan yang sedang terjadi juga sejalan dengan narasi pergerakan teknikal yang sebelumnya muncul pada hari berbeda. Pada 27 Juli 2026, tekanan beli Ethereum dilaporkan naik 2,06 persen menjadi 1.921,64 dollar AS dalam 24 jam.
Berita Terkait
Dalam periode itu, pasar kripto secara umum disebut bergerak relatif datar, sehingga penguatan Ethereum tampak menonjol. Dorongan utamanya digambarkan berasal dari terobosan teknikal yang dikonfirmasi oleh volume yang kuat.
Terobosan tersebut terjadi setelah Ethereum keluar dari fase konsolidasi. Pergerakan harga kemudian mendorong posisi berada di atas level resistensi terbaru, disertai volume yang relatif lebih tinggi.
Indikasi minat beli yang kembali meningkat terlihat dari karakter kenaikan yang lebih didukung oleh aktivitas pasar. Dengan kata lain, penguatan tidak hanya terjadi karena pergerakan sesaat, tetapi juga dibarengi peningkatan partisipasi.
Meski demikian, dinamika harga Ethereum tetap harus dibaca sebagai bagian dari pola yang lebih luas, karena angka sepekan tercatat masih melemah. Situasi tersebut mencerminkan bahwa pasar tetap menyeimbangkan dorongan beli di hari ini dengan tekanan yang sempat muncul pada periode sebelumnya.
Melihat rangkaian angka-angka yang ada, perubahan dari 1.861,11 dollar AS pada 28 Juli menuju 1.919,19 dollar AS pada 29 Juli menunjukkan pergeseran sentimen yang cukup jelas dalam waktu relatif singkat. Kenaikan 1,90 persen dalam 24 jam memberikan sinyal bahwa pembeli memiliki kendali lebih kuat dibandingkan fase sebelumnya.
Namun, karena rata-rata pergerakan 24 jam tetap menunjukkan penurunan sebesar 2,03 persen, pasar masih memperlihatkan adanya dinamika korektif. Kombinasi antara menguatnya harga saat ini dan melemahnya indikator rata-rata menggambarkan bahwa pergerakan tetap berpotensi bergejolak.
Secara keseluruhan, data pada 29 Juli 2026 pukul 07.23 WIB menempatkan Ethereum pada posisi yang lebih baik dibanding penutupan malam sebelumnya. Dengan tekanan beli yang menguat serta harga bergerak di atas 1.900 dollar AS, peluang lanjutan untuk pergerakan positif jangka pendek terbuka.
Meski begitu, angka sepekan yang turun 0,97 persen tetap menjadi pengingat bahwa arah besar dalam periode lebih panjang belum sepenuhnya berbalik. Bagi pelaku pasar, kondisi ini biasanya dibaca sebagai fase pemulihan yang perlu diuji melalui kelanjutan pergerakan harga dan karakter aktivitas perdagangan.












