Olahraga

Kekalahan 4-2 Liverpool dari Leeds di Chicago jadi sinyal jelang Liga Inggris—Aadam Patel soroti tur pramusim

×

Kekalahan 4-2 Liverpool dari Leeds di Chicago jadi sinyal jelang Liga Inggris—Aadam Patel soroti tur pramusim

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Inside Liverpool's summer so far - should fans be worried?

jurnalistik.co.id – Kekalahan 4-2 Liverpool dari Leeds di Chicago akhir pekan lalu jadi potret paling terang soal pekerjaan rumah jelang Liga Inggris. Andoni Iraola menyebut hasil itu tidak ideal, tetapi justru menyodorkan pelajaran yang paling “berguna” dari tur pramusim di Amerika.

“Obviously it’s not the result you want but I think [it was] probably the most useful friendly we played,” kata Iraola, sebelum menilai dinamika jalannya pertandingan. Ia menambahkan bahwa babak pertama menunjukkan sisi positif, sementara babak kedua berjalan dengan cara yang lebih buruk.

Menurut Iraola, timnya sudah memetik banyak hal dan bisa menarik kesimpulan yang tepat untuk menyelesaikan masalah yang masih ada. “In a positive way in the first half and in a negative way in the second half. We’ve learned a lot and I think we can take good conclusions and solve some things.”

Masalah itu, pada intinya, berhubungan dengan lini belakang. Dalam tiga laga yang dimainkan Liverpool di AS, mereka kebobolan enam gol. Namun empat di antaranya datang dari Leeds dalam rentang hanya 25 menit di babak kedua, sehingga sorotan otomatis mengarah pada konsistensi pertahanan saat tempo pertandingan meningkat.

Ketika pertandingan melawan Leeds berlangsung, Liverpool memulai laga dengan komposisi lini belakang yang relatif muda: Jeremie Frimpong, Luke Chambers, Ifeanye Ndukwe, dan Milos Kerkez. Setelah itu, susunan yang menutup pertandingan berbeda: Calvin Ramsay, Mor Talla Ndiaye, Ndukwe, dan Kostas Tsimikas.

Catatan bahwa lini pertahanan versi muda sebenarnya mampu tampil rapi juga sudah terlihat sebelumnya. Empat hari sebelum laga itu, saat Liverpool menghadapi Wrexham di New York, backline yang senada lebih muda mampu mempertahankan clean sheet. Tapi menghadapi lawan sesama klub Premier League seperti Leeds, serta striker tangguh Dominic Calvert-Lewin, Liverpool justru “dibuka” secara brutal.

Dalam evaluasi pemain, Kerkez disebut sebagai satu-satunya dari formasi tersebut yang bisa dikategorikan sebagai opsi yang kemungkinan besar menjadi starter musim mendatang. Sementara itu, kapten Virgil van Dijk memang kembali berlatih, tetapi kedalaman skuad Liverpool belum cukup untuk menyaingi kebutuhan kompetisi.

Batas waktunya juga singkat. Kurang dari tiga minggu lagi, Van Dijk membutuhkan pasangan di posisi bek tengah ketika Liverpool memulai kampanye Liga Inggris di Newcastle. Di sinilah kekhawatiran Iraola menjadi lebih nyata karena ketersediaan personel inti tidak sepenuhnya aman.

Iraola memberi sinyal bahwa ia akan menghadapi situasi sulit saat bergulirnya kompetisi. Kekhawatannya berasal dari fakta bahwa Joe Gomez maupun Giovanni Leoni tidak akan tersedia. Pada tur ini, Jeremy Jacquet yang baru direkrut juga gagal bermain satu menit pun karena Liverpool terus mengelola pemulihan sang pemain.

Iraola sebelumnya berkali-kali menyatakan kondisi timnya “thin” di lini belakang, dan situasi itu makin terbebani oleh keberangkatan beberapa pemain berpengalaman. Andy Robertson dan Ibrahima Konate meninggalkan skuad, sementara Jakcet serta Leoni digambarkan sebagai talenta besar, tetapi belum terbukti. Dengan rekam cedera yang ada, Gomez tidak bisa diandalkan untuk menutup celah.

“You have to ask the manager, not me,” ujar Dominik Szoboszlai setelah kekalahan dari Leeds, menanggapi pertanyaan peran di masa depan. “Last season I played a lot of positions. Let’s see. Hopefully he puts me in midfield but if he needs me at right-back, happy to do that.”

Dari sisi manajemen, Sporting director Richard Hughes berada di laga uji coba bersama tim di Nashville dan New York, tetapi tidak berada di Chicago saat pertandingan melawan Leeds. Meski demikian, diharapkan ia memahami masalah yang terlihat di lapangan.

Tambahan amunisi di jantung pertahanan

Setidaknya, Liverpool memerlukan minimal satu nama yang bisa bermain sebagai bek tengah, dengan opsi yang juga memungkinkan untuk bermain di bek kanan. Alasannya jelas: Conor Bradley masih “way off” dari jadwal kembalinya, sehingga bentuk rotasi dan pilihan saat pertandingan menekan belum benar-benar stabil.

Pelatih juga diingatkan tidak mengulang skenario yang pernah terjadi sebelumnya. Arne Slot menggunakan Curtis Jones dan Dominik Szoboszlai sebagai bek kanan darurat musim lalu, dan Liverpool tidak ingin pola itu menjadi solusi permanen saat menghadapi tuntutan kompetisi Liga Inggris yang jauh lebih ketat.

Dalam penilaian soal kepemimpinan ruang ganti, mantan kapten Liverpool Phil Thompson memberi pandangan khusus ketika berada di Chicago bersama BBC Sport. Ia menyoroti bagaimana kelompok pemimpin yang dulu ada ketika Jurgen Klopp meraih gelar juara saat itu jauh lebih solid.

Thompson menyebut nama-nama kunci seperti “Jurgen [Klopp] won the league” yang ditopang Jordan Henderson dan James Milner, serta “a fantastic leadership group with Virgil, Alisson, Mo [Salah] and even Trent [Alexander-Arnold]”. Ia menilai kondisi tersebut kini menyusut.

Ia menambahkan perlunya figur baru untuk mengambil alih peran. “That has dwindled. So you need new ones to come in. We’ve lost some good players so people need to step up.”

Ia juga menekankan pentingnya disiplin di ruang ganti saat menghadapi fase sulit. “That dressing room needs to be tight and they need to lay down some player rules. Because when you have a difficult time, they need strong voices.”

Thompson kemudian menutup dengan penilaian yang menohok mengenai siapa yang saat ini benar-benar menjadi suara utama di tim: “Right now, there’s only Virgil and Ali [Alisson]. Someone like Szoboszlai has to step up too and I think he will.”

Di sisi lain, ada pesan bahwa FSG tetap akan berinvestasi agar tim berada pada posisi yang tepat untuk meraih kemenangan. Untuk lini tengah, Liverpool memiliki opsi yang cukup kuat: Szoboszlai, Ryan Gravenberch, dan Alexis Mac Allister, dengan kontrak baru yang dimiliki Szoboszlai dan Gravenberch tahun ini.

Iraola berharap Mac Allister bisa tampil maksimal, setelah musim lalu ia berada jauh dari performa terbaiknya. Sementara itu, langkah Curtis Jones menuju Inter Milan terlihat makin dekat, dengan Liverpool terbuka pada opsi penjualan di kisaran £35m.

Keputusan transfer juga dikaitkan dengan masa depan Trey Nyoni (19), yang tampil menonjol pada pramusim ini. Ada pula kabar positif: Wataru Endo dan Stefan Bajcetic sudah kembali berlatih, sementara langkah lanjutan Harvey Elliott masih perlu dinantikan.

Liverpool dikabarkan sempat menanyakan Adam Wharton lebih awal tahun ini, meski diketahui bukan hanya The Reds yang meminati gelandang Crystal Palace. Namun, satu departemen yang dijelaskan pasti mendapat tambahan adalah lini depan.

PSG’s Bradley Barcola kini menjadi target utama setelah Liverpool gagal mendapatkan Yan Diomande. Liverpool juga sudah mengamankan Victor Munoz dari Osasuna dengan nilai £34m.

Meskipun Barcola tidak bisa disebut sebagai pengganti langsung Mohamed Salah, PSG menilai pemain itu sekitar £145m. Perkiraan itu justru dipandang sebagai sinyal adanya niat untuk melakukan “statement signing”. Liverpool lebih terbuka untuk merampungkan kesepakatan mendekati angka sekitar £100m, dan Barcola disebut terbuka pindah ke Anfield, meski hingga kini belum ada pembicaraan langsung antara kedua klub.

Dengan kepergian Salah, Liverpool diperkirakan akan memberi porsi lebih pada Rio Ngumoha, yang berusia 17 tahun, di sisi kanan. Meski ia terlihat lebih nyaman di sisi kiri yang menjadi pilihan utamanya saat melawan Leeds, ia memiliki karakter yang memungkinkan menjadi ancaman dari kedua sisi—sesuai kebutuhan pelatih yang ingin sayap dapat bermain fleksibel.

Untuk opsi lain, Alexander Isak dan Florian Wirtz menampilkan start yang menggembirakan di pramusim. Keputusan terkait Federico Chiesa masih menunggu, karena ia ingin berjuang mendapatkan tempatnya di Liverpool meski dikaitkan dengan kemungkinan kembali ke Italia.

Kieran Morrison (19) juga menjalani tur yang baik, termasuk mencetak gol pertama era Iraola. Dengan mempertimbangkan kedalaman skuad, ia berpotensi besar menjalani masa pinjaman musim ini. Dalam beberapa minggu ke depan, rekrutmen pinjaman bagi pemain muda lain kemungkinan juga akan dilakukan.

Pada bulan Juni, BBC Sport melaporkan Tottenham termasuk klub yang memantau situasi Cody Gakpo. Namun, transfer hanya akan dipertimbangkan jika Liverpool memiliki pengganti, dan mengingat pemain asal Belanda itu masih memiliki kontrak empat tahun, nilai yang harus dibayar tidak akan murah. Liverpool tetap memandang Gakpo sebagai penyerang yang terbukti di Premier League, dengan kemampuan menjalankan peran berbeda.

Keputusan melepas Gakpo juga dinilai sulit karena Hugo Ekitike kemungkinan besar tidak tampil musim ini setelah mengalami ruptured Achilles tendon. Terakhir, Mike Gordon—presiden FSG sekaligus sosok yang secara praktis menjalankan operasi kepemilikan—berada di Chicago pada Minggu. Seperti yang terjadi pada banyak pihak di klub, ia ikut menyaksikan euforia era Iraola pada babak pertama, sebelum kenyataan muncul di sela waktu turun minum: skuad ini membutuhkan tambahan amunisi lagi sebelum kompetisi dimulai.