jurnalistik.co.id – Laga pemanasan terakhir jelang Piala Dunia 2026 mempertemukan Timnas Amerika Serikat dan Timnas Jerman di Soldier Field, pada Minggu (7/6/2026) dini hari WIB. Pertandingan berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan Der Panzer.
Jerman memastikan kemenangan lewat gol Kai Havertz dan Leroy Sane. Havertz mencatatkan gol cepat pada menit ke-2, sekaligus disebut pada menit ke-3 dalam rangkuman hasil, sementara Sane mencetak gol pada menit ke-57. Amerika Serikat membalas melalui gol Antonee Robinson pada menit ke-37.
Kemenangan ini menjadi modal positif bagi Timnas Jerman yang akan memulai debutnya di Piala Dunia 2026 melawan Curacao pada Senin (15/6/2026). Bagi tuan rumah Amerika Serikat, hasil ini menjadi evaluasi serius jelang laga perdana melawan Paraguay pada Sabtu (13/6/2026), termasuk penilaian untuk pelatih Mauricio Pochettino.
Babak pertama dibuka dengan tempo cepat dari Jerman. Tim Der Panzer membuat gebrakan sejak menit awal dengan mencetak gol cepat melalui Kai Havertz. Sundulan Havertz merobek gawang Matt Freese setelah mendapat umpan silang dari Joshua Kimmich, sehingga Jerman unggul 1-0.
Selain catatan gol, performa Jerman juga ditunjukkan lewat penguasaan bola. Statistik dari Fotmob menyebut Timnas Jerman mengumpulkan 68 persen penguasaan bola, meski bertanding di hadapan suporter tuan rumah. Dengan kondisi itu, Jerman terlihat mampu menjaga ritme permainan sejak awal.
Meski begitu, Amerika Serikat datang dengan kondisi yang tidak mudah. Disebutkan bahwa Amerika Serikat belum pernah menang melawan negara Eropa dalam 10 pertemuan terakhir. Karena itu, tim berupaya mengubah jalannya laga dengan berani mendominasi jalannya pertandingan.
Upaya tersebut akhirnya berbuah pada menit ke-37. Amerika Serikat menyamakan skor melalui tendangan first-time Antonee Robinson yang gagal diantisipasi oleh Oliver Baumann. Skor berubah menjadi 1-1 dan membuat laga memasuki fase yang lebih seimbang.
Menjelang babak pertama usai, Amerika Serikat sempat mendapatkan momentum. Tim tuan rumah melanjutkan serangan untuk mencari gol tambahan, namun tidak mampu menambah keunggulan sebelum turun minum. Skor 1-1 bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Timnas Jerman mengambil inisiatif serangan. Jerman mengandalkan Kai Havertz sebagai poros serangan untuk mengatur alur permainan dan menekan pertahanan Amerika Serikat dari berbagai sisi.
Pada menit ke-57, Der Panzer akhirnya mampu menggandakan keunggulan menjadi 2-1. Gol tersebut dicatatkan oleh Leroy Sane. Proses gol bermula ketika Havertz memberi umpan pendek kepada Sane, dan winger itu berhasil mengeksekusi bola dengan baik hingga menembus pertahanan Amerika Serikat.
Setelah tertinggal, Amerika Serikat mencoba menekan untuk meraih hasil positif di laga pemanasan terakhir mereka menjelang Piala Dunia 2026. Namun, hingga akhir pertandingan, Jerman mempertahankan keunggulan 2-1 dan memastikan kemenangan.
Gol cepat Havertz pada menit-menit awal membuat ritme laga langsung berubah. Jerman terlihat tampil lebih percaya diri, sementara Amerika Serikat harus segera menata ulang rencana serangan agar tidak terus tertekan. Meski tertinggal, tim tamu tetap mencari celah untuk membalikkan situasi, hingga akhirnya peluang itu datang menjelang pertengahan babak pertama.
Ketika skor sempat berubah menjadi 1-1, jalannya pertandingan menjadi lebih terbuka, tetapi kedua tim juga sama-sama menjaga kehati-hatian. Jerman tidak melepas penguasaan bola, sedangkan Amerika Serikat lebih agresif dalam menekan untuk memaksa laga berulang di area lawan. Dengan kondisi penguasaan 68 persen versi Fotmob, kelebihan Jerman terlihat dalam cara mereka mengatur tempo permainan.
Memasuki babak kedua, pola permainan semakin menonjolkan peran Havertz sebagai pengatur serangan. Dari arah yang berbeda-beda, Jerman berupaya membangun serangan secara terarah sampai akhirnya mereka menemukan momen untuk memperbesar keunggulan. Ujungnya, gol Leroy Sane pada menit ke-57 mengunci arah pertandingan, sekaligus memberi tekanan tambahan kepada Amerika Serikat.
Setelah tertinggal, Amerika Serikat mencoba mengangkat intensitas untuk mengejar minimal hasil imbang, namun usaha tersebut tidak berbuah gol penyeimbang hingga peluit akhir. Hasil ini sekaligus menjadi gambaran menjelang agenda berikutnya, baik untuk Jerman yang akan menjalani laga pembuka Piala Dunia 2026 melawan Curacao, maupun untuk Amerika Serikat yang memulai pertandingan perdana melawan Paraguay serta masih menyertakan kebutuhan evaluasi bagi pelatih Mauricio Pochettino.












