Bisnis & Ekonomi

Pemprov DKI Perkuat Pasokan Cabai, Bawang, dan Telur untuk Jaga Inflasi Jakarta

×

Pemprov DKI Perkuat Pasokan Cabai, Bawang, dan Telur untuk Jaga Inflasi Jakarta

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Jaga Inflasi Jakarta, Pemprov DKI Perkuat Pasokan Cabai, Bawang, dan Telur

jurnalistik.co.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya menjaga harga kebutuhan pokok agar tekanan inflasi di Ibu Kota tidak melonjak. Upaya tersebut dijalankan melalui koordinasi dengan berbagai pihak dalam forum pengendalian inflasi daerah.

Dalam rangkaian langkah pengendalian, Pemprov DKI Jakarta menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Pertemuan ini mempertemukan pemerintah dengan para pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi yang dapat menjaga kestabilan harga pangan.

Di forum tersebut, Pemprov DKI sepakat memperkuat strategi 4K. Keempat fokusnya mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif kepada masyarakat.

Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menyampaikan bahwa HLM TPID difokuskan pada penguatan strategi 4K sekaligus percepatan inisiatif digital. Ia mengatakan, “HLM TPID difokuskan pada penguatan strategi 4K mulai dari Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif serta akselerasi digitalisasi pembayaran dan pasar,” ujar Suharini Eliawati, dikutip Kamis (23/7/2026).

Komoditas yang dipantau ketat

Suharini menyebut sejumlah komoditas menjadi perhatian karena berpotensi mendorong kenaikan inflasi di Jakarta. Komoditas tersebut adalah cabai, bawang merah, bawang putih, daging ayam, dan telur ayam.

Untuk mengantisipasi gejolak harga, Pemprov DKI melakukan pemantauan perkembangan stok dan harga setiap hari. Pemantauan dilakukan melalui pengecekan langsung di lapangan maupun lewat platform pemantauan resmi.

Dengan pola pemantauan yang rutin tersebut, Pemprov DKI berupaya mendeteksi perubahan lebih awal. Langkah ini diarahkan agar penanganan yang diambil dapat lebih cepat menekan potensi lonjakan harga pada komoditas tertentu.

Strategi menjaga harga tetap stabil

Selain memantau pergerakan harga, Pemprov DKI juga menyiapkan sejumlah langkah untuk menahan gejolak. Salah satunya adalah menyediakan pangan bersubsidi yang ditujukan untuk membantu menjaga keterjangkauan harga di tingkat masyarakat.

Program pangan murah keliling juga disebut menjadi bagian dari upaya tersebut. Melalui skema ini, pangan dengan harga terjangkau dapat lebih dekat dengan kebutuhan warga, sehingga tekanan terhadap harga pasar lebih bisa dikendalikan.

Pemprov DKI juga memperkuat kerja sama dengan daerah penghasil pangan. Kerja sama antardaerah tersebut diharapkan menjaga pasokan tetap lancar menuju Jakarta.

Peran BUMD pangan kemudian terus didorong agar menjalin kerja sama antardaerah (KAD). Arah kebijakan ini adalah memastikan suplai komoditas strategis dapat tersedia ketika kebutuhan meningkat atau ketika terjadi fluktuasi harga di pasar.

Di sisi lain, Pemprov DKI menyebut adanya koordinasi dengan pemerintah pusat dalam penyaluran beras SPHP dan bantuan pangan. Upaya ini dilakukan sebagai penguat langkah pengendalian inflasi, khususnya untuk menjaga ketersediaan pangan agar tetap memenuhi kebutuhan.

“Kami optimalisasi peran BUMD Pangan untuk menjalin KAD, melakukan pangan murah keliling, serta bekerjasama dengan pemerintah pusat untuk penyaluran beras SPHP dan bantuan pangan,” lanjut dia.

Pasokan dinilai masih mencukupi

Terkait kekhawatiran kenaikan harga pangan, Suharini memastikan kondisi pasokan di Jakarta masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Pemantauan dilakukan bersama instansi terkait secara berkala, termasuk dengan memantau ketersediaan bahan pokok serta perkembangan harga.

Ia menekankan bahwa pengawasan rutin menjadi kunci agar pasokan tetap aman dan distribusi dapat berjalan terkendali. Dengan pemantauan yang berkesinambungan, Pemprov DKI berusaha memastikan tidak terjadi kekurangan pasokan yang dapat memicu kenaikan harga.

Secara keseluruhan, HLM TPID yang digelar Pemprov DKI memusatkan perhatian pada kombinasi strategi 4K. Penguatan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif diharapkan berjalan seiring dengan percepatan digitalisasi pembayaran dan pasar.

Melalui langkah-langkah tersebut, fokus pengendalian inflasi diarahkan terutama pada komoditas yang dinilai paling berpotensi memengaruhi harga di Jakarta. Dengan cabai, bawang merah, bawang putih, daging ayam, dan telur ayam sebagai komoditas yang dipantau ketat, Pemprov DKI ingin menjaga agar stabilitas harga tetap terpelihara dalam periode berjalan.