jurnalistik.co.id – Gedung Downing Street menyebut rangkaian pidato perdana menteri berikutnya sebagai upaya untuk menunjukkan bahwa ia langsung bekerja dengan cepat. Dalam penjelasannya, mereka mengutip bahwa Andy Burnham ingin tampil “hitting the ground running”.
Minggu depan, Burnham dijadwalkan berbicara mengenai tiga agenda besar: perawatan sosial, pengangguran usia muda, serta devolusi. Downing Street menggambarkan ketiganya sebagai “some of the most difficult issues facing the country that have been ignored for too long”, atau persoalan tersulit yang dinilai terlalu lama luput dari perhatian.
Jejak kebijakan Burnham pada perawatan sosial
Perhatian Burnham pada sektor perawatan sosial bukan isu yang muncul mendadak. Ia pernah mengusulkan sistem perawatan sosial yang bersifat universal di Inggris pada tahun 2009, ketika menjabat sebagai menteri kesehatan pada masa Gordon Brown.
Setelah menjadi perdana menteri, Burnham dikatakan akan menaruh “modal politik” ke isu ini. Seorang sumber dari No 10 menyatakan: “Andy is going to run towards problems that have been neglected, giving people hope again.”
Sumber yang sama juga menegaskan arah pendekatan pemerintah. Pernyataan itu berbunyi: “He has the courage to fix the most difficult issues that have been ignored for years and seen as impossible to resolve. He doesn’t accept that they are. They can’t be ignored any longer.”
Di bagian lain, mereka menambahkan keyakinan pemerintah pada perubahan yang terukur. Kalimatnya adalah: “The prime minister is determined to show that governments can make people’s lives better if they choose to. He wants to get Britain believing again.”
Titik singgung: biaya perawatan sosial dan ketentuan dukungan
Dalam perdebatan publik, perawatan sosial sering dibandingkan dengan layanan kesehatan. Tidak seperti NHS, perawatan sosial tidak diberikan secara gratis pada titik pemakaian, dan warga dengan tabungan bernilai lebih dari £23,250 tidak berhak menerima bantuan biaya perawatan dari pemerintah daerah.
Konteks inilah yang membuat isu tersebut berulang kali menjadi sorotan. Banyak pimpinan, termasuk pada periode-periode sebelumnya, pernah menyatakan niat untuk mengatasi masalah perawatan sosial—namun kritik tetap muncul karena perbaikan yang dinilai belum tuntas.
Reaksi politik sebelumnya dan kritik terbaru
Berita Terkait
Pada tahun 2019, dalam pidato pertamanya sebagai perdana menteri, Boris Johnson menyatakan Partai Konservatif akan “fix the crisis in social care once and for all”. Lima tahun kemudian, pada Juli 2024, Keir Starmer menghadapi kritik ketika Partai Buruh membatalkan rencana mengenai batas biaya sebesar £86,000 untuk jumlah yang perlu dikeluarkan siapa pun di Inggris guna membiayai perawatan pribadi selama masa hidup.
Sir Ed Davey, pemimpin Liberal Demokrat, menyampaikan pandangannya pada hari Sabtu. Ia mengatakan: “This has to be the start of a real effort to end the social care catastrophe.”
Davey juga menekankan perlindungan bagi mereka yang menjadi pengasuh keluarga. Ia menambahkan: “I’ll fight to ensure family carers aren’t forgotten. We need cross-party consensus, and I hope the PM’s door is open.”
Tanggapan Burnham terhadap pernyataan Davey datang melalui media sosial. Ia menulis: “It most certainly is, Ed. Let’s work together to find some common ground.”
Pertanyaan pendanaan dari oposisi
Di pihak Konservatif, Kevin Hollinrake, ketua partai, mempertanyakan sumber dana dari janji perbaikan. Ia menyatakan: “Where’s the money coming from, Andy? We’re all dying to know.”
Ia menilai, meski perdana menteri berjanji untuk menuntaskan persoalan nasional, publik masih menunggu penjelasan mengenai cara pemerintah membiayai program-program tersebut.
Janji di pekan pertama pemerintahan
Selain agenda pidato yang mencakup perawatan sosial, Burnham juga menyampaikan sejumlah komitmen pada pekan awal pemerintahannya. Di antaranya, ia berjanji mengakhiri praktik tidur di jalan (rough sleeping) di Inggris.
Pemerintah juga menargetkan penurunan biaya hidup dengan mengurangi PPN (VAT) untuk tagihan listrik domestik pada tahun fiskal yang sedang berjalan. Untuk transportasi, mereka berkomitmen menurunkan batas tarif bus di luar London dari £3 menjadi £2 mulai Januari.
Langkah lain yang diumumkan adalah pemangkasan tarif bisnis untuk pub, klub, serta tempat pertunjukan musik live di Inggris sebesar 20% mulai bulan April. Rangkaian janji ini memperlihatkan pemerintah mencoba menyelaraskan agenda sosial dengan kebijakan biaya dan dukungan ekonomi, sambil tetap menempatkan perawatan sosial sebagai salah satu pekerjaan rumah terbesar yang ingin segera dikejar.












