Bisnis & Ekonomi

Angkutan KAI Logistik Tembus 8,7 Juta Ton, Batu Bara Tetap Dominan di Semester I 2026

×

Angkutan KAI Logistik Tembus 8,7 Juta Ton, Batu Bara Tetap Dominan di Semester I 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Angkutan Barang KAI Logistik Capai 8,7 Juta Ton, Batu Bara Masih Dominan

jurnalistik.co.id – KAI Logistik membukukan volume angkutan barang sekitar 8,7 juta ton pada semester I 2026. Capaian itu ditopang kuatnya angkutan batu bara, disusul layanan angkutan kontainer dan ritel yang menunjukkan pertumbuhan.

Pada periode Januari–November 2025, perusahaan juga mencatat peningkatan kinerja dengan total barang energi dan logistik yang diangkut mencapai 63,6 juta ton. Angka tersebut menjadi latar kinerja KAI Logistik pada paruh pertama 2026.

Direktur Utama KAI Logistik Yuskal Setiawan menyampaikan batu bara masih menjadi komoditas utama yang dikelola perusahaan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan resmi pada Rabu (22/7/2026).

“Sepanjang semester I 2026, batu bara masih menjadi komoditas utama yang kami kelola dengan kontribusi sekitar 63 persen atau mencapai 5,4 juta ton. Di sisi lain, kami juga mencatatkan pertumbuhan yang positif pada berbagai layanan unggulan, khususnya angkutan kontainer dan layanan ritel, yang menunjukkan semakin luasnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan logistik berbasis kereta api,” ujar Yuskal dalam keterangan resmi, Rabu (22/7/2026).

Kinerja semester I 2026 juga memperlihatkan pergeseran yang positif pada lini layanan lain. Angkutan kontainer bertumbuh 27 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, menjadi sekitar 1,5 juta ton, sementara layanan ritel meningkat 29 persen dengan volume sekitar 38.000 ton.

Di luar dua layanan tersebut, KAI Logistik mencatat volume angkutan BBM/BBK sekitar 1,5 juta ton. Kontribusi komoditas lain datang dari angkutan semen sebesar 191.000 ton dan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) sekitar 4.000 ton.

Menurut perusahaan, rangkaian capaian itu mencerminkan konsistensi KAI Logistik dalam menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi logistik yang efisien, andal, dan berkelanjutan. Fokus itu juga tercermin dari peningkatan layanan yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

Angkutan Reefer Menguat di Akhir Semester

KAI Logistik mengoptimalkan layanan KA Kontainer Reefer untuk menjaga kelancaran distribusi produk pangan segar, termasuk pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Performa tertinggi pada layanan tersebut tercatat pada bulan terakhir semester I 2026.

Pada Juni 2026, volume angkutan mencapai sekitar 1,9 juta ton atau berkontribusi sekitar 22 persen terhadap total volume angkutan selama enam bulan pertama tahun ini. Manajemen menilai hasil itu menunjukkan meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan berbasis kereta api.

“Capaian pada akhir semester ini menjadi cerminan meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan KAI Logistik. Di saat yang sama, hasil tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam merespons dinamika industri melalui strategi bisnis yang adaptif serta penguatan kualitas layanan secara berkelanjutan,” katanya.

Dengan melihat pergerakan antartwI, perusahaan mencatat bahwa volume angkutan pada Triwulan II 2026 mencapai sekitar 5,1 juta ton. Angka tersebut meningkat sekitar 1,5 juta ton dibanding Triwulan I yang tercatat sekitar 3,6 juta ton.

Peningkatan pada Triwulan II 2026 ditopang oleh hampir seluruh lini bisnis. Batu bara menjadi kontributor kenaikan terbesar dengan tambahan sekitar 1,3 juta ton, diikuti kenaikan pada komoditas lain.

Selain batu bara, angkutan semen meningkat sekitar 46.000 ton. Angkutan kontainer bertambah sekitar 129.000 ton, layanan ritel naik sekitar 907 ton, dan pengelolaan limbah B3 meningkat sekitar 486 ton.

Dari gambaran tersebut, KAI Logistik menunjukkan konsistensi sekaligus perluasan pertumbuhan di berbagai jenis layanan selama semester I 2026. Kombinasi batu bara yang masih dominan dan penguatan layanan kontainer, ritel, hingga pengelolaan komoditas lainnya menjadi fondasi utama kinerja perusahaan hingga pertengahan tahun.