Hukum & Kriminal

Andy Burnham: Akan mengkaji rencana pembebasan narapidana lebih cepat

×

Andy Burnham: Akan mengkaji rencana pembebasan narapidana lebih cepat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Burnham says he will review early prisoner release scheme

jurnalistik.co.id – Perdana Menteri Andy Burnham menyatakan akan meninjau kebijakan pembebasan narapidana lebih cepat. Pernyataan itu ia sampaikan kepada para reporter di Bath, dengan menegaskan bahwa proses penilaian akan dilakukan secara menyeluruh.

Burnham mengatakan, “I can’t say that I can change the policy completely, but I will look at it in detail before we go further forward.” Dengan kalimat itu, ia tidak memberi komitmen untuk mengubah kebijakan secara total, tetapi membuka ruang pemeriksaan mendalam sebelum kebijakan berjalan lebih jauh.

Dalam kesempatan yang sama, ia mengakui adanya “pressure on prisons places”. Ia juga menyoroti kegagalan investasi pada sistem penjara di masa lalu yang menurutnya telah melahirkan “an unacceptable situation”.

Sejak September 2024, puluhan ribu narapidana telah dilepas lebih awal untuk menciptakan tambahan ruang di lapas. Langkah pelepasan lebih cepat itu muncul sebagai respons atas masalah kapasitas yang berulang dan berdampak pada penanganan penghuni penjara.

Komentar Burnham datang di tengah respons publik yang sensitif. Ibu dari polisi Andrew Harper, yang menjadi korban dalam kasus yang disebut BBC, menyatakan bahwa kemungkinan pembebasan lebih awal terhadap dua pelaku yang terlibat terasa seperti sebuah “insult”.

Jessie Cole dan Albert Bowers dijatuhi hukuman 13 tahun penahanan atas tuduhan manslaughter. Meski demikian, keduanya berpotensi memperoleh pembebasan lebih cepat melalui mekanisme yang terdapat dalam aturan hukum pemidanaan yang baru.

Isu kepadatan di penjara, menurut laporan tersebut, telah menjadi persoalan selama beberapa tahun. Sejumlah pemerintahan sebelumnya juga pernah melakukan pembebasan narapidana lebih awal sebagai cara untuk membebaskan kapasitas, dengan tujuan meredakan tekanan operasional di fasilitas penahanan.

Salah satu landasan perubahan yang sedang dibahas adalah Sentencing Act. Undang-undang itu disebut telah disahkan oleh pemerintahan Sir Keir Starmer pada awal tahun ini, dan dirancang untuk menekan beban di penjara.

Burnham menegaskan arah penilaiannya bukan sekadar mempertimbangkan kebijakan secara administratif. Ia menyatakan, “I want to assure myself that everything has been looked at before this policy proceeds, and I can give that assurance that every single part of this I will look into with the justice secretary.” Ia juga menempatkan pengawasan detail pada kerja sama dengan sekretaris kehakiman.

Dalam konteks Sentencing Act, aturan baru ini dimaksudkan agar beberapa pelaku dapat menjalani waktu penahanan yang lebih singkat sebelum akhirnya dilepaskan. Namun, di sisi lain, implementasi kebijakan tersebut juga memunculkan kekhawatiran dari pihak-pihak yang merasa dampaknya tidak selaras dengan harapan keadilan.

Dengan demikian, pernyataan Burnham memadukan dua penekanan yang tampak beriringan: kebutuhan menanggapi “pressure on prisons places” serta kehati-hatian agar setiap bagian kebijakan dinilai terlebih dulu. Ia memilih untuk tidak menyatakan perubahan kebijakan secara langsung, tetapi mengisyaratkan bahwa pemeriksaan akan dilakukan sebelum langkah kebijakan diteruskan.

Ketika ia menyebut situasi yang “unacceptable”, perhatian diarahkan pada sebab struktural yang membuat kapasitas penjara terus terdesak. Sejumlah narapidana yang telah dilepas lebih awal sejak September 2024 menjadi gambaran bahwa persoalan ruang bukan isu sesaat, melainkan problem yang berlanjut dan memaksa pemerintah mengambil tindakan pragmatis.

Pada saat yang sama, reaksi keluarga korban menunjukkan bahwa setiap perubahan skema pembebasan lebih cepat memiliki konsekuensi emosional dan sosial yang nyata. Pernyataan tentang “insult” mempertegas bahwa pembahasan kebijakan pemidanaan tidak hanya berkaitan dengan manajemen lapas, tetapi juga dengan bagaimana keadilan dipahami oleh publik, terutama keluarga yang terdampak langsung.

Langkah peninjauan yang diumumkan Burnham, karenanya, menjadi titik tumpu antara kebutuhan mengelola kapasitas penjara dan tuntutan agar penerapan kebijakan pemidanaan dipertimbangkan secara penuh. Pemeriksaan detail yang ia janjikan akan menentukan sejauh mana kebijakan pembebasan narapidana lebih cepat akan dipertahankan, disesuaikan, atau dikoreksi sebelum “before we go further forward”.