jurnalistik.co.id – Pada penutupan perdagangan Rabu, 22 Juli 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak lebih rendah dan ditutup melemah.
IHSG turun 5,54 poin atau 0,087% menjadi 6.334,48.
Pergerakan indeks pada hari itu dipengaruhi oleh pelemahan empat indeks sektoral yang menjadi pemberat IHSG. Dari keempatnya, sektor transportasi mencatat penurunan terdalam.
Transportasi terkoreksi 1,73%, diikuti kesehatan yang turun 1,09%. Sementara itu, infrastruktur melemah 0,46% dan sektor barang baku turun 0,26%.
Di sisi lain, sejumlah sektor mengalami penguatan sehingga menahan laju pelemahan IHSG. Sektor teknologi memimpin kenaikan dengan naik 1,58%.
Setelah teknologi, sektor barang konsumer primer naik 0,78%, disusul properti dan real estate yang naik 0,68%. Perindustrian juga menguat 0,63%.
Kenaikan berlanjut pada sektor barang konsumer non primer yang naik 0,47%, energi yang menguat 0,22%, serta keuangan yang bertambah 0,18%.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada hari itu menunjukkan volume sebesar 46,06 miliar saham. Total transaksi tercatat mencapai Rp 18,36 triliun.
Dari sisi pergerakan saham, terdapat 272 saham menguat, 340 saham turun, dan 184 saham stagnan selama sesi perdagangan.
Di kelompok LQ45, AMMN masuk daftar top losers pada penutupan IHSG Rabu (22/7/2026).
Berita Terkait
Top gainers LQ45 pada hari tersebut dipimpin PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang naik 3,86% menjadi Rp 2.020 per saham. Berikutnya PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menguat 3,53% menjadi Rp 1.320 per saham.
PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) juga tercatat menguat 2,56% ke level Rp 3.210 per saham.
Adapun top losers LQ45 dipimpin PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang turun 3,26% ke Rp 41,50 per saham. PT United Tractors Tbk (UNTR) terkoreksi 2,11% menjadi Rp 550 per saham.
Sementara itu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 2,04% ke Rp 720 per saham.
Secara umum, arah pergerakan IHSG pada sesi tersebut menunjukkan dinamika yang berimbang antara tekanan di sektor-sektor utama dan dorongan dari sektor lain. Pelemahan yang menonjol pada transportasi ikut menyeret sentimen, namun pergerakan dari sektor teknologi serta beberapa sektor defensif mampu membatasi ruang penurunan indeks.
Jika dilihat dari komposisi sektor, transportasi turun paling dalam dan menjadi penekan terbesar. Setelah itu, kesehatan juga melemah cukup terasa, sementara infrastruktur dan barang baku bergerak lebih terkoreksi namun dengan besaran yang relatif lebih moderat. Kombinasi pergerakan antar-sektor inilah yang kemudian membentuk penutupan indeks pada level yang lebih rendah.
Di sisi lain, penguatan sektor teknologi menjadi salah satu penopang utama pada akhir perdagangan. Kenaikan berlanjut dari barang konsumer primer, lalu properti dan real estate yang ikut menguat, serta perindustrian yang juga mencatat pertumbuhan. Pola penguatan ini turut memberi sinyal bahwa sebagian pelaku pasar masih melakukan akumulasi pada kelompok tertentu.
Penguatan tidak berhenti di kelompok sebelumnya. Barang konsumer non primer masih terangkat, demikian pula energi dan keuangan yang turut menambah kontribusi positif. Dengan adanya beberapa sektor yang bergerak naik bersamaan, laju pelemahan IHSG mendapatkan penahan, meski secara total indeks tetap ditutup melemah.
Aktivitas pasar pada sesi itu juga memperlihatkan adanya partisipasi yang tinggi, tercermin dari volume perdagangan 46,06 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 18,36 triliun. Dari sisi jumlah emiten, terdapat 272 saham yang menguat, 340 saham yang mengalami penurunan, serta 184 saham yang bergerak stagnan, yang menggambarkan bahwa tekanan jual masih dominan namun tidak sepenuhnya menutup ruang kenaikan pada sejumlah saham.
Pada segmen LQ45, pergerakan saham kembali memperlihatkan selisih antara kelompok pemenang dan kelompok terkoreksi. HRTA memimpin kenaikan dengan tambahan 3,86% menjadi Rp 2.020, disusul MEDC yang menguat 3,53% ke Rp 1.320, serta CPIN yang naik 2,56% ke Rp 3.210. Sementara itu, AMMN menjadi sorotan sebagai top losers karena terkoreksi 3,26% ke Rp 41,50, kemudian UNTR turun 2,11% ke Rp 550 dan CUAN melemah 2,04% ke Rp 720.












