Bisnis & Ekonomi

Astra Gandeng Penggerak Lokal, Bina 1.500 Desa untuk Pembangunan Berkelanjutan

×

Astra Gandeng Penggerak Lokal, Bina 1.500 Desa untuk Pembangunan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Astra Bina 1.500 Desa, Kolaborasi Dinilai Jadi Kunci Pembangunan Berkelanjutan

jurnalistik.co.id – PT Astra International Tbk menyatakan telah membina sekitar 1.500 desa di berbagai wilayah Indonesia melalui Program Desa Sejahtera Astra. Menurut perseroan, program ini dijalankan lewat kolaborasi yang melibatkan masyarakat, penggerak lokal, pemerintah, serta sektor swasta.

Keterlibatan banyak pihak, lanjut Astra, diperlukan karena pembangunan desa tidak dapat dipikul oleh satu unsur saja. “Membangun Indonesia tentunya tidak bisa kita mengharapkan satu tangan saja. Karena jika cuma satu tangan, tangan yang lain tidak bekerja, mungkin tangan yang lain akan lelah. Jadi kita punya tangan satu lagi untuk bisa saling menggenggam, bisa saling membantu, dan kita bisa saling bergandeng satu sama lain, sehingga satu kebaikan bisa menghasilkan kebaikan lainnya,” ujar Head of Media Relations Astra Putri Permatasari dalam Lestari Summit 2026 di Hotel Raffles, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Astra menempatkan program ini sebagai upaya memperkuat pembangunan dari tingkat desa agar menjadi fondasi bagi pembangunan nasional. Putri juga menegaskan bahwa pembinaan yang dilakukan mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, sehingga penerapannya tidak hanya berfokus pada satu dimensi pembangunan.

Dalam pelaksanaan Program Desa Sejahtera Astra, Astra melibatkan local changemakers atau penggerak perubahan yang berasal dari berbagai daerah. Penggerak ini dinilai menjadi penghubung penting antara gagasan program dan kebutuhan nyata di lapangan.

Putri menyebut penggerak lokal tersebut merupakan bagian dari SATU Indonesia Awards, yaitu ajang apresiasi Astra bagi anak muda yang berkontribusi pada berbagai bidang. Bidang-bidang yang disebutkan meliputi kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi.

“Jadi ini penghargaan untuk anak-anak muda, inisiator-inisiator muda yang bekerja dalam diam tanpa lelah, memberikan manfaat bagi sekitarnya yang bergerak di lima bidang yaitu kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi,” kata Putri.

Ia menjelaskan, hingga penyelenggaraan ke-17, sebanyak 792 orang telah menerima apresiasi melalui SATU Indonesia Awards. Setelah mendapatkan apresiasi, para penerima tersebut kemudian dipadukan dengan desa-desa binaan Astra agar dampak program dapat meluas ke berbagai daerah.

Putri menuturkan penggabungan tersebut mencegah agar program berhenti di satu lokasi. “Para penerima apresiasi akan dipadukan dengan desa-desa binaan Astra sehingga dampaknya tidak berhenti di satu titik, tetapi dapat menginspirasi daerah lain,” ujarnya.

Melalui skema itu, Astra berupaya memastikan kolaborasi tidak berhenti pada pemberian apresiasi, melainkan berlanjut ke pendampingan yang menyasar ekosistem desa. Dengan kata lain, penguatan dilakukan dari bawah melalui penggerak yang memahami konteks daerah masing-masing.

Fokus pembinaan dan tujuan penguatan desa

Dalam keterangan resminya, Astra menegaskan pembinaan yang dijalankan berorientasi pada tiga aspek utama, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pendekatan tersebut diharapkan membantu desa membangun kapasitas yang lebih menyeluruh, bukan sekadar program jangka pendek.

Putri menjelaskan bahwa program ditujukan untuk memperkuat pembangunan desa sebagai fondasi pembangunan nasional. Penegasan itu sekaligus menunjukkan bahwa tujuan Program Desa Sejahtera Astra tidak hanya menambah aktivitas di tingkat desa, tetapi juga merawat kesinambungan dampak dari waktu ke waktu.

Dengan menempatkan desa sebagai titik awal, Astra menilai langkah tersebut sejalan dengan nilai yang mereka usung untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Kolaborasi lintas pihak menjadi cara untuk menyatukan dukungan agar program berjalan lebih efektif.

Di sisi lain, pelibatan penggerak lokal juga berfungsi memperluas jangkauan inspirasi. Astra menekankan bahwa ketika penerima apresiasi dan desa binaan dipadukan, dampak program dapat menjadi pemicu bagi daerah lain untuk ikut bergerak.

Dalam konteks Lestari Summit 2026, pernyataan Putri menempatkan gagasan “tangan yang saling menggenggam” sebagai dasar pendekatan pembangunan yang kolektif. Astra memandang, ketika setiap pihak memainkan perannya, hasil akhirnya dapat menghasilkan kebaikan yang berantai.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, Astra telah membina sekitar 1.500 desa di berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan masyarakat, penggerak lokal, pemerintah, serta sektor swasta, dengan fokus pembinaan pada ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Sementara itu, dukungan yang bersumber dari SATU Indonesia Awards—dengan total 792 penerima apresiasi hingga penyelenggaraan ke-17—kemudian diintegrasikan ke desa-desa binaan. Dengan mekanisme ini, Astra menargetkan agar program dapat menginspirasi daerah lain dan memperluas jangkauan manfaat pembangunan berkelanjutan.