Bisnis & Ekonomi

Ada Risiko di Balik Isu Divestasi Aset Batu Bara Indika (INDY) – Market

×

Ada Risiko di Balik Isu Divestasi Aset Batu Bara Indika (INDY) – Market

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Risiko di Balik Kabar Divestasi Aset Batu Bara Indika (INDY) - Market

jurnalistik.co.id – JAKARTA— PT Indika Energy Tbk (INDY) disebut menjajaki divestasi aset batu bara melalui anak usahanya, PT Kideco Jaya Agung. Namun, rencana pelepasan tersebut dinilai membawa risiko terhadap kemampuan pendanaan grup, terutama bila yang dibidik adalah penjualan penuh.

Dalam riset yang dipublikasikan 16 Juli, CreditSights tetap mempertahankan rekomendasi underperform untuk Indika Energy. Dua analis yang menulis riset, Jonathan Tan Jun Jie dan Lakshmanan R, menilai langkah divestasi yang menyasar Kideco perlu dilihat secara lebih cermat karena kontribusi bisnisnya selama ini sangat besar.

Menurut analisis CreditSights, Kideco masih menjadi penopang utama kinerja Indika Energy. Perusahaan tambang batu bara itu disebut menyumbang lebih dari 75% EBITDA serta arus kas operasional grup. Dengan struktur seperti itu, pelepasan penuh aset dianggap berpotensi mengubah profil keuangan secara signifikan dalam waktu yang relatif singkat.

CreditSights juga menyoroti tujuan pendanaan yang biasanya melekat pada agenda divestasi, seperti untuk mendukung belanja modal. Dalam skenario tersebut, analis menilai penjualan penuh bukanlah pilihan yang paling ideal karena nilai tambah Kideco terhadap pendapatan dan kas operasi justru akan hilang.

“Meski penjualan penuh Kideco dapat memberikan dana yang cukup untuk melunasi obligasi senilai US$655 juta yang jatuh tempo pada 2029, kami menilai langkah tersebut kecil kemungkinannya dilakukan karena Kideco masih menyumbang lebih dari 75% EBITDA dan arus kas operasional grup,” tulis CreditSights, seperti dikutip dalam laporan yang diterbitkan.

Rangkaian pertimbangan itu menempatkan divestasi Kideco bukan sekadar isu likuiditas jangka pendek, melainkan strategi yang harus menyeimbangkan kebutuhan pendanaan dengan keberlanjutan sumber arus kas. Bagi grup, peran Kideco yang dominan membuat setiap rencana pelepasan perlu disertai skenario lanjutan agar kapasitas operasi dan kemampuan menghasilkan kas tetap terjaga.

CreditSights pada dasarnya melihat adanya tarik-menarik antara dua kebutuhan. Di satu sisi, ada kebutuhan untuk memastikan kewajiban finansial—termasuk obligasi senilai US$655 juta yang jatuh tempo pada 2029—dapat dikelola dengan baik. Di sisi lain, jika pendapatan dan arus kas yang selama ini didukung Kideco dikurangi lewat penjualan penuh, grup bisa menghadapi tantangan baru dalam menjaga stabilitas kinerja.

Dengan mempertahankan peringkat underperform, CreditSights memberikan sinyal bahwa pasar sebaiknya tidak langsung mengasumsikan divestasi akan otomatis memperbaiki prospek Indika Energy. Risiko terbesar menurut mereka terletak pada kemungkinan langkah yang “terlalu besar” untuk sebuah aset yang kontribusinya sangat dominan terhadap laba serta kas operasional.

Sementara itu, dinamika divestasi seperti ini juga lazim memunculkan berbagai persepsi investor, misalnya terkait kemampuan perusahaan mempertahankan momentum bisnis inti. Namun, dalam kasus Indika Energy dan Kideco, justru dominasi kontribusi Kideco membuat keputusan penjualan penuh menjadi lebih kompleks daripada sekadar soal ketersediaan dana.

Dari sudut pandang CreditSights, rencana divestasi tetap dapat membuka ruang pendanaan, tetapi cara dan skala pelepasan menjadi penentu apakah manfaatnya lebih besar ketimbang dampak terhadap arus kas dan EBITDA. Dengan demikian, investor diarahkan untuk menilai detail tujuan penjualan Kideco, termasuk apakah opsi yang ditempuh memang selaras dengan kebutuhan belanja modal tanpa mengorbankan sumber kas operasional yang saat ini menjadi tulang punggung grup.

Dalam pembahasan tersebut, fokusnya bukan hanya pada apakah aset Kideco bisa dilepas, tetapi juga pada bagaimana dampaknya terhadap mesin kas yang selama ini menopang grup. Dominasi kontribusi Kideco membuat perubahan komposisi pendapatan dan arus kas berpotensi terasa cepat, sehingga setiap keputusan divestasi perlu dikaitkan dengan kemampuan perusahaan menjaga stabilitas kinerja setelah dana masuk digunakan.

CreditSights juga menggarisbawahi bahwa agenda divestasi biasanya membawa ekspektasi perbaikan prospek secara instan. Namun, untuk kasus Indika Energy, penilaian diarahkan pada kelayakan rencana penjualan penuh terhadap tujuan pendanaan dan waktu pemenuhan kewajiban, termasuk obligasi yang jatuh tempo pada 2029. Dengan begitu, penilaian pasar semestinya mempertimbangkan konsekuensi jangka pendek maupun kelangsungan sumber kas utama.