jurnalistik.co.id – Anton du Beke menyampaikan duka yang mendalam atas wafat Ann Widdecombe, yang kini tengah diselidiki polisi sebagai kasus pembunuhan. Peristiwa itu memicu gelombang reaksi dari berbagai pihak, termasuk tokoh politik dan figur publik yang mengenal Widdecombe dari ruang kerja maupun arena kebijakan.
Du Beke, yang pernah menjadi pasangan Widdecombe dalam program Strictly Come Dancing pada 2010, mengatakan dirinya âdevastatedâ dan menyebut kematian itu sebagai âthe âsaddest of newsââ. Ia juga mengunggah pernyataan melalui video di X tak lama sebelum pengumuman pemeriksaan kasus pembunuhan resmi dilakukan.
Dalam video tersebut, du Beke menuturkan pengalamannya bersama Widdecombe di acara tari itu sangat berkesan. Ia menyebut Widdecombe âbecame a real friendâ, serta menggambarkannya sebagai sosok yang seru, bersemangat, positif, suportif, dan âgameâ, yang âwanted to enter into the spirit of the whole thingâ.
Widdecombe berusia 78 tahun, dan menurut polisi ia ditemukan di rumahnya di Devon pada Kamis pagi dengan luka serius. Otoritas keamanan menyatakan mereka telah menangkap seorang pria kulit putih berusia 26 tahun dengan dugaan melakukan pembunuhan.
Assistant Chief Constable Matt Longman menjelaskan bahwa kasus ini tidak diperlakukan sebagai insiden terkait terorisme. Ia juga menyampaikan bahwa âthere is currently âno informationââ mengenai kemungkinan motif politik di balik kematian mantan menteri bayangan Partai Konservatif serta juru bicara Reform UK tersebut.
Respons pimpinan partai dan pemerintah
Kemi Badenoch, pemimpin Partai Konservatif, mengatakan partainya âreelingâ dan menggambarkan Widdecombe sebagai âa very fun and feisty woman who spoke her mindâ. Badenoch menambahkan, âMy heart is breaking for her familyâ.
Perdana Menteri Sir Keir Starmer menyebut Widdecombe sebagai âa distinguished politicianâ dan kematiannya sebagai âa significant lossâ. Ia juga mengajak masyarakat âto rise above any political differencesâ, sembari menyatakan pikirannya âat this awful timeâ bersama keluarga Widdecombe.
Berita Terkait
Starmer mengatakan ia telah berbicara dengan Lindsay Hoyle selaku Speaker House of Commons, Badenoch, Nigel Farage, serta MP Andy Burnham. Tujuannya, ia menegaskan, adalah âto urge everybody to come togetherâ.
Nigel Farage, pemimpin Reform UK, menyatakan Widdecombe sebagai âan extraordinary womanâ dan seseorang yang âgave her life to public service, to fighting for the things she believed inâ. Ia juga menggambarkan Widdecombe sebagai âa devout Christianâ dan pribadi dengan pandangan yang kuat secara sosial-konservatif, serta menambahkan, âPerhaps not popular in modern Britain but that is what Ann believed in.â
Ed Davey dari Partai Liberal Demokrat menilai Widdecombe sebagai âa woman of deep faithâ yang mendedikasikan hidupnya untuk pelayanan publik. Ia mengatakan, âThe idea that she could have been murdered is truly horrifyingâ, lalu menyampaikan bahwa âthoughts and prayers are with her family and all who loved herâ.
Sementara itu, Andy Burnhamâyang dipandang sebagai kandidat perdana menteri berikutnya dari Partai Buruhâmenyampaikan bahwa âAnn gave a lifetime of public serviceâ dan menilai adalah hal yang tepat jika polisi âput all their resources into investigating this as swiftly as possibleâ.
Kesaksian lingkungan dan pernyataan pihak manajemen
Dari lingkungan sekitar, Susan Coysh, tetangga Widdecombe, mengatakan ia âdevastatedâ. Ia menggambarkan Widdecombe sebagai âa character and a lovely ladyâ, serta menyatakan dirinya âshockedâ atas kabar tersebut.
Coysh menuturkan bahwa ia terakhir melihat Widdecombe sepuluh hari sebelumnya di sebuah pompa bensin. Ia mengatakan mereka biasa menyapa satu sama lain, sementara Widdecombe âdid keep herself to herself quite a bit… but she was approachableâ.
Pernyataan yang dirilis pihak agen Widdecombe pada Jumat pagi tidak menyebut secara spesifik keadaan yang melatarbelakangi kematiannya. Kemudian, pada Jumat yang sama, pihak manajemen merilis pernyataan lanjutan yang menyatakan: âWe are absolutely devastated by this news following a very traumatic and upsetting 24 hours.â
Dalam pernyataan lanjutan itu, manajemen menyatakan mereka âfully support the police in their investigationsâ dan kembali menegaskan âthe familyâs desire not to be contacted at this difficult timeâ.












