Hukum & Kriminal

Anton du Beke Berduka atas Wafat Ann Widdecombe; Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan dan Reaksi Politik Mengalir

×

Anton du Beke Berduka atas Wafat Ann Widdecombe; Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan dan Reaksi Politik Mengalir

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Anton du Beke 'devastated' over Ann Widdecombe death as politicians react

jurnalistik.co.id – Anton du Beke menyampaikan duka yang mendalam atas wafat Ann Widdecombe, yang kini tengah diselidiki polisi sebagai kasus pembunuhan. Peristiwa itu memicu gelombang reaksi dari berbagai pihak, termasuk tokoh politik dan figur publik yang mengenal Widdecombe dari ruang kerja maupun arena kebijakan.

Du Beke, yang pernah menjadi pasangan Widdecombe dalam program Strictly Come Dancing pada 2010, mengatakan dirinya “devastated” dan menyebut kematian itu sebagai “the ‘saddest of news’”. Ia juga mengunggah pernyataan melalui video di X tak lama sebelum pengumuman pemeriksaan kasus pembunuhan resmi dilakukan.

Dalam video tersebut, du Beke menuturkan pengalamannya bersama Widdecombe di acara tari itu sangat berkesan. Ia menyebut Widdecombe “became a real friend”, serta menggambarkannya sebagai sosok yang seru, bersemangat, positif, suportif, dan “game”, yang “wanted to enter into the spirit of the whole thing”.

Widdecombe berusia 78 tahun, dan menurut polisi ia ditemukan di rumahnya di Devon pada Kamis pagi dengan luka serius. Otoritas keamanan menyatakan mereka telah menangkap seorang pria kulit putih berusia 26 tahun dengan dugaan melakukan pembunuhan.

Assistant Chief Constable Matt Longman menjelaskan bahwa kasus ini tidak diperlakukan sebagai insiden terkait terorisme. Ia juga menyampaikan bahwa “there is currently ‘no information’” mengenai kemungkinan motif politik di balik kematian mantan menteri bayangan Partai Konservatif serta juru bicara Reform UK tersebut.

Respons pimpinan partai dan pemerintah

Kemi Badenoch, pemimpin Partai Konservatif, mengatakan partainya “reeling” dan menggambarkan Widdecombe sebagai “a very fun and feisty woman who spoke her mind”. Badenoch menambahkan, “My heart is breaking for her family”.

Perdana Menteri Sir Keir Starmer menyebut Widdecombe sebagai “a distinguished politician” dan kematiannya sebagai “a significant loss”. Ia juga mengajak masyarakat “to rise above any political differences”, sembari menyatakan pikirannya “at this awful time” bersama keluarga Widdecombe.

Starmer mengatakan ia telah berbicara dengan Lindsay Hoyle selaku Speaker House of Commons, Badenoch, Nigel Farage, serta MP Andy Burnham. Tujuannya, ia menegaskan, adalah “to urge everybody to come together”.

Nigel Farage, pemimpin Reform UK, menyatakan Widdecombe sebagai “an extraordinary woman” dan seseorang yang “gave her life to public service, to fighting for the things she believed in”. Ia juga menggambarkan Widdecombe sebagai “a devout Christian” dan pribadi dengan pandangan yang kuat secara sosial-konservatif, serta menambahkan, “Perhaps not popular in modern Britain but that is what Ann believed in.”

Ed Davey dari Partai Liberal Demokrat menilai Widdecombe sebagai “a woman of deep faith” yang mendedikasikan hidupnya untuk pelayanan publik. Ia mengatakan, “The idea that she could have been murdered is truly horrifying”, lalu menyampaikan bahwa “thoughts and prayers are with her family and all who loved her”.

Sementara itu, Andy Burnham—yang dipandang sebagai kandidat perdana menteri berikutnya dari Partai Buruh—menyampaikan bahwa “Ann gave a lifetime of public service” dan menilai adalah hal yang tepat jika polisi “put all their resources into investigating this as swiftly as possible”.

Kesaksian lingkungan dan pernyataan pihak manajemen

Dari lingkungan sekitar, Susan Coysh, tetangga Widdecombe, mengatakan ia “devastated”. Ia menggambarkan Widdecombe sebagai “a character and a lovely lady”, serta menyatakan dirinya “shocked” atas kabar tersebut.

Coysh menuturkan bahwa ia terakhir melihat Widdecombe sepuluh hari sebelumnya di sebuah pompa bensin. Ia mengatakan mereka biasa menyapa satu sama lain, sementara Widdecombe “did keep herself to herself quite a bit… but she was approachable”.

Pernyataan yang dirilis pihak agen Widdecombe pada Jumat pagi tidak menyebut secara spesifik keadaan yang melatarbelakangi kematiannya. Kemudian, pada Jumat yang sama, pihak manajemen merilis pernyataan lanjutan yang menyatakan: “We are absolutely devastated by this news following a very traumatic and upsetting 24 hours.”

Dalam pernyataan lanjutan itu, manajemen menyatakan mereka “fully support the police in their investigations” dan kembali menegaskan “the family’s desire not to be contacted at this difficult time”.