Olahraga

Piala Dunia 2026: Inggris Favorit ke Semifinal, Solbakken Ungkap

×

Piala Dunia 2026: Inggris Favorit ke Semifinal, Solbakken Ungkap

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: World Cup 2026: England favourites to reach semi-finals - Norway boss

jurnalistik.co.id – Inggris disebut favorit untuk melaju ke semifinal Piala Dunia 2026, menurut Stale Solbakken. Namun, pelatih timnas Norwegia itu menegaskan status “favorit” yang disematkan kepadanya tidak boleh dipahami secara berlebihan.

Solbakken menyampaikan pandangan tersebut kepada BBC Sport. Dalam wawancara bersama editor olahraga BBC, Dan Roan, ia menyebut, “They are favourites, but they’re not big, big favourites.”

Inggris akan menghadapi Norwegia di Miami pada Sabtu (kick-off 22:00 BST). Laga ini merupakan pertemuan babak perempat-final setelah Norwegia lebih dulu menyingkirkan Brasil, tim yang lima kali menjuarai Piala Dunia, pada fase 16 besar.

Solbakken juga menambahkan bahwa tekanan akan dibagi dalam laga. Saat konferensi pers di Miami Stadium, ia mengatakan, “I think England have more pressure than us.”

Ia melanjutkan, “But we also put pressure on our performance. Once the game starts I don’t think the players think about the pressure.” Menurutnya, fokus tim lebih diarahkan pada cara bermain ketika pertandingan dimulai.

Norwegia sarat pemain papan atas

Kekuatan Norwegia, dalam penilaian Solbakken, juga bertumpu pada kualitas dan pengalaman yang dimiliki skuat. Di antaranya ada Martin Odegaard dari Arsenal yang pernah meraih titel bersama timnya, serta Erling Haaland yang kini bermain untuk Manchester City.

Solbakken menilai, “Brazil and England are maybe the two biggest nations we could meet at this World Cup in terms of history.” Pernyataan itu menegaskan betapa besar ukuran laga bagi Norwegia, baik dari sisi sejarah maupun gengsi turnamen.

Perjalanan Norwegia sendiri tercatat sebagai momen bersejarah. Haaland mencetak tujuh gol selama run mereka menuju perempat-final yang dianggap historis, sekaligus menjadi penampilan pertama Norwegia di Piala Dunia sejak 1998, dan sejauh ini mereka melampaui capaian terjauh sebelumnya.

Solbakken juga mengaitkan lonjakan performa tim dengan rangkaian hasil yang mereka amankan. Norwegia meraih kemenangan atas Irak, Senegal, Pantai Gading, serta Brasil, dengan Haaland yang berada dalam kondisi terbaik pada fase-fase penting.

Sementara itu, Inggris datang membawa catatan produktivitas penyerang mereka. Kapten Inggris, Harry Kane, telah mencetak enam gol dalam lima pertandingan di turnamen ini, sehingga duel memasuki babak lanjutan dengan perhatian besar dari publik sepak bola.

Haaland vs Kane, tapi Solbakken menolak fokus tunggal

Ketika ditanya apakah pertandingan akan menjadi pertarungan langsung antara dua pemain pencetak gol terbanyak, Solbakken menjawab dengan menempatkan laga sebagai urusan sistem tim. Ia berkata, “it’s Norway against England”.

Solbakken juga menekankan peran utama Kane dan Haaland, sekaligus menyiratkan bahwa pertandingan tidak bisa dipersempit hanya menjadi satu nama. Ia menyatakan, “it’s not a secret that Kane is match-winner number one for England and Erling is match-winner number one for us.”

Ia menegaskan, “There’s no doubt that he [Haaland] is our biggest match-winner, but I think you underestimate some of the other players if you think that’s the whole theme.” Solbakken menambahkan, “He also needs service but you can’t deny that he is a big, big match-winner for us.”

Dengan demikian, fokus Norwegia—menurut Solbakken—tidak hanya diarahkan untuk meredam Kane atau mengandalkan Haaland, tetapi juga untuk menjaga struktur agar peluang tercipta secara kolektif.

Solbakken pun mengungkap bahwa ia sangat mengagumi Inggris dalam cara mereka menghadapi pertandingan-pertandingan sulit. Ia mengingatkan, Norwegia sendiri harus melalui fase berat ketika menyingkirkan Meksiko 3-2 di 16 besar, meski harus bermain dengan sepuluh pemain setelah bek Jarell Quansah dikartu merah pada menit ke-54 di Stadion Azteca yang sarat tekanan.

Dalam pandangan Solbakken, Norwegia perlu bersaing dan bertahan dengan benar. Ia berkata, “We need to compete and defend properly. We need to concentrate on the pitch and then we can be ourselves.”

Solbakken juga menilai Inggris memiliki ruang untuk menciptakan peluang dari momen-momen penting. Ia menyebut, “Jude Bellingham and Kane score from great positions.”

Ia menambahkan penilaiannya tentang penampilan Inggris saat melawan Meksiko, dengan menyatakan bahwa momen tersebut menunjukkan kualitas mereka. “I think the most impressive [England] game came when they were better than Mexico.”

Menurut Solbakken, Meksiko hanya menciptakan peluang yang terbatas. Ia mengatakan, “Mexico created very few chances and I think [Thomas] Tuchel managed to get their best players in good position.”

Ia menilai Inggris memiliki banyak opsi di sisi sayap, sehingga jika satu pemain tidak tampil pada hari terbaiknya, pemain lain bisa mengambil alih. “And being match-winners like Bellingham, Kane – they have several options on the wings which means that if one doesn’t have the day, another comes in and then obviously does something good, then steady out in the middle of the park with Elliot Anderson and Declan Rice.”

Bukan soal dominasi bola, tetapi kesegaran tim

Norwegia tercatat pernah menguasai jalannya pertandingan secara signifikan saat mengalahkan Brasil, dengan penguasaan bola mencapai 66.4%. Ketika ditanya apakah ia berharap timnya mendapat porsi serupa melawan Inggris, Solbakken menjawab, “No I don’t.”

Ia menjelaskan kondisi latihan tim menjelang pertandingan. Solbakken menyatakan, “It’s getting hotter. We have trained very lightly. We’ve not done as much hard work [in training]. We have had technical sessions but in a lower tempo.”

Penekanannya adalah agar tim tampil segar pada laga berikutnya. Ia menutup penjelasannya, “It’s all about being fresh for tomorrow.”

Nuansa emosional di Miami

Menjelang pertandingan, Solbakken juga berbicara tentang arti run Norwegia bagi negaranya. Ia mengaku merasakan kebersamaan yang terbentuk dari perjalanan tim di turnamen ini. “It [World Cup run] has brought the country together. The whole of Norway is looking forward to tomorrow.”

Solbakken juga tercatat pernah membela Norwegia saat terakhir kali negara itu hadir di Piala Dunia pada 1998. Dengan status tersebut, laga melawan Inggris terasa sebagai momen yang lebih dari sekadar sepak bola bagi banyak pendukung.

Dalam konferensi pers, ia juga memberi penghormatan kepada idolnya saat di Liverpool, Kevin Keegan. Solbakken menyampaikan cerita pribadinya setelah kabar yang diterima Keegan, yang menurut informasi disampaikan pada bulan Juni, tengah menghadapi kanker stadium empat.

Solbakken mengungkap penyesalan terbesar dalam sejarah Piala Dunia terkait Kevin Keegan. Ia berkata, “My biggest regret in World Cup history is that Kevin Keegan did not score when he came on against Spain in 1982,”

Lalu ia menambahkan, “He was my big hero. I hope Kevin is well.” Solbakken juga mengaitkan kenangan televisi saat era 1960-an hingga 1970-an, dengan menyebut, “We had Match of the Day on the television from the late 1960s and early 1970s when it was one game on the telly, and everyone had a team they followed.”

Ia kemudian menutup penghormatan tersebut dengan kalimat personal. “My team was Liverpool and Kevin was my man. So I say hello to Kevin.”

Untuk langkah berikutnya, pemenang dari perempat-final Sabtu akan menghadapi Argentina atau Swiss pada Rabu berikutnya (20:00 BST) di Atlanta. Laga itu menjadi penentu siapa yang berhak melaju ke partai puncak pada 19 Juli.