jurnalistik.co.id – Cesar Azpilicueta menilai Spanyol akan menghadapi final Piala Dunia 2026 lawan Argentina dengan kunci yang sama seperti sepanjang perjalanan: tetap tenang, dan mempertahankan kerja kolektif yang sudah menjadi identitas tim.
Menurut bek veteran itu, Spanyol tidak membutuhkan gaya yang “wah” untuk meraih gelar kedua. Ia menekankan, fokus utama adalah menjaga ritme permainan yang selama ini mereka pahami bersama.
Azpilicueta menuturkan ia kini sudah kembali ke Madrid setelah terlibat dalam peliputan turnamen bersama BBC. Dari pengamatannya, keyakinan di seluruh Spanyol mengarah pada kemenangan atas Argentina pada Minggu dan trofi yang diharapkan bisa dibawa pulang, seperti ketika tim meraih sukses pada 2010.
Ia menyebut rasa percaya diri itu terbentuk dari beberapa landasan yang saling menguatkan. Di antaranya, keberhasilan Spanyol menjuarai Euro 2024, rangkaian tidak terkalahkan 37 pertandingan, serta cara tim menundukkan Prancis di semifinal.
Baginya, kekuatan Spanyol bukan hanya soal kualitas individu, melainkan terutama cara tim bergerak sebagai satu kesatuan. Azpilicueta menggambarkan pendekatan Luis de la Fuente sebagai identitas bersama yang membuat pemain terus melakukan hal yang sama di lapangan.
Identitas itu terlihat sejak pertandingan awal. Pada laga pertama Piala Dunia 2026, Spanyol hanya bermain imbang 0-0 melawan Cape Verde, hasil yang tidak sesuai harapan. Namun, ia menegaskan tim tidak panik dan tidak mengubah pendekatan.
Pola serupa juga muncul saat Spanyol menjalani fase gugur. Ketika harus bersaing melawan Portugal dan Belgia, tim tetap menahan prinsip yang sama, bahkan ketika jalan menuju gol kemenangan berlangsung hingga momen terakhir.
Di semifinal, Spanyol juga menunjukkan karakter ketika sempat menghadapi situasi yang berbeda. Azpilicueta menekankan bahwa meski Prancis menjadi salah satu favorit utama turnamen dan telah mencetak banyak gol pada pertandingan-pertandingan lain, Spanyol tetap mempertahankan kepala dingin dan tidak mengubah pendekatan untuk menjaga keunggulan.
Tenang saat unggul, tidak berubah saat tertekan
Azpilicueta menegaskan, memastikan identitas ini tetap utuh menjadi hal paling penting, terutama pada fase penentu. Menurutnya, Spanyol memang bisa melakukan pergantian personel, tetapi bentuk permainan serta pola pikir tim harus tetap konsisten.
Ia menggambarkan rencana itu sebagai upaya memiliki bola dan mengendalikan jalannya pertandingan sebisa mungkin. Meski sepak bola bisa menghadirkan situasi yang tak terduga, Azpilicueta menyebut sejauh tujuh pertandingan di turnamen ini, Spanyol belum pernah berada dalam posisi tertinggal.
Jika skenario itu muncul di partai puncak—apabila Spanyol justru tertinggal dari Argentina—ia menyatakan tim tidak akan mengubah arah. Spanyol ingin membawa ketenangan yang sudah terlihat sejak awal hingga akhir laga.
Ia lalu mengakui bahwa Argentina tentu merasakan hal yang sama mengenai peluang mereka. Azpilicueta menyebut sang lawan adalah pemegang gelar dan telah membuktikan kembali status mereka sebagai juara dunia.
Final, lanjutnya, akan sangat sulit karena Lionel Messi sedang berada dalam kondisi yang luar biasa. Azpilicueta menilai Messi memperlihatkan ambisi dan keinginan kuat untuk menentukan hasil, dan ia berpotensi menjadi pembeda di setiap titik pertandingan.
Azpilicueta juga mengingat contoh saat Messi mengubah posisi sedikit ketika melawan Inggris. Langkah itu membantu Messi menemukan ruang lebih baik, sehingga efeknya terasa dalam jalannya permainan.
Namun, selain Messi, ia menyebut Spanyol juga memahami ancaman dari bagian lain tim Argentina. Menurutnya, Argentina akan berjuang habis-habisan demi trofi, termasuk untuk memastikan momen itu bisa dibawa pulang.
Azpilicueta mengatakan ia pernah bermain dengan beberapa pemain Argentina ketika berkostum Atlético Madrid pada rentang 2023 sampai 2025. Karena pengalaman itu, ia mengaku mengenal mentalitas dan kualitas mereka.
Di antaranya adalah Julián Álvarez. Azpilicueta menggambarkan Álvarez sebagai pemain yang “lengkap”, bukan sosok yang hanya berperan sebagai striker murni bernomor sembilan, apalagi pemain yang sekadar memainkan gaya nomor 10 yang turun lebih dalam.
Ia menilai Álvarez mampu bekerja di sayap, bergerak ke berbagai area, dan menunjukkan dorongan untuk selalu berada di tempat yang tepat. Menurutnya, kadang Álvarez turun, tetapi tetap menjadi penyelesaian akhir yang tajam.
Berita Terkait
Di mana pun posisi Álvarez berada, Azpilicueta mengatakan ia terus berusaha masuk ke kotak dan mengakhiri peluang untuk tim. Ia juga menegaskan kemampuan Álvarez menembak dari luar area dengan kaki kanan maupun kiri, dengan banyak gol mengesankan untuk klub dan negara.
Azpilicueta menambahkan bahwa ia melihat kualitas Álvarez bukan hanya saat berhadapan langsung, tetapi juga ketika mereka berbagi ruang ganti di Atlético Madrid dan berlatih bersama. Ia menilai Álvarez, seperti Messi, adalah pemain pembeda—memiliki kualitas, bakat, dan kecerdasan yang mampu mengubah jalannya pertandingan pada momen mana pun.
Karena itu, Spanyol harus memberi perhatian ekstra pada Álvarez, terutama karena ia terus bergerak dan mencari ruang bebas.
Azpilicueta menyoroti cara Álvarez membangun permainan: membantu kerja sama tim sekaligus dirinya sendiri, membuat rangkaian operan satu-dua, dan memutuskan kapan harus menahan bola serta kapan harus melepasnya dengan cepat.
Struktur bertahan dan kemauan membantu tim
Ia menyatakan akan sulit bagi Spanyol untuk membuat Argentina benar-benar tidak berkembang. Namun, ia percaya yang bisa membantu Spanyol adalah struktur tim dan organisasi bertahan yang kuat.
Azpilicueta menyebut Spanyol hanya kebobolan satu gol hingga turnamen sejauh ini. Ia menilai cara bertahan Spanyol juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan, termasuk saat tim menghadapi momen-momen sulit.
Meski Spanyol biasanya suka bermain di area lawan dan menekan dari depan, ia mengatakan tim mampu berubah menjadi lebih kompak dan menyatu dalam formasi medium atau low block ketika diperlukan. Baginya, hal itu tetap kembali pada kerja tim secara kolektif.
Azpilicueta menyebut Rodri dan Fabián Ruiz berperan disiplin dalam menutup ruang di sekitar lini belakang. Bahkan Lamine Yamal, menurutnya, juga menunjukkan kerja defensif yang menonjol saat Spanyol menghentikan Prancis tanpa memberi peluang yang jelas.
Di sisi kanan, Alex Baena disebut melakukan pekerjaan serupa. Azpilicueta juga menilai Yamal terus bertumbuh sepanjang turnamen, terutama dari sisi aktivitas tanpa bola yang menunjukkan mentalitasnya.
Ia mengakui Yamal mungkin belum menghasilkan banyak gol secara langsung. Sampai saat ini, Azpilicueta menyebut Yamal hanya memiliki satu gol, tepatnya pada kemenangan 4-0 fase grup atas Arab Saudi, serta beberapa kontribusi lewat umpan langsung.
Namun, ia menegaskan pengaruh Yamal tetap terasa dalam cara ia menarik bek untuk menciptakan ruang bagi rekan-rekannya. Bahkan ketika Yamal tidak mendapat bola, dampaknya tetap mengubah cara pertahanan lawan bergerak.
Azpilicueta menilai skuad Spanyol adalah tim yang benar-benar kompak. Ia menekankan semua pemain mengutamakan kolektivitas, termasuk kesediaan untuk berkorban demi tim.
Bahkan ketika pemain melebar, ia menyebut para winger memiliki karakter menyerang. Akan tetapi, saat Spanyol kehilangan bola, mereka tetap membantu bek sayap. Di sisi lain, Mikel Oyarzabal yang berperan sebagai penyerang utama juga disebut turun untuk membantu menjemput bola dan menghubungkan permainan dengan lini tengah.
Azpilicueta juga memberi sorotan pada bek sayap Pedro Porro dan Marc Cucurella. Baginya, mereka bukan hanya kuat bertahan, melainkan juga terlibat dalam fase penyerangan, berkontribusi lewat assist dan gol, serta ikut membangun serangan melalui cara mereka menggerakkan bola.
Ia menilai dalam tim yang menyerang, bek sayap cenderung maju sehingga bisa terekspos secara defensif. Meski begitu, Porro dan Cucurella dinilai mampu menjalankan tugasnya dari atas sampai bawah lapangan bahkan saat menghadapi winger yang kuat.
Azpilicueta berharap di final nanti seluruh aspek tambahan kerja itu bisa terus muncul, karena itu yang paling dibutuhkan pada pertandingan paling penting.
Ia juga menyebut persiapan turnamen sejak awal: beberapa pemain mungkin tidak berada pada kondisi 100 persen fit. Namun, ia menilai Luis de la Fuente telah mempertimbangkan durasi turnamen yang panjang.
Sejak saat itu, kepercayaan diri bertumbuh bersama kebugaran dan momentum tim. Kini, pemain memiliki kesempatan untuk membuat seluruh negeri merasa bahagia.
Walau final melawan Argentina tidak akan mudah, Azpilicueta percaya Spanyol bisa masuk ke partai puncak dengan cara terbaik mereka di sepanjang Piala Dunia 2026, tepat pada waktu yang paling ideal.












