Peristiwa

Demi Argentina, Pasien Puskesmas Pambusuang Polewali Mandar Kabur Bawa Botol Infus

×

Demi Argentina, Pasien Puskesmas Pambusuang Polewali Mandar Kabur Bawa Botol Infus

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Demi Dukung Argentina, Pasien Kabur dari Ruang Puskesmas Sambil Bawa Infus

jurnalistik.co.id – POLEWALI MANDAR—Seorang pasien Puskesmas Pambusuang di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, nekat meninggalkan ruang perawatan sambil membawa botol infus. Aksi itu dilakukan karena ia ingin menyaksikan semifinal Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina vs Inggris pada Rabu, 15 Juli 2026.

Pasien berinisial W diketahui sempat keluar dari ruang perawatan dengan menyembunyikan botol infus di balik sarung yang dikenakannya. Peristiwa itu terjadi pada malam hari, sekitar pukul 21.00 Wita, sebelum pertandingan benar-benar dimulai sesuai jadwal yang seharusnya.

Tindakan W kemudian menjadi perhatian publik setelah beredar foto dirinya bersama perawat yang menjemputnya. Foto tersebut viral di media sosial, memunculkan beragam respons dari warganet sekaligus menarik perhatian terhadap kondisi pasien yang sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan setempat.

Kepala Puskesmas Pambusuang, dr A. Vita, membenarkan pasien sempat meninggalkan puskesmas tanpa sepengetahuan petugas. Menurut Vita, pasien mengira laga semifinal Piala Dunia digelar lebih awal pada malam hari, sehingga ia mengambil keputusan mendahului jadwal pengobatan.

Vita menjelaskan, “Iya kabur, tapi katanya salah jadwal. Dia menduga pertandingan main lebih awal, tapi ternyata subuh. Dia pulang bawa botol infus dibungkus sarung,” kata Vita.

Di sisi lain, proses pencarian baru berjalan ketika petugas menyadari pasien menghilang saat hendak memberikan obat. Sebelumnya, pihak keluarga sempat mengira W hanya keluar untuk keperluan seperti ke toilet, sehingga keterlambatan penyadaran membuat situasi menjadi lebih rumit.

Setelah mengetahui W telah meninggalkan puskesmas, petugas segera melakukan pencarian dan menjemputnya. Sekitar pukul 23.00 Wita, pasien kembali ke Puskesmas Pambusuang didampingi perawat yang sedang bertugas. Saat melewati kerumunan warga, W berupaya menyembunyikan botol infus agar tidak menarik perhatian.

“Dijemput kembali sama petugas perawat yang jaga, jam sebelas kembali ke puskesmas,” jelas Vita.

Dalam keterangannya, Vita menyebutkan pasien menjalani perawatan di Puskesmas Pambusuang karena mengalami diare. Setelah kondisinya membaik, W akhirnya diperbolehkan pulang dari puskesmas. Keputusan tersebut diambil setelah pemeriksaan menunjukkan perawatan yang dijalani sudah memberi respons positif.

“Sakit diare, kondisinya sudah membaik jadi sudah diperbolehkan pulang,” jelas Vita.

Vita juga menegaskan bahwa W dikenal sebagai pendukung Timnas Argentina. Ia mengaitkan semangat pasien setelah kembali ke puskesmas dengan hasil pertandingan yang dinantikan. Menurut Vita, ketertarikan W pada laga itu berasal dari dukungan yang sudah ia miliki sejak awal.

“Tim andalan Argentina menang kayaknya, jadi semakin semangat,” pungkas Vita.

Peristiwa kaburnya pasien dengan membawa botol infus menunjukkan bagaimana persepsi jadwal dan dorongan menonton pertandingan dapat membuat seseorang mengambil langkah yang berisiko saat berada dalam perawatan. Meski demikian, dalam kasus ini W akhirnya dijemput kembali oleh perawat, dan kondisinya kemudian dinyatakan membaik sehingga ia mendapat izin pulang.

Di tengah kejadian tersebut, perhatian masyarakat sempat berfokus pada detail perilaku pasien saat meninggalkan ruang perawatan. Saat proses berlangsung malam hari, botol infus yang dibawanya tidak ditaruh secara terbuka, melainkan disamarkan di balik sarung, sehingga jejak aksinya baru benar-benar tampak setelah foto beredar.

Viralnya unggahan membuat isu ini melebar dari sekadar insiden di puskesmas menjadi bahan perbincangan luas di media sosial. Warga ikut menyoroti bagaimana pasien yang sedang menjalani perawatan—dalam kasus ini karena diare—tetap mengambil langkah untuk menyaksikan pertandingan, bahkan ketika jadwal pengobatan mestinya berjalan sesuai rencana.

Meski awalnya keluarga dan petugas mendapati situasi pasien belum segera dipastikan, pencarian kemudian berjalan saat diketahui W menghilang menjelang pemberian obat. Setelah ditemukan, W kembali didampingi perawat yang bertugas sekitar pukul 23.00 Wita. Di momen itu, ia tetap berupaya agar botol infus tidak menarik perhatian kerumunan, sebelum akhirnya menjalani pemeriksaan sampai dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang.