jurnalistik.co.id – Thomas Tuchel menegaskan dirinya akan terus memimpin timnas Inggris menuju Piala Eropa 2028 setelah langkah mereka berhenti di semifinal Piala Dunia 2026 saat menghadapi Argentina.
Inggris tak hanya kehilangan peluang merebut gelar Piala Dunia 2026, tetapi juga kesempatan mengulang momen bersejarah 60 tahun setelah titel pertama mereka pada 1966.
Dalam laga semifinal di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Kamis (16/7/2026), Inggris takluk 1-2 dari Argentina.
Inggris sempat unggul lebih dulu lewat gol Anthony Gordon pada menit ke-55. Keunggulan tersebut tidak bertahan lama karena pertandingan berbalik ketika Tuchel membuat perubahan taktik yang dinilai berisiko.
Tukang taktik asal Jerman itu memainkan strategi lebih defensif dengan menempatkan lima bek. Pilihan itu akhirnya menjadi momen yang berbalik arah dan memberi ruang bagi Argentina untuk mengejar ketertinggalan.
Argentina kemudian berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-85 melalui gol Enzo Fernandez. Setelah itu, kemenangan dipastikan Lautaro Martinez saat mencetak gol pada menit kedua masa tambahan waktu.
Di sisi lain, Inggris juga kalah dalam penguasaan bola sehingga harus menghadapi serangan yang datang bertubi-tubi dari Argentina sepanjang fase penting pertandingan.
Hasil ini turut memunculkan sorotan lebih luas di media. Sejumlah pihak menilai posisi Tuchel berada dalam situasi sulit dan mulai menyeret nama-nama calon pengganti, seperti Eddie Howe dan Graham Potter.
Namun, Tuchel mengingatkan bahwa komitmennya bersama organisasi sepak bola Inggris tetap berjalan. Pelatih tersebut baru saja meneken kontrak baru pada awal tahun 2026 setelah resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala timnas Inggris pada Januari 2025.
Berita Terkait
Kontrak anyar itu, sebagaimana diuraikan dalam laporan, menjadi dasar bagi rencana jangka panjangnya untuk membawa Inggris berlaga di Piala Eropa 2028.
Turnamen Piala Eropa 2028 sendiri akan digelar di beberapa negara Britania Raya, yaitu Inggris, Wales, Skotlandia, serta Republik Irlandia sebagai negara tetangga.
Selepas kekalahan dari Argentina, Tuchel menyatakan keyakinannya bahwa masa tugasnya masih mengarah sampai gelaran tersebut. Ia mengungkapkan, “Kami (Tuchel dan FA) terus melanjutkan kontrak hingga Piala Eropa yang digelar di kandang sendiri,” ujarnya dilansir dari Sky Sports.
Tuchel juga menambahkan, “Saya menantantikan hal itu, meskipun saat ini sulit untuk melihat sejauh itu ke depan,” imbuh eks pelatih Chelsea ini.
Selain kepastian kontrak, Tuchel disebut masih memperoleh dukungan dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA). Dukungan tersebut disampaikan Mark Bullingham setelah laga Inggris vs Argentina.
Bagi Tuchel, kekalahan semifinal tidak mengubah tujuan utamanya. Fokus kini diarahkan pada pemulihan performa dan perjalanan panjang menuju Piala Eropa 2028, dengan harapan rencana yang sudah disepakati tetap bisa dijalankan meski awalnya dimulai dari malam yang berat di Atlanta.
Setelah gol Anthony Gordon menit ke-55 membuat Inggris sempat berada di jalur kemenangan, pertandingan kemudian berubah ritmenya. Perubahan yang dilakukan Tuchel dinilai mengubah keseimbangan tim, dan karena itu pola permainan lebih sering membuka ruang di area yang semestinya bisa ditekan. Argentina memanfaatkan momentum tersebut untuk menekan, sementara Inggris harus bertahan pada fase-fase yang krusial.
Di pertemuan yang digelar di Stadion Atlanta itu, tekanan Argentina akhirnya berbuah pada menit ke-85 lewat Enzo Fernandez, yang memulihkan skor menjadi sama. Setelah skor kembali setara, laga memasuki babak penentuan yang berjalan tegang, hingga Lautaro Martinez mencetak gol pada menit kedua masa tambahan waktu untuk memastikan kemenangan bagi Argentina.
Alhasil, sorotan tidak hanya tertuju pada jalannya pertandingan, tetapi juga pada situasi kepelatihan Tuchel. Berbagai penilaian muncul di media, termasuk wacana nama-nama yang mulai dikaitkan sebagai kemungkinan pengganti, seperti Eddie Howe dan Graham Potter. Meski begitu, FA tetap menyatakan dukungan, dan Mark Bullingham menegaskan apresiasi tersebut seusai laga.
Bagi Tuchel, kegagalan mencapai final tidak dianggap mengubah arah besar yang selama ini disusun. Ia menekankan komitmen bahwa perencanaan jangka panjang tetap berlanjut, termasuk rencana untuk membawa Inggris bersaing di Piala Eropa 2028 yang akan dimainkan di wilayah Britania Raya, meliputi Inggris, Wales, Skotlandia, serta Republik Irlandia.












