Internasional

Bangunan di Filipina Ambruk, Lebih dari 20 Orang Masih Terjebak

0
×

Bangunan di Filipina Ambruk, Lebih dari 20 Orang Masih Terjebak

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Bangunan di Filipina Ambruk, Lebih dari 20 Orang Terjebak - Global

jurnalistik.co.id – Petugas penyelamat berpacu dengan waktu setelah sebuah gedung konstruksi di Filipina ambruk pada Minggu dini hari. Di lokasi kejadian di Angeles City, sebelah utara ibu kota Manila, lebih dari 20 orang masih terjebak di bawah reruntuhan ketika tim darurat terus berupaya membuka akses penyelamatan di tengah kondisi yang sulit.

Menurut Kepala Pemadam Kebakaran Maria Leah Sajili, petugas darurat setidaknya sudah berhasil berkomunikasi dengan dua pekerja yang masih terjebak di bawah reruntuhan. Percakapan itu menjadi salah satu petunjuk penting bagi tim di lapangan untuk menjaga upaya pencarian tetap berlangsung, meski situasi di lokasi disebut tidak mudah.

Sajili mengatakan suhu tinggi dan kurangnya peralatan yang memadai menghambat proses penyelamatan. Ia menegaskan bahwa tim membutuhkan perlengkapan khusus untuk mengevakuasi para korban yang masih tertimbun. “Kami membutuhkan peralatan khusus untuk mengevakuasi dan menyelamatkan mereka,” katanya kepada wartawan.

Jumlah orang yang diduga masih terjebak juga sudah dihitung berdasarkan daftar pekerja yang dijadwalkan berada di lokasi konstruksi pada hari Minggu. Dari daftar itu, diperkirakan ada 23 orang yang belum berhasil keluar dari reruntuhan gedung yang ambruk. Angka tersebut menjadi acuan terbaru bagi petugas dalam melanjutkan pencarian dan penyelamatan.

Upaya penyelamatan masih berlangsung

Hingga laporan ini disampaikan, belum ada laporan korban jiwa. Meski begitu, kondisi di lapangan masih belum sepenuhnya aman dan proses evakuasi terus dikebut. Petugas fokus mencari jalur yang memungkinkan untuk menjangkau orang-orang yang masih berada di bawah puing, sambil menghadapi hambatan teknis yang memperlambat pekerjaan mereka.

Sebelumnya, 24 pekerja telah berhasil diselamatkan dari lokasi kejadian. Dari jumlah itu, 10 orang kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian pekerja sudah bisa dievakuasi, namun pencarian terhadap mereka yang masih tertinggal di reruntuhan tetap menjadi prioritas utama.

Kejadian ini berlangsung di Angeles City, kawasan yang berada di utara Manila. Gedung yang ambruk tersebut merupakan bangunan konstruksi, dan runtuhnya struktur itu memicu operasi penyelamatan besar yang berlangsung sejak dini hari. Dalam situasi seperti ini, petugas harus bergerak cepat, sekaligus berhati-hati agar tidak memperburuk kondisi reruntuhan.

Di tengah upaya itu, komunikasi dengan pekerja yang masih terjebak menjadi salah satu elemen penting. Petugas darurat berusaha mempertahankan kontak dengan setidaknya dua orang di bawah puing, sembari menunggu dukungan peralatan yang dibutuhkan. Dari informasi yang tersedia, kondisi panas dan keterbatasan alat menjadi dua faktor yang paling menonjol dalam memperlambat langkah penyelamatan.

Dengan estimasi 23 orang masih terjebak, tim penyelamat terus bekerja untuk menuntaskan pencarian di lokasi. Sementara itu, 24 orang yang sudah diselamatkan menjadi bagian dari upaya awal yang berhasil dilakukan di tengah situasi yang penuh tekanan. Namun selama masih ada pekerja yang belum ditemukan, operasi penyelamatan belum bisa dianggap selesai.

Dalam kondisi seperti itu, tim penyelamat harus menyeimbangkan kecepatan dan kehati-hatian. Setiap langkah di area reruntuhan berisiko, sehingga proses pencarian tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Fokus utama tetap pada pembukaan akses yang paling aman agar para pekerja yang masih terjebak bisa dijangkau tanpa menambah bahaya baru.

Komunikasi yang berhasil terjalin dengan dua pekerja memberi pegangan penting bagi petugas di lapangan. Meski terbatas, informasi dari dalam reruntuhan membantu menentukan arah pencarian dan menjaga harapan tetap ada. Selama upaya evakuasi terus berlangsung, perhatian petugas masih tertuju pada area yang paling memungkinkan untuk ditembus.

Di saat yang sama, data jumlah pekerja yang belum keluar juga menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan. Dengan 23 orang masih belum ditemukan, setiap perkembangan di lokasi memiliki arti besar bagi operasi penyelamatan. Selama daftar itu belum terpenuhi seluruhnya, upaya pencarian akan terus dipusatkan pada mereka yang masih tertimbun di bawah puing.