Peristiwa

Bantuan Pangan Minyakita di Wonogiri Berbau Minyak Tanah, Bulog Tarik Ribuan Kemasan

×

Bantuan Pangan Minyakita di Wonogiri Berbau Minyak Tanah, Bulog Tarik Ribuan Kemasan

Sebarkan artikel ini
Bantuan Pangan Minyakita di Wonogiri Berbau Minyak Tanah, Bulog Tarik Ribuan Kemasan Regional 19 Juni 2026
Ilustrasi: Bantuan Pangan Minyakita di Wonogiri Berbau Minyak Tanah, Bulog Tarik Ribuan Kemasan

jurnalistik.co.id – Sejumlah warga di Kelurahan Gesing, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah mengeluhkan kualitas minyak goreng merek Minyakita dalam paket program bantuan pangan (PBP). Keluhan muncul karena minyak goreng tersebut diketahui berbau seperti minyak tanah.

Selain bau yang tak lazim, warga juga menyebut warna minyak goreng cenderung lebih pekat. Minyak goreng dalam paket bantuan itu diproduksi oleh PT Kusuma Mukti Remaja Karanganyar.

Jamari, selaku pihak yang dihubungi warga, membenarkan adanya keluhan dari penerima bantuan. “Iya benar memang dari warga kami, sekitar enam orang yang menyampaikan keluhan lewat WA (WhatsApp) ke kami sekitar tiga harian yang lalu,” ujar Jamari saat dihubungi Kompas.com, Jumat (19/6/2026).

Jamari menjelaskan, paket bantuan berisi Minyakita tersebut telah didistribusikan kepada 1.203 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Senin (8/6/2026). Ia mengatakan keluhan bermunculan sejak beberapa hari terakhir setelah distribusi.

Terkait bau yang dikeluhkan warga, Jamari menyebut minyak yang dipakai untuk memasak menghasilkan aroma dan rasa yang aneh. “Intinya minyak itu sebenarnya sebelum dibuka itu tidak ada baunya, sebelum dibuka ya. Tapi setelah dibuka, terus dimasak, itu hasil masakannya itu agak aneh itu rasanya. Jadi kayak-kayak ada minyak tanah atau minyak solar itu lho rasanya itu,” jelasnya.

Warga juga mengeluhkan perubahan pada kejernihan warna minyak. “Ya memang leres (betul). Jadi tidak terlalu bening gitu . Tidak terlalu bening. Kalau yang saat ini di didistribusikan sebagai penggantinya itu memang bening,” kata dia.

Jamari menambahkan bahwa sebagian warga terlanjur mengonsumsi masakan yang diolah menggunakan minyak tersebut, meski jumlahnya tidak banyak. “Mungkin yang ngonsumsi itu ada tapi belum banyak. Karena ya itu tadi, ada info terus mungkin terus hati-hati dari masyarakat itu. Jadi tidak ada yang mengonsumsi, tidak ada yang memanfaatkan untuk menggoreng, memasak (lagi),” jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa minyak goreng yang berbau minyak tanah telah ditarik dari masyarakat. Menurut Jamari, Bulog melakukan pengecekan pada Kamis (18/6/2026).

“Kemarin kan kita mendapatkan tamu dari Bulog, dari pihak penyedia juga, dari kabupaten dinas itu, terus dari Forkopimcam Kismantoro. Intinya dari penyedia sanggup untuk mengganti semua. Dari 1.203 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang ada di kelurahan ini akan diganti semua,” terangnya.

Dengan adanya laporan dari penerima, proses penarikan dan pengecekan dilakukan untuk memastikan penggantian berjalan sesuai jumlah penerima yang tercatat di Kelurahan Gesing. Warga juga menunggu minyak pengganti yang disebut memiliki warna lebih bening dibandingkan produk yang sebelumnya didistribusikan.

Keluhan yang disampaikan warga terutama berangkat dari pengalaman setelah minyak dibuka dan digunakan untuk memasak. Setelah proses memasak berlangsung, aroma dan rasa yang muncul dinilai tidak lazim, dengan kemiripan seperti bau minyak tanah, disertai perubahan tampilan yang tampak lebih pekat dibandingkan yang seharusnya.

Meski demikian, Jamari menyebut tidak semua penerima langsung mengalami dampak lanjutan. Ada sebagian kecil warga yang terlanjur mengonsumsi masakan dari minyak tersebut, namun jumlahnya menurutnya tidak banyak. Setelah informasi peringatan beredar, warga kemudian lebih berhati-hati sehingga penggunaan minyak untuk keperluan memasak kembali tidak berlanjut.

Menanggapi laporan itu, minyak goreng yang dilaporkan berbau kemudian ditarik dari masyarakat. Pihak Bulog melakukan pengecekan pada Kamis (18/6/2026), lalu proses penarikan dan verifikasi dilakukan dengan mengacu pada jumlah penerima yang tercatat di Kelurahan Gesing. Jamari menegaskan seluruh 1.203 KPM akan memperoleh penggantian, sehingga warga kini tinggal menunggu minyak pengganti yang disebut memiliki kejernihan lebih baik.